alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Obat Tiongkok Manjur, 70 Persen Pasien Covid-19 di Malaysia Sembuh

Kabar baik bagi Malaysia. Rekor tertinggi pasien Covid-19 yang sembuh di Malaysia tercatat mencapai 4.326 orang pada Sabtu (2/5). Itu artinya, jumlah pasien sembuh sudah 70 persen dari total seluruh kasus positif yakni 6.176 orang.

Total kematian pun tergolong rendah yakni hanya 103 jiwa. Pemerintah Malasyia mengumumkan bahwa pembatasan sosial atau Perintah Kawalan Pergerakan akan dilonggarkan. Sebab terlihat adanya penurunan kasus baru.

Keberhasilan Malaysia ternyata tak lepas dari bantuan ahli medis dari Tiongkok. Kunjungan ahli medis Tiongkok dalam mempererat persahabatan antara Tiongkok dan Malaysia terjalin cukup erat.

“Saya dapat mengatakan bahwa kunjungan kerja kami tidak hanya perjalanan untuk berbagi pengalaman, tetapi juga perjalanan persahabatan untuk berkontribusi dalam memperdalam persahabatan antara Tiongkok dan Malaysia,” kata Kepala Tim Ahli Konsultan Medis anti-Covid-19 Tiongkok, Li Jun, seperti dilansir dari The Star, Senin (4/5).

Baca Juga :  Gandeng Penyiar Radio dan Televisi dari Era 1990-an Hingga Milenial

Pengobatan Tradisional Tiongkok Manjur

Sebuah tim ahli konsultan medis yang dikirim oleh pemerintah Tiongkok mengakhiri kunjungan kerja dua minggu mereka ke Malaysia pada Minggu (3/5). Tim ini berbagi pengalaman dalam memerangi pandemi Covid-19 (Coronavirus).

Tim tersebut dilepas setelah selesai bertugas pada Minggu (3/5) di Bandara Internasional Kuala Lumpur oleh Duta Besar Tiongkok Bai Tian dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Malaysia. Tim ini diorganisir oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan dipilih oleh Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong, yang terdiri dari delapan ahli kesehatan di berbagai bidang seperti penyakit menular, pernapasan, perawatan intensif, mikrobiologi virologi, infeksi nosokomial, dan pengobatan Tiongkok Tradisional (TCM).

“Selama tinggal dua minggu di Malaysia, anggota tim berbagi tindakan dan pengalaman Tiongkok terkait dengan pertempuran Covid-19, berdasarkan bidang keahlian masing-masing,” kata Li Jun.

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, tim ahli mengunjungi 13 lembaga medis, Universitas Umum, dan fasilitas penelitian di sekitar ibu kota Kuala Lumpur serta di Sarawak dan Sabah, Malaysia timur. Sebanyak 15 telekonferensi diadakan selama kunjungan mereka.

Baca Juga :  Dinkes Kalbar Terus Bekerja Cegah Penularan Covid-19

“Kami ingin berbagi dengan teman-teman Malaysia kami tentang apa yang telah dialami Tiongkok dan apa yang telah kami lakukan di Provinsi Guangdong untuk memerangi pandemi. Kami ingin berbagi tanpa syarat dengan harapan mereka dapat menerapkan apa yang cocok untuk mereka,” kata Li sebelum meninggalkan Malaysia.

Selama diskusi, pejabat, dokter, dan pakar Malaysia telah menunjukkan minat untuk belajar dari pengalaman Tiongkok, termasuk penerapan Pengobatan Tradisional Tiongkok dalam mengobati pasien Covid-19 di Tiongkok. “TCM telah memberi manfaat bagi orang-orang di Tiongkok, dan kami berharap ini juga akan bermanfaat bagi orang-orang di Malaysia,” pungkas Li.

Editor : Edy Pramana/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Kabar baik bagi Malaysia. Rekor tertinggi pasien Covid-19 yang sembuh di Malaysia tercatat mencapai 4.326 orang pada Sabtu (2/5). Itu artinya, jumlah pasien sembuh sudah 70 persen dari total seluruh kasus positif yakni 6.176 orang.

Total kematian pun tergolong rendah yakni hanya 103 jiwa. Pemerintah Malasyia mengumumkan bahwa pembatasan sosial atau Perintah Kawalan Pergerakan akan dilonggarkan. Sebab terlihat adanya penurunan kasus baru.

Keberhasilan Malaysia ternyata tak lepas dari bantuan ahli medis dari Tiongkok. Kunjungan ahli medis Tiongkok dalam mempererat persahabatan antara Tiongkok dan Malaysia terjalin cukup erat.

“Saya dapat mengatakan bahwa kunjungan kerja kami tidak hanya perjalanan untuk berbagi pengalaman, tetapi juga perjalanan persahabatan untuk berkontribusi dalam memperdalam persahabatan antara Tiongkok dan Malaysia,” kata Kepala Tim Ahli Konsultan Medis anti-Covid-19 Tiongkok, Li Jun, seperti dilansir dari The Star, Senin (4/5).

Baca Juga :  Siaga Corona Tanpa Toleransi

Pengobatan Tradisional Tiongkok Manjur

Sebuah tim ahli konsultan medis yang dikirim oleh pemerintah Tiongkok mengakhiri kunjungan kerja dua minggu mereka ke Malaysia pada Minggu (3/5). Tim ini berbagi pengalaman dalam memerangi pandemi Covid-19 (Coronavirus).

Tim tersebut dilepas setelah selesai bertugas pada Minggu (3/5) di Bandara Internasional Kuala Lumpur oleh Duta Besar Tiongkok Bai Tian dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Malaysia. Tim ini diorganisir oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan dipilih oleh Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong, yang terdiri dari delapan ahli kesehatan di berbagai bidang seperti penyakit menular, pernapasan, perawatan intensif, mikrobiologi virologi, infeksi nosokomial, dan pengobatan Tiongkok Tradisional (TCM).

“Selama tinggal dua minggu di Malaysia, anggota tim berbagi tindakan dan pengalaman Tiongkok terkait dengan pertempuran Covid-19, berdasarkan bidang keahlian masing-masing,” kata Li Jun.

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, tim ahli mengunjungi 13 lembaga medis, Universitas Umum, dan fasilitas penelitian di sekitar ibu kota Kuala Lumpur serta di Sarawak dan Sabah, Malaysia timur. Sebanyak 15 telekonferensi diadakan selama kunjungan mereka.

Baca Juga :  Dinkes Kalbar Terus Bekerja Cegah Penularan Covid-19

“Kami ingin berbagi dengan teman-teman Malaysia kami tentang apa yang telah dialami Tiongkok dan apa yang telah kami lakukan di Provinsi Guangdong untuk memerangi pandemi. Kami ingin berbagi tanpa syarat dengan harapan mereka dapat menerapkan apa yang cocok untuk mereka,” kata Li sebelum meninggalkan Malaysia.

Selama diskusi, pejabat, dokter, dan pakar Malaysia telah menunjukkan minat untuk belajar dari pengalaman Tiongkok, termasuk penerapan Pengobatan Tradisional Tiongkok dalam mengobati pasien Covid-19 di Tiongkok. “TCM telah memberi manfaat bagi orang-orang di Tiongkok, dan kami berharap ini juga akan bermanfaat bagi orang-orang di Malaysia,” pungkas Li.

Editor : Edy Pramana/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Most Read

Artikel Terbaru

/