alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Saldo Tak Cukup Rp 2 Triliun

KASUS dana hibah untuk penanggulangan Covid-19 senilai Rp 2 triliun masih terus diselidiki Polda Sumatera Selatan. Perkembangan terbaru, kasus Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio disampaikan aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM, mengatakan pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut.

“Perkembangan terakhir bahwa hasil dari penyelidkan di Bank Mandiri, sesuai Bilyet Giro (BG) yang diberikan Heriyanti, kita mendapatkan klarifikasi dari bank, bahwa saldo yang ada di nomor rekening tersebut tidak cukup,” tegas Supriadi didampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK, Selasa (3/8).

Supriadi menyebut, di dalam nomor rekening BG milik Heriyanti memang tidak cukup. “Bisa dipastikan bahwa saldo yang ada di rekening tidak cukup,” ujarnya. “Lalu yang kedua, terkait dengan perkembangan kasusnya kita akan mendalami dan masuk ke tahap berikutnya, baik itu dari perbankan dan pihak lain yang akan kita mintai keterangan terkait keterangan yang diberikan oleh Heriyanti. Kita akan cek,” ungkap Supriadi seperti dikutip Sumeks.co (Jaringan Pontianak Post).

Baca Juga :  Ikuti AEM Special Meeting, Mendag Suguhkan Kuliner Nusantara 

Supriadi tidak bisa menjelaskannya secara detail untuk nominalnya. “Terkait dengan nama pemilik rekening, saldo dan data nasabah tidak bisa diberikan oleh pihak bank kepada kepolisian. Pihak bank hanya memberikan informasi kalau saldo rekening tidak cukup,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Heriyanti memang direncanakan akan dimintai keterangan lagi di Polda Sumsel. Namun yang bersangkutan kondisinya kurang sehat, dan ditunda untuk pemeriksaannya. Terkait foto Bilyet Giro yang berisi tulisan Rp 2 triliun yang sudah beredar, Supriadi membenarkan hal tersebut.

“Rekening dibuka atas nama Kabid Keuangan Polda Sumsel. Itu (Bilyet Giro) yang akan dilakukan kliring di bank dan tenyata saldo tidak cukup,” tambah Supriadi.

Status Heriyanti sendiri saat ini masih dinyatakan sebagai saksi. Ini ditegaskan Kombes Pol Hisar Siallagan. Pihaknya masih mendalami, mencari dan memperkuat barang bukti termasuk meminta keterangan dari saksi ahli.

Baca Juga :  Sehari 46.843 Orang Terpapar Covid-19 di Indonesia

“Kita juga sudah mengetahui ada kasus yang pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, tetapi hal itu tidak ada kaitannya baik orang dan lainnya. Tapi tetap itu akan menjadi kasanah memperkaya dari proses penyelidikan kita,” pungkasnya.(jp)

KASUS dana hibah untuk penanggulangan Covid-19 senilai Rp 2 triliun masih terus diselidiki Polda Sumatera Selatan. Perkembangan terbaru, kasus Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio disampaikan aparat kepolisian. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM, mengatakan pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut.

“Perkembangan terakhir bahwa hasil dari penyelidkan di Bank Mandiri, sesuai Bilyet Giro (BG) yang diberikan Heriyanti, kita mendapatkan klarifikasi dari bank, bahwa saldo yang ada di nomor rekening tersebut tidak cukup,” tegas Supriadi didampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK, Selasa (3/8).

Supriadi menyebut, di dalam nomor rekening BG milik Heriyanti memang tidak cukup. “Bisa dipastikan bahwa saldo yang ada di rekening tidak cukup,” ujarnya. “Lalu yang kedua, terkait dengan perkembangan kasusnya kita akan mendalami dan masuk ke tahap berikutnya, baik itu dari perbankan dan pihak lain yang akan kita mintai keterangan terkait keterangan yang diberikan oleh Heriyanti. Kita akan cek,” ungkap Supriadi seperti dikutip Sumeks.co (Jaringan Pontianak Post).

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Hibahkan 23 Hektare Untuk Asrama Haji

Supriadi tidak bisa menjelaskannya secara detail untuk nominalnya. “Terkait dengan nama pemilik rekening, saldo dan data nasabah tidak bisa diberikan oleh pihak bank kepada kepolisian. Pihak bank hanya memberikan informasi kalau saldo rekening tidak cukup,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Heriyanti memang direncanakan akan dimintai keterangan lagi di Polda Sumsel. Namun yang bersangkutan kondisinya kurang sehat, dan ditunda untuk pemeriksaannya. Terkait foto Bilyet Giro yang berisi tulisan Rp 2 triliun yang sudah beredar, Supriadi membenarkan hal tersebut.

“Rekening dibuka atas nama Kabid Keuangan Polda Sumsel. Itu (Bilyet Giro) yang akan dilakukan kliring di bank dan tenyata saldo tidak cukup,” tambah Supriadi.

Status Heriyanti sendiri saat ini masih dinyatakan sebagai saksi. Ini ditegaskan Kombes Pol Hisar Siallagan. Pihaknya masih mendalami, mencari dan memperkuat barang bukti termasuk meminta keterangan dari saksi ahli.

Baca Juga :  Menkes Budi Minta Warga Waspada Omicron

“Kita juga sudah mengetahui ada kasus yang pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, tetapi hal itu tidak ada kaitannya baik orang dan lainnya. Tapi tetap itu akan menjadi kasanah memperkaya dari proses penyelidikan kita,” pungkasnya.(jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/