alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Harga BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Penurunan Harga Minyak Mentah

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

“Harga bahan bakar berlaku mulai 3 Agustus 2022,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari laman MyPertamina di Jakarta, Rabu.

Pertamina sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi pada 10 Juli 2022 lalu. Dengan demikian, harga BBM jenis Pertamax Turbo saat ini naik 10,45 persen atau Rp1.700 menjadi Rp17.900 per liter dari sebelumnya Rp16.200 per liter. Kemudian, harga Pertamina Dex naik 14,54 persen atau Rp2.400 menjadi Rp18.900 per liter dari sebelumnya Rp16.500 per liter.

Sedangkan, Dexlite tercatat berada pada angka Rp17.800 per liter, naik Rp2.800 atau 18,66 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp15.000 per liter.

Pertamina menyatakan kenaikan harga itu merupakan respon perusahaan atas fluktuasi harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah atau crude oil global.Kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi tersebut dilakukan di tengah penurunan harga minyak mentah.

Pada Juli 2022, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar 106,7 dolar AS per barel. Harga itu telah mengalami penurunan 10,89 dolar AS per barel atau 9,25 persen dari harga bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 117,62 dolar AS per barel.

Faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak dunia, antara lain meningkatnya pasokan minyak mentah global pada bulan Juni dibandingkan produksi bulan sebelumnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria di Pontianak mengatakan, konsumsi BBM seperti solar subsidi mencapai 95 persen. Sedangkan sisanya yakni lima persen konsumsi bahan bakar adalah Dexlite dan Dex. Sedangkan untuk pertalite konsumsi rata-ratanya 90 persen. Konsumsi 10 persennya adalah pertamax dan pertamax turbo.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Pertamina Bentuk Satgas

“Dari komposisi yang tadi, kami memberikan apresiasi dengan stiker sehingga bisa mengedukasi yang lainnya untuk menggunakan BBM yang kualitasnya bagus untuk kendaraan dan lingkungan,” jelas Satria.

Lebih lanjut Satria menyampaikan bahwa pertamina melakukan penyesuaian harga non subsidi. Penyesuaian harga itu mulai berlaku 3 Agustus 2022. Penyesuaian harga itu dilakukan karena kenaikan harga minyak dunia.

Ia menyebutkan harga minyak dunia hingga Juli 2022 106,73 USD per barel. Harga itu lebih tinggi dari rata-rata bulan Januari 2022 sebesar 23 persen. “Untuk hari ini sudah mencapai 117, tetapi fluktuatif dan itu tinggi sehingga memerlukan penyesuaian harga,” kata Satria.

Penyesuaian harga itu dilakukan pada tiga produk. Dexlite, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Secara nasional konsumsi tiga produk ini lima persen. “Sedangkan 95 persen nya, ada solar, pertalite dan pertamax. Jika melihat dari komposisi penyesuaian harga, kami sudah menghitung tidak terlalu berpengaruh pada komoditas,” jelas Satria.

“Harga dari produk pertamina ini masih lebih kompetitif dan terjangkau dari kompetitor lain. Produk serupa di perusahaan lain,” pungkasnya.

Harga Terbaru BBM Nonsubsidi

Jenis Harga awal/liter Harga Terbaru/liter
Pertamax Turbo Rp16.200 Rp17.900
Pertamina Dex Rp16.500 Rp18.900
Dexlite Rp15.000 Rp17.800

Sumber: Pertamina

Perbaiki Jalur Distribusi

Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menyatakan, rencana pemerintah yang akan merevisi Peraturan Presiden No 191/2014 yang terkait dengan BBM ke depannya harus bisa memperbaiki jalur distribusi BBM bersubsidi dan semacamnya.

Rofik Hananto dalam rilis di Jakarta, Sabtu, meminta revisi Perpres tersebut harus dapat memperbaiki distribusi BBM yang bersifat penugasan seperti Pertalite dan solar bersubsidi.

Baca Juga :  AN Beda dengan UN, Nadiem Tegaskan Tak Perlu Bimbel

“Saya belum tahu persis isi revisinya, tetapi bayangan saya, revisi Perpres harus dapat memperbaiki distribusi BBM. Khusus yang sifatnya penugasan seperti Pertalite harus lebih tepat sasaran karena volumenya yang terbatas. Demikian juga yang solar bersubsidi,” katanya.

Ia mengemukakan Pertalite dan solar merupakan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), di mana distribusinya diatur dan diawasi oleh BPH Migas.

“Khusus untuk stok Pertalite, saat ini memang banyak SPBU yang sering kehabisan stok, hal ini karena terjadinya pergeseran penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite. Karena SPBU sering kehabisan stok Pertalite, saat stok sudah tersedia, terjadi antrean panjang kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4,” katanya.

Selain itu, ujar dia, adanya fenomena panic buying juga dinilai menjadi salah satu faktornya karena adanya kebijakan Pertamina yang akan mewajibkan pembelian Pertalite dengan aplikasi MyPertamina per 1 Agustus 2022 untuk kendaraan roda empat.

“Untuk stok solar saat ini di dapil kami aman, ini karena sebelumnya ada penambahan alokasi subsidi untuk BBM jenis solar,” jelasnya.

Dia menuturkan di sisi produksi, kalau dilihat pergerakan harga minyak mentah dunia, khususnya Brent yang jadi acuan biaya pengadaan BBM, trennya memang meningkat. Sejak 24 Februari 2022 ketika Rusia menyerang Ukraina, harga terus berada di level baru yang lebih tinggi.

“Memang terjadi lonjakan sesaat di awal perang dan fluktuatif naik turun selama beberapa bulan, tetapi secara umum tetap bertengger di level yang lebih tinggi dari sebelum perang Rusia-Ukraina,” katanya.

Pemerintah telah memastikan untuk bisa menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan penugasan yaitu solar dan Pertalite agar bisa disalurkan tepat sasaran guna mencegah melambungnya anggaran subsidi energi. (mse/ant)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

“Harga bahan bakar berlaku mulai 3 Agustus 2022,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari laman MyPertamina di Jakarta, Rabu.

Pertamina sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi pada 10 Juli 2022 lalu. Dengan demikian, harga BBM jenis Pertamax Turbo saat ini naik 10,45 persen atau Rp1.700 menjadi Rp17.900 per liter dari sebelumnya Rp16.200 per liter. Kemudian, harga Pertamina Dex naik 14,54 persen atau Rp2.400 menjadi Rp18.900 per liter dari sebelumnya Rp16.500 per liter.

Sedangkan, Dexlite tercatat berada pada angka Rp17.800 per liter, naik Rp2.800 atau 18,66 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp15.000 per liter.

Pertamina menyatakan kenaikan harga itu merupakan respon perusahaan atas fluktuasi harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah atau crude oil global.Kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi tersebut dilakukan di tengah penurunan harga minyak mentah.

Pada Juli 2022, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar 106,7 dolar AS per barel. Harga itu telah mengalami penurunan 10,89 dolar AS per barel atau 9,25 persen dari harga bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 117,62 dolar AS per barel.

Faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak dunia, antara lain meningkatnya pasokan minyak mentah global pada bulan Juni dibandingkan produksi bulan sebelumnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria di Pontianak mengatakan, konsumsi BBM seperti solar subsidi mencapai 95 persen. Sedangkan sisanya yakni lima persen konsumsi bahan bakar adalah Dexlite dan Dex. Sedangkan untuk pertalite konsumsi rata-ratanya 90 persen. Konsumsi 10 persennya adalah pertamax dan pertamax turbo.

Baca Juga :  UEA Bantu Indonesia Rp11,5 Miliar

“Dari komposisi yang tadi, kami memberikan apresiasi dengan stiker sehingga bisa mengedukasi yang lainnya untuk menggunakan BBM yang kualitasnya bagus untuk kendaraan dan lingkungan,” jelas Satria.

Lebih lanjut Satria menyampaikan bahwa pertamina melakukan penyesuaian harga non subsidi. Penyesuaian harga itu mulai berlaku 3 Agustus 2022. Penyesuaian harga itu dilakukan karena kenaikan harga minyak dunia.

Ia menyebutkan harga minyak dunia hingga Juli 2022 106,73 USD per barel. Harga itu lebih tinggi dari rata-rata bulan Januari 2022 sebesar 23 persen. “Untuk hari ini sudah mencapai 117, tetapi fluktuatif dan itu tinggi sehingga memerlukan penyesuaian harga,” kata Satria.

Penyesuaian harga itu dilakukan pada tiga produk. Dexlite, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Secara nasional konsumsi tiga produk ini lima persen. “Sedangkan 95 persen nya, ada solar, pertalite dan pertamax. Jika melihat dari komposisi penyesuaian harga, kami sudah menghitung tidak terlalu berpengaruh pada komoditas,” jelas Satria.

“Harga dari produk pertamina ini masih lebih kompetitif dan terjangkau dari kompetitor lain. Produk serupa di perusahaan lain,” pungkasnya.

Harga Terbaru BBM Nonsubsidi

Jenis Harga awal/liter Harga Terbaru/liter
Pertamax Turbo Rp16.200 Rp17.900
Pertamina Dex Rp16.500 Rp18.900
Dexlite Rp15.000 Rp17.800

Sumber: Pertamina

Perbaiki Jalur Distribusi

Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menyatakan, rencana pemerintah yang akan merevisi Peraturan Presiden No 191/2014 yang terkait dengan BBM ke depannya harus bisa memperbaiki jalur distribusi BBM bersubsidi dan semacamnya.

Rofik Hananto dalam rilis di Jakarta, Sabtu, meminta revisi Perpres tersebut harus dapat memperbaiki distribusi BBM yang bersifat penugasan seperti Pertalite dan solar bersubsidi.

Baca Juga :  Distribusi BBM dan Elpiji Terganggu

“Saya belum tahu persis isi revisinya, tetapi bayangan saya, revisi Perpres harus dapat memperbaiki distribusi BBM. Khusus yang sifatnya penugasan seperti Pertalite harus lebih tepat sasaran karena volumenya yang terbatas. Demikian juga yang solar bersubsidi,” katanya.

Ia mengemukakan Pertalite dan solar merupakan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), di mana distribusinya diatur dan diawasi oleh BPH Migas.

“Khusus untuk stok Pertalite, saat ini memang banyak SPBU yang sering kehabisan stok, hal ini karena terjadinya pergeseran penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite. Karena SPBU sering kehabisan stok Pertalite, saat stok sudah tersedia, terjadi antrean panjang kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4,” katanya.

Selain itu, ujar dia, adanya fenomena panic buying juga dinilai menjadi salah satu faktornya karena adanya kebijakan Pertamina yang akan mewajibkan pembelian Pertalite dengan aplikasi MyPertamina per 1 Agustus 2022 untuk kendaraan roda empat.

“Untuk stok solar saat ini di dapil kami aman, ini karena sebelumnya ada penambahan alokasi subsidi untuk BBM jenis solar,” jelasnya.

Dia menuturkan di sisi produksi, kalau dilihat pergerakan harga minyak mentah dunia, khususnya Brent yang jadi acuan biaya pengadaan BBM, trennya memang meningkat. Sejak 24 Februari 2022 ketika Rusia menyerang Ukraina, harga terus berada di level baru yang lebih tinggi.

“Memang terjadi lonjakan sesaat di awal perang dan fluktuatif naik turun selama beberapa bulan, tetapi secara umum tetap bertengger di level yang lebih tinggi dari sebelum perang Rusia-Ukraina,” katanya.

Pemerintah telah memastikan untuk bisa menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan penugasan yaitu solar dan Pertalite agar bisa disalurkan tepat sasaran guna mencegah melambungnya anggaran subsidi energi. (mse/ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/