alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Pekan Ini

JAKARTA – Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir bakal menghirup bebas pada Jumat (8/1). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror sebelum akhirnya resmi mengeluarkan Ba’asyir dari jeruji besi.

“Bahwa yang bersangkutan akan dibebaskan pada 8 Januari 2020 sesuai dengan tanggal ekspirasi atau berakhirnya masa pidana,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dalam keterangannya, Senin (4/1).

Abu Bakar Ba’asyir merupakan narapidana yang menjalani masa pidana di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur atas tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. Dia divonis pidana penjara selama 15 tahun.

Ba’asyir merupakan pendiri Jemaah Islamiyah dan pernah terkait berbagai aksi terorisme di Indonesia, salah satunya terlibat bom bali dan bom Hotel JW Marriot pada 2004.

Karena itu, Ditjen PAS berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. “Berkoordinasi juga dengan pihak keluarga dan pihak-pihak terkait,” pungkas Rika.

Baca Juga :  Temukan Peledak di Markas FPI

Seperti diketahui, Ba’asyir sempat diwacanakan akan dibebaskan karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Dia diminta untuk berikrar setia kepada NKRI. Pendiri Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba’asyir divonis 15 tahun Penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 lalu. Ba’asyir terbukti terlibat pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi mengatakan, pembebasan Baasyir itu dipastikan telah sesuai prosedur. Baasyir telah menjalani vonis 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan. ”Beliau sudah menjalani pidana secara baik dan mengikuti semua ketentuan dan prosedur pelaksanaan pembinaan keamanan di lapas tingkat keamanan maksimum LP Gunung Sindur. Jumat (8/1) akan kami bebaskan,” kata Suyudi seperti dilansir dari Antara di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/1).

Dalam pembebasan Baasyir, menurut dia, LP Gunung Sindur bakal berkoordinasi dengan pihak terkait yang menangani kasus terorisme. Sehingga, pengawasan kepada Baasyir bakal tetap dilakukan pihak terkait lain dalam al ini tim Densus 88.

”Tentunya. Jadi tetap dan saat ini pun sudah dikoordinasikan dengan Densus (Detasemen Khusus 88 Polri) terkait dengan pembebasan (Baasyir)” ujar Suyudi.

Baca Juga :  Tip Kemendag Untuk Masyarakat yang Ingin Berinvestasi Aset Kripto

Setelah bebas, menurut dia, Baasyir bakal diawasi sejumlah pihak untuk keamanan dan ketertiban.

Seperti diketahui, Baasyir merupakan narapidana kasus tindak pidana terorisme. ”Karena dalam rangka pembebasan napiter (narapidana teroris) ini masih dilakukan upaya pengawasan lanjutan oleh pihak-pihak terkait,” terang Imam Suyudi.

Menjelang pembebasannya, Suyudi memastikan, tokoh pendiri Pondok Pesantren Al Mumin itu dipastikan kondisi kesehatannya cukup baik. ”Saat ini beliau sehat dan segar. Saya berharap beliau sehat dan segar kembali ke keluarga,” kata Imam Suyudi.

”Jadi tidak ada persyaratan khusus, beliau dibebaskan secara murni. Kalau remisi itu hak, mereka tetap mendapatkan,” kata Imam Suyudi.

Imam meminta kepada seluruh pihak maupun para santri dari pesantren Baasyir agar tidak melakukan penjemputan ketika yang bersangkutan bebas. Pasalnya, saat ini masih masa pandemi. Protokol kesehatan perlu ditegakkan guna menghindari Covid-19. ”Penjemputan bakal menimbulkan kerumunan yang dapat merugikan. Tunggu saja di rumah masing-masing karena beliau akan diserahkan kepada keluarga dengan koordinasi Densus 88,” tutur Imam Suyudi. (jp)

JAKARTA – Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir bakal menghirup bebas pada Jumat (8/1). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror sebelum akhirnya resmi mengeluarkan Ba’asyir dari jeruji besi.

“Bahwa yang bersangkutan akan dibebaskan pada 8 Januari 2020 sesuai dengan tanggal ekspirasi atau berakhirnya masa pidana,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dalam keterangannya, Senin (4/1).

Abu Bakar Ba’asyir merupakan narapidana yang menjalani masa pidana di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur atas tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. Dia divonis pidana penjara selama 15 tahun.

Ba’asyir merupakan pendiri Jemaah Islamiyah dan pernah terkait berbagai aksi terorisme di Indonesia, salah satunya terlibat bom bali dan bom Hotel JW Marriot pada 2004.

Karena itu, Ditjen PAS berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. “Berkoordinasi juga dengan pihak keluarga dan pihak-pihak terkait,” pungkas Rika.

Baca Juga :  Perempuan Lebih Militan Jadi Pelaku Teror

Seperti diketahui, Ba’asyir sempat diwacanakan akan dibebaskan karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Dia diminta untuk berikrar setia kepada NKRI. Pendiri Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba’asyir divonis 15 tahun Penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 lalu. Ba’asyir terbukti terlibat pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi mengatakan, pembebasan Baasyir itu dipastikan telah sesuai prosedur. Baasyir telah menjalani vonis 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan. ”Beliau sudah menjalani pidana secara baik dan mengikuti semua ketentuan dan prosedur pelaksanaan pembinaan keamanan di lapas tingkat keamanan maksimum LP Gunung Sindur. Jumat (8/1) akan kami bebaskan,” kata Suyudi seperti dilansir dari Antara di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/1).

Dalam pembebasan Baasyir, menurut dia, LP Gunung Sindur bakal berkoordinasi dengan pihak terkait yang menangani kasus terorisme. Sehingga, pengawasan kepada Baasyir bakal tetap dilakukan pihak terkait lain dalam al ini tim Densus 88.

”Tentunya. Jadi tetap dan saat ini pun sudah dikoordinasikan dengan Densus (Detasemen Khusus 88 Polri) terkait dengan pembebasan (Baasyir)” ujar Suyudi.

Baca Juga :  Pelaku Penyerangan di Mabes Polri Minta Maaf Dalam Wasiat

Setelah bebas, menurut dia, Baasyir bakal diawasi sejumlah pihak untuk keamanan dan ketertiban.

Seperti diketahui, Baasyir merupakan narapidana kasus tindak pidana terorisme. ”Karena dalam rangka pembebasan napiter (narapidana teroris) ini masih dilakukan upaya pengawasan lanjutan oleh pihak-pihak terkait,” terang Imam Suyudi.

Menjelang pembebasannya, Suyudi memastikan, tokoh pendiri Pondok Pesantren Al Mumin itu dipastikan kondisi kesehatannya cukup baik. ”Saat ini beliau sehat dan segar. Saya berharap beliau sehat dan segar kembali ke keluarga,” kata Imam Suyudi.

”Jadi tidak ada persyaratan khusus, beliau dibebaskan secara murni. Kalau remisi itu hak, mereka tetap mendapatkan,” kata Imam Suyudi.

Imam meminta kepada seluruh pihak maupun para santri dari pesantren Baasyir agar tidak melakukan penjemputan ketika yang bersangkutan bebas. Pasalnya, saat ini masih masa pandemi. Protokol kesehatan perlu ditegakkan guna menghindari Covid-19. ”Penjemputan bakal menimbulkan kerumunan yang dapat merugikan. Tunggu saja di rumah masing-masing karena beliau akan diserahkan kepada keluarga dengan koordinasi Densus 88,” tutur Imam Suyudi. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/