alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

WNI di Singapura Positif  Corona

Pasien yang Diisolasi di RS Soedarso Membaik

JAKARTA – Virus corona mulai menyerang WNI yang berada di luar negeri. Kemarin seorang WNI dinyatakan positif mengidap virus tersebut oleh otoritas Singapura. Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura Ngurah Swajaya menyatakan, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa WNI tersebut merupakan kasus coronavirus ke-21. Ini merupakan kasus pertama warga Indonesia yang terpapar virus corona.

Tidak disebutkan secara jelas identitas WNI tersebut. Yang pasti, dia berusia 44 tahun dan berprofesi sebagai pekerja migran. WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke Tiongkok. Namun, dia bekerja di rumah warga Singapura yang sebelumnya ditetapkan positif coronavirus. Majikan WNI itu merupakan pasien ke-19 yang terpapar virus corona di Singapura. “WNI itu perempuan,” kata Ngurah Swajaya.

Saat ini WNI yang tinggal di Jalan Bukit Merah tersebut ditangani tim medis Singapore General Hospital. Dia dirawat dan diisolasi di rumah sakit tersebut. KBRI Singapura telah menerima konfirmasi lisan dari Kementerian Kesehatan Singapura. Namun, karena ada perlindungan data pribadi, identitas WNI tersebut belum dapat disampaikan.

Kemarin KBRI Singapura terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait penanganan hal tersebut. “Kami imbau seluruh WNI di Singapura tetap waspada, menjaga kesehatan dan kebersihan, dan memperhatikan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Singapura melalui jalur resmi Ministry of Health,” katanya.

Sementara itu, seorang pekerja migran Indonesia di Singapura, Umi Magfiroh,  menyatakan sudah mendengar adanya rekannya yang positif 2019-nCoV. Namun, informasi yang didapatnya hanya sebatas wilayah tempat tinggal WNI tersebut. “Cuma tahu umurnya 44 tahun. Ketularan bosnya yang kerja di toko (di Jalan) Lavender,’ tuturnya.

Menurut Umi, Jalan Lavender merupakan kawasan hotel murah di Singapura. Banyak turis yang menginap di tempat tersebut. “Daerah itu disteril dulu, gak boleh masuk,” ucapnya lewat pesan WhatsApp.

Baca Juga :  PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Pemerintah Periode September 2021

Tunggu Hasil Lab di Jakarta

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyampaikan perkembangan terhadap satu pasien warga Pontianak yang masuk dalam tahap pengawasan karena mengidap pneumonia.

Pihaknya sudah mengonfirmasi ulang hasil lab di Balitbangkes Kementerian Kesehatan terkait sampel dari pasien tersebut. Balitbangkes menurutnya belum bisa mengeluarkan hasil, karena masih akan melakukan pembiakan untuk menentukan apa penyebab dari pneumonia yang diidap pasien yang kini sedang diisolasi di RSUD Sudarso itu.

Apakah positif disebabkan virus corona atau negatif. “Jadi untuk pasien yang sedang di ruang isolasi RSUD Sudarso sekarang mengalami proses penyembuhan. Tadi sudah dikonfrmasi dengan dokter spesialis paru tekanan darah bagus 120 per 80, tekanan oksigen 98, pernafasan 20 kali per menit, nadinya 77 kali per menit dan itu normal semua ya,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (4/2) siang.

Ia berharap masyarakat Kalbar bersabar menunggu hasil dan yang jelas pasien tersebut sudah mengalami proses penyembuhan. “Sudah di rontgen ulang menunjukan (pasien) sudah kembali normal, jadi memang pasien ini sudah menunjukan proses penyembuhan,” tegasnya.

Meski demikian pasien tersebut tetap masih akan dirawat di ruang isolasi RSUD Sudarso. Prosedur tersebut tetap dijalankan sampai hasil dari Balitbangkes di Jakarta keluar.

“Jadi kami masih merawat pasien di ruang isolasi karena masih menunggu konfirmasi laboratorium (Balitbangkes) kalau hasil negatif baru kami mengeluarkan dan memperbolehkan pasien keluar,” pungkasnya.

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan beberapa hal terkait isu virus corona di Kalbar. Pertama soal adanya tujuh ABK kapal asing yang diduga mengalami gejala mirip virus corona. Untuk kapal tersebut memang tidak diizinkan untuk merapat ke daratan di Kota Pontianak. “Saya bilang jangan merapat, biarkan saja di kuala sana, kemudian besoknya kami kirim tim kesehatan untuk memeriksa (ABK), ternyata negatif (suspek corona),” katanya, Selasa (4/2) sore.

Baca Juga :  Pulang Dari Korea dan Jepang, Lima Warga Dipantau

Karena semua ABK dinyatakan negatif, kemungkinan dikatakan dia kapal tersebut sudah kembali berlayar meninggalkan lautan Kalbar untuk kembali ke negaranya. “Kami (Pemprov) ada tim yang memeriksa, tempat untuk isolasi juga ada, semua sudah disiapkan,” terangnya.

Sementara untuk satu pasien warga Pontianak yang masuk dalam tahap pengawasan karena mengidap pneumonia, hasilnya masih menunggu lab di Jakarta. Midji sapaan akrabnya berharap hasilnya negatif. Apalagi melihat kondisi pasien yang bersangkutan cenderung mulai membaik. “Sepertinya negatiflah, karena kecenderungan dia (pasien) setelah diisolasi, kondisi kesehatannya baik, membaik,” ucapnya.

Hanya saja menurutnya saat ini muncul masalah baru di tengah isu wabah virus corona yang menjadi perhatian dunia. Yakni banyaknya berita-berita bohong (hoax). “Yang susah menangkal hoax itu, ditambah ini itu, teutama yang online asal saja, kedengaran orang ngomong warung kopi buat berita, yang repot kan kita, kasihan masyarakat,” keluhnya.

Untuk itu orang nomor satu di Kalbar ini mengimbau kepada masyarakat jangan mudah termakan berita bohong. Apalagi ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum diketahui pasti kebenarannya. Sementara untuk kegiatan perayaan Cap Go Meh pada Sabtu (8/2) nanti, ia menyerahkan ke warga masing-masing.\

“Yang mau nonton (Cap Go Meh) silakan yang tidak mau silakan, tapi saya kalau yang di Singkawang kemungkinan masih di Jakarta, karena besok (hari ini) saya ke Jakarta,” ucapnya.

Midji diagendakan bakal mengikuti beberapa kegiatan di Jakarata. Antara lain rapat tentang tanaman kratom dengan pihak terkait di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Rabu (5/2). Dan menghadiri rapat bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 di Istana Presiden, Kamis (6/2). (lyn/oni/bar)

 

Pasien yang Diisolasi di RS Soedarso Membaik

JAKARTA – Virus corona mulai menyerang WNI yang berada di luar negeri. Kemarin seorang WNI dinyatakan positif mengidap virus tersebut oleh otoritas Singapura. Duta Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura Ngurah Swajaya menyatakan, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa WNI tersebut merupakan kasus coronavirus ke-21. Ini merupakan kasus pertama warga Indonesia yang terpapar virus corona.

Tidak disebutkan secara jelas identitas WNI tersebut. Yang pasti, dia berusia 44 tahun dan berprofesi sebagai pekerja migran. WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke Tiongkok. Namun, dia bekerja di rumah warga Singapura yang sebelumnya ditetapkan positif coronavirus. Majikan WNI itu merupakan pasien ke-19 yang terpapar virus corona di Singapura. “WNI itu perempuan,” kata Ngurah Swajaya.

Saat ini WNI yang tinggal di Jalan Bukit Merah tersebut ditangani tim medis Singapore General Hospital. Dia dirawat dan diisolasi di rumah sakit tersebut. KBRI Singapura telah menerima konfirmasi lisan dari Kementerian Kesehatan Singapura. Namun, karena ada perlindungan data pribadi, identitas WNI tersebut belum dapat disampaikan.

Kemarin KBRI Singapura terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait penanganan hal tersebut. “Kami imbau seluruh WNI di Singapura tetap waspada, menjaga kesehatan dan kebersihan, dan memperhatikan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Singapura melalui jalur resmi Ministry of Health,” katanya.

Sementara itu, seorang pekerja migran Indonesia di Singapura, Umi Magfiroh,  menyatakan sudah mendengar adanya rekannya yang positif 2019-nCoV. Namun, informasi yang didapatnya hanya sebatas wilayah tempat tinggal WNI tersebut. “Cuma tahu umurnya 44 tahun. Ketularan bosnya yang kerja di toko (di Jalan) Lavender,’ tuturnya.

Menurut Umi, Jalan Lavender merupakan kawasan hotel murah di Singapura. Banyak turis yang menginap di tempat tersebut. “Daerah itu disteril dulu, gak boleh masuk,” ucapnya lewat pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Pantau Akses Keluar Masuk Orang di Sekadau

Tunggu Hasil Lab di Jakarta

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyampaikan perkembangan terhadap satu pasien warga Pontianak yang masuk dalam tahap pengawasan karena mengidap pneumonia.

Pihaknya sudah mengonfirmasi ulang hasil lab di Balitbangkes Kementerian Kesehatan terkait sampel dari pasien tersebut. Balitbangkes menurutnya belum bisa mengeluarkan hasil, karena masih akan melakukan pembiakan untuk menentukan apa penyebab dari pneumonia yang diidap pasien yang kini sedang diisolasi di RSUD Sudarso itu.

Apakah positif disebabkan virus corona atau negatif. “Jadi untuk pasien yang sedang di ruang isolasi RSUD Sudarso sekarang mengalami proses penyembuhan. Tadi sudah dikonfrmasi dengan dokter spesialis paru tekanan darah bagus 120 per 80, tekanan oksigen 98, pernafasan 20 kali per menit, nadinya 77 kali per menit dan itu normal semua ya,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (4/2) siang.

Ia berharap masyarakat Kalbar bersabar menunggu hasil dan yang jelas pasien tersebut sudah mengalami proses penyembuhan. “Sudah di rontgen ulang menunjukan (pasien) sudah kembali normal, jadi memang pasien ini sudah menunjukan proses penyembuhan,” tegasnya.

Meski demikian pasien tersebut tetap masih akan dirawat di ruang isolasi RSUD Sudarso. Prosedur tersebut tetap dijalankan sampai hasil dari Balitbangkes di Jakarta keluar.

“Jadi kami masih merawat pasien di ruang isolasi karena masih menunggu konfirmasi laboratorium (Balitbangkes) kalau hasil negatif baru kami mengeluarkan dan memperbolehkan pasien keluar,” pungkasnya.

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan beberapa hal terkait isu virus corona di Kalbar. Pertama soal adanya tujuh ABK kapal asing yang diduga mengalami gejala mirip virus corona. Untuk kapal tersebut memang tidak diizinkan untuk merapat ke daratan di Kota Pontianak. “Saya bilang jangan merapat, biarkan saja di kuala sana, kemudian besoknya kami kirim tim kesehatan untuk memeriksa (ABK), ternyata negatif (suspek corona),” katanya, Selasa (4/2) sore.

Baca Juga :  Pengamat SMRC: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Meningkat

Karena semua ABK dinyatakan negatif, kemungkinan dikatakan dia kapal tersebut sudah kembali berlayar meninggalkan lautan Kalbar untuk kembali ke negaranya. “Kami (Pemprov) ada tim yang memeriksa, tempat untuk isolasi juga ada, semua sudah disiapkan,” terangnya.

Sementara untuk satu pasien warga Pontianak yang masuk dalam tahap pengawasan karena mengidap pneumonia, hasilnya masih menunggu lab di Jakarta. Midji sapaan akrabnya berharap hasilnya negatif. Apalagi melihat kondisi pasien yang bersangkutan cenderung mulai membaik. “Sepertinya negatiflah, karena kecenderungan dia (pasien) setelah diisolasi, kondisi kesehatannya baik, membaik,” ucapnya.

Hanya saja menurutnya saat ini muncul masalah baru di tengah isu wabah virus corona yang menjadi perhatian dunia. Yakni banyaknya berita-berita bohong (hoax). “Yang susah menangkal hoax itu, ditambah ini itu, teutama yang online asal saja, kedengaran orang ngomong warung kopi buat berita, yang repot kan kita, kasihan masyarakat,” keluhnya.

Untuk itu orang nomor satu di Kalbar ini mengimbau kepada masyarakat jangan mudah termakan berita bohong. Apalagi ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum diketahui pasti kebenarannya. Sementara untuk kegiatan perayaan Cap Go Meh pada Sabtu (8/2) nanti, ia menyerahkan ke warga masing-masing.\

“Yang mau nonton (Cap Go Meh) silakan yang tidak mau silakan, tapi saya kalau yang di Singkawang kemungkinan masih di Jakarta, karena besok (hari ini) saya ke Jakarta,” ucapnya.

Midji diagendakan bakal mengikuti beberapa kegiatan di Jakarata. Antara lain rapat tentang tanaman kratom dengan pihak terkait di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Rabu (5/2). Dan menghadiri rapat bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 di Istana Presiden, Kamis (6/2). (lyn/oni/bar)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/