alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

“Pakai Seragam Lengkap, Sambo Bikin Penyidik Gemetaran”

JAKARTA – Pemeriksaan Ferdy Sambo di Bareskrim kemarin memantik protes dari tim pengacara keluarga Brigadir J. Mereka mengkritik Ferdy Sambo yang masih mengenakan seragam Kadivpropam.

Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut kedatangan Sambo dengan seragam lengkapnya itu kurang pas. Sebab, pemeriksaan akan menjadi sangat aneh.

”Yang menyidik brigadir, yang diperiksa jenderal bintang dua,” jelasnya.

Dia menuturkan, seharusnya Sambo memakai baju sipil saat diperiksa. Dia juga tidak perlu datang dengan diantar ajudan-ajudannya.

”Ini kan bisa bikin penyidiknya gemetaran,” ujarnya.

Apalagi, kemarin Sambo masih mengenakan seragam bertanda bintang dua dengan garis merah. List atau garis merah itu merupakan tanda kewenangan. Baik untuk komandan yang memiliki anak buah bidang operasional maupun komandan yang memiliki wilayah. Padahal, Sambo sudah nonaktif dari Kadivpropam.

Baca Juga :  Jelang Matinya UU KPK Lama, Satu Menteri dan 2 Bupati Tak Berkutik

Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto mengungkapkan, kondisi itu bisa memicu masalah psikohierarkis. Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD telah menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan dengan tegas.

”Jadi problem ini,” tegasnya. (jp)

JAKARTA – Pemeriksaan Ferdy Sambo di Bareskrim kemarin memantik protes dari tim pengacara keluarga Brigadir J. Mereka mengkritik Ferdy Sambo yang masih mengenakan seragam Kadivpropam.

Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut kedatangan Sambo dengan seragam lengkapnya itu kurang pas. Sebab, pemeriksaan akan menjadi sangat aneh.

”Yang menyidik brigadir, yang diperiksa jenderal bintang dua,” jelasnya.

Dia menuturkan, seharusnya Sambo memakai baju sipil saat diperiksa. Dia juga tidak perlu datang dengan diantar ajudan-ajudannya.

”Ini kan bisa bikin penyidiknya gemetaran,” ujarnya.

Apalagi, kemarin Sambo masih mengenakan seragam bertanda bintang dua dengan garis merah. List atau garis merah itu merupakan tanda kewenangan. Baik untuk komandan yang memiliki anak buah bidang operasional maupun komandan yang memiliki wilayah. Padahal, Sambo sudah nonaktif dari Kadivpropam.

Baca Juga :  DPMTK-PTSP dan RS Kota Mendapat Penghargaan 'Wilayah Bebas Korupsi'

Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto mengungkapkan, kondisi itu bisa memicu masalah psikohierarkis. Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD telah menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan dengan tegas.

”Jadi problem ini,” tegasnya. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/