alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

HUT TNI, Jokowi Beberkan Ancaman yang Dihadapi Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI untuk selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-76, Selasa (5/10).

“TNI selalu diaktifkan dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas seperti pelanggaran kedulatan, pencurian kekayaan alam di laut, radikalilsme, terorisme ancaman cyber, dan ancaman biologi. Termasuk juga ancaman bencana alam,” ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/10).

Jokowi menuturkan, untuk menghadapi ancaman ini, maka transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan. “Sehingga TNI bisa bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan indonesia yang mampu berperan dalam lingkungan strategis regional maupun global,” katanya.

Baca Juga :  BNPB Ajak Diskusi Organisasi Relawan Bahas Penanggulangan Bencana dan Covid-19

“Modernisasi pertahanan keamanan ini ini juga harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertanahan,” tambahnya.

Jokowi menuturkan, saat ini Indonesia harus bisa bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang.

“Untuk itu, saya perintahkan untuk terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir di negara kita, bergerak aktif dalam konsorsium industri pertahanan global memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri dalam engeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni,” ungkapnya.**

Editor : Banu Adikara/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI untuk selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-76, Selasa (5/10).

“TNI selalu diaktifkan dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas seperti pelanggaran kedulatan, pencurian kekayaan alam di laut, radikalilsme, terorisme ancaman cyber, dan ancaman biologi. Termasuk juga ancaman bencana alam,” ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/10).

Jokowi menuturkan, untuk menghadapi ancaman ini, maka transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan. “Sehingga TNI bisa bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan indonesia yang mampu berperan dalam lingkungan strategis regional maupun global,” katanya.

Baca Juga :  Airlangga: Buruh Instrumen Penting Penggerak Ekonomi Nasional

“Modernisasi pertahanan keamanan ini ini juga harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertanahan,” tambahnya.

Jokowi menuturkan, saat ini Indonesia harus bisa bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang.

“Untuk itu, saya perintahkan untuk terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir di negara kita, bergerak aktif dalam konsorsium industri pertahanan global memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri dalam engeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni,” ungkapnya.**

Editor : Banu Adikara/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Most Read

Artikel Terbaru

/