alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Tiongkok Tuding Indonesia Berlebihan

JAKARTA – Kebijakan pemerintah menghentikan impor sebagian komoditas dan pembatasan akses penerbangan dari dan ke Tiongkok akibat wabah virus Korona berbuntut. Pemerintah Tiongkok menilai Indonesia overreaction. Sebaliknya pemerintah meminta Tiongkok pengertian.

Sikap pemerintah Indonesia itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (5/2). Dia menuturkan hampir semua negara mengambil kebijakan serupa dengan Indonesia. Baik itu soal pembatasan akses penerbangan maupun impor komoditas tertentu. Kebijakan pembatasan itu diambil untuk menghindari dampak buruk mewabahnya virus Korona di Tiongkok. Ma’ruf juga menegaskan kebijakan pembatasan itu berifat sementara.

Untuk itu dia berharap pemerintah Tiongkok bisa memahami dan pengertian. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menuturkan kebijakan pembatasan itu bukan karena ingin merusak hubungan kedua negara. Dia juga meyakini bahwa Tiongkok sendiri tidak ingin virus Korona itu menjangkiti banyak negara lainnya. Buktinya warga negara asing yang diduga terjangkit Korona tidak boleh keluar Tiongkok.

Kemudian Ma’ruf menuturkan soal penghentian sementara impor komoditas dari Tiongkok. Dia menjelaskan penghentian itu hanya untuk produk-produk hewani yang memang dilarang. Menurut Ma’ruf kebijakan itu diambil untuk menjaga masyarakat Indonesia tidak terdampak merebaknya virus Korona di Tiongkok. ’’Jadi saya kira harus sama-sama memahamilah,’’ jelasnya.

Ma’ruf juga menanggapi kasus seorang WNI di Singapura yang terjangkit virus Korona. Dia mengatakan kasus ini tentu ditangani secara baik oleh KBRI di Singapura. Terkait potensi evakuasi WNI lain di Tiongkok atau negara lain, Ma’ruf mengatakan pemerintah pasti memikirkannya.

Pada prinsipnya kalau nanti ada kebijakan evakuasi WNI, akan dilakukan seperti yang sudah dilakukan untuk WNI dari Wuhan, Tiongkok. Setelah tiba di tanah air, para WNI yang dievakuasi akan diobservasi terlebih dahulu.

Terpisah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menampik tudingan berlebihan atas penghentian sementara direct flight dari dan menuju daratan Tiongkok per kemarin. Menurut dia, beberapa negara juga sudah duluan melakukan hal tersebut.

“Enggak lah. Lagi pula, kita negara ke sepuluh sepertinya,” ujarnya ditemui di kompleks DPR/MPR, Jakarta, kemarin (5/2).

Menhub juga menegaskan bahwa penghentian tersebut tidak berlaku bagi angkutan logistik, baik udara maupun laut. Koneksitas logistik bakal tetap jalan. Artinya, lalu lintas angkutan barang baik melalui udara maupun laut tetap dijalankan dari Tiongkok menuju Indonesia atau sebaliknya. Alasannya, belum ada temuan-temuan ada penularan virus korona melalui barang/kargo.

Baca Juga :  Perkuat Imun Tubuh dari Wabah Virus Korona dengan Jus Jahe dan Wortel

Hanya saja, tidak semua jenis kargo diperbolehkan. Pengangkutan hewan hidup jelas dilarang. Sebab, ada kekhawatiran hewan tersebut malah justru membawa virus yang tengah mewabah di Tiongkok saat ini.

“Nanti pengawasannya (angkutan kargo, red) cuma orangnya saja yang ada di pesawat dan kapal,” ungkap menteri yang akrab disapa BKS tersebut.

Upaya ini, kata dia, juga sebagai salah satu cara menjaga export/ import bisa tetap berjalan. Namun, tanpa mengesampingkan keselamatan masyarakat. “Kita harap corona gak lama, sebulan ini,” katanya.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menambahkan, penerbangan kargo ke Tiongkok sejatinya tak terlalu banyak. Hanya dilayani Fedex dengan jadwal seminggu sekali.

“Hanya seminggu sekali. Lainnya kapal” ungkapnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, penerbangan kargo sejatinya ada dua. Khusus kargo atau kargo bersama penumpang. Selama ini, Garuda melayani kargo dengan penumpang untuk rute Tiongkok tersebut.

“Makanya masih nunggu rapat besok, boleh atau tidak, atau seperti apa nanti,” tuturnya.

Garuda sendiri memiliki tujuh rute menuju Tiongkok. Semuanya resmi berhenti diterbangi setelah adanya penghentian sementara. Ada ribuan penumpang yang akhirnya batal terbang. Mereka diberi pilihan batal, menunggu, atau reroute.

“Boleh reroute. Tapi ya gak jadi ke London juga ya,” guraunya.

Meski merugi, Irfan emoh buka-bukaan berapa besarannya. Dia mengaku, tidak etis jika dalam kondisi seperti ini pihaknya harus mengeluhkan hal tersebut.

Karena itu, untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, rencananya Garuda bakal mengalihkan penerbangan pesawatnya. Misal, menambah penerbangan ke Surabaya, Australia, atau India yang sedang banyak peminatnya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia – Tiongkok atau Association of Indonesia – China Economic, Social, and Cultural Cooperation (AICESCC) Mayjen TNI Purnawirawan Sudrajat usai berjumpa Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD kemarin. Menurut dia, pembatasan impor barang dari Tiongkok perlu ditinjau ulang oleh pemerintah.

”Kami menilai bahwa itu tidak terlalu bersangkutan langsung dengan virus. Karena, itu adalah barang-barang,” ungkap Sudrajat. Dia mengakui, pihaknya termasuk yang setuju bila impor hewan hidup dari Tiongkok untuk sementara dihentikan. Namun, tidak dengan barang. Dia berharap besar pemerintah berfikir ulang untuk membatasi aliran logistik yang masuk dari Tiongkok. ”Terutama barang-barang, arus barang-barang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pindah Ibu Kota, APBN Hanya Kucurkan Rp 93 T

Meski belum tahu betul seberapa besar dampaknya, Sudrajat menyampaikan bahwa pembatasan tersebut sudah pasti mengganggu perekonomian serta perdagangan. Dia pun mencontohkan beberapa hal. ”Tentu ada efek dari pada penurunan volume bisnis, yang kedua market juga agak terganggu, ketiga adalah komitmen-komitmen terhadap para pelanggan kami dan produsen-produsen kami yang menyuplai selama ini,” beber dia.

Untuk itu, Sudrajat mengaharapkan supaya pemerintah tidak terlalu over reaktif dengan mengeluarkan keputusan yang malah berpotensi mengganggu perekonomian. ”Kami mengharapkan pemerintah ada suatu kebijakan yang lebih kondusif kepada perdagangan Indonesia. Terutama aliran logistik,” jelasnya. ”Saya kira kontraksi kita jangan terlalu jauh,” tambah pria yang pernah bertugas sebagai duta besar Indonesia untuk Tiongkok itu.

Wakil Ketua Umum AICESCC Hariyadi Sukamdani menambahkan, poin yang disampaikan oleh Sudrajat sekaligus pengingat kepada pemerintah. ”Ini kan baru mulai nih (keputusan pembatasan impor dari Tiongkok). Jadi, jangan sampai istilahnya over reaktif,” kata dia. Pengusaha yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia itu menyebut, apabila terlalu over bisa jadi malah mengganggu suplai untuk Indonesia.

Hariyadi menyampaikan, pemerintah harus betul-betul hati-hati serta memilah dengan baik dan bijak. ”Jadi, kami berharap harus dipilah betul mengenai arus orang dengan arus barangnya,” ucap dia. Sebab, lanjut dia, apabila dibandingkan dengan negara-negara lain Tiongkok punya peranan cukup besar pada sektor perdagangan tanah air. Sehingga arus barang dari sana juga dibutuhkan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan, Balitbang kesehatan Vivi Setiawaty menyatakan bahwa hingga kemarin belum ada literatur penularan 2019-nCoV melalui barang. “WHO merils penularannya melalui droplet,” katanya ketika ditemui di Kementerian Kesehatan kemarin. Droplet sendiri merupakan partikel air kecil. Biasanya melalui batuk atau bersin.

Sebelumnya Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menyayangkan aksi pemerintah untuk menyetop impor barang dari Negri Panda tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan pemeritah Indonesia tidak sesuai dengan saran WHO. Xiao Qian menyatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Indonesia bisa memberi sentimen negatif dalam bisnis dua negara tersebut. (ken/dee/idr/lyn)

JAKARTA – Kebijakan pemerintah menghentikan impor sebagian komoditas dan pembatasan akses penerbangan dari dan ke Tiongkok akibat wabah virus Korona berbuntut. Pemerintah Tiongkok menilai Indonesia overreaction. Sebaliknya pemerintah meminta Tiongkok pengertian.

Sikap pemerintah Indonesia itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (5/2). Dia menuturkan hampir semua negara mengambil kebijakan serupa dengan Indonesia. Baik itu soal pembatasan akses penerbangan maupun impor komoditas tertentu. Kebijakan pembatasan itu diambil untuk menghindari dampak buruk mewabahnya virus Korona di Tiongkok. Ma’ruf juga menegaskan kebijakan pembatasan itu berifat sementara.

Untuk itu dia berharap pemerintah Tiongkok bisa memahami dan pengertian. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menuturkan kebijakan pembatasan itu bukan karena ingin merusak hubungan kedua negara. Dia juga meyakini bahwa Tiongkok sendiri tidak ingin virus Korona itu menjangkiti banyak negara lainnya. Buktinya warga negara asing yang diduga terjangkit Korona tidak boleh keluar Tiongkok.

Kemudian Ma’ruf menuturkan soal penghentian sementara impor komoditas dari Tiongkok. Dia menjelaskan penghentian itu hanya untuk produk-produk hewani yang memang dilarang. Menurut Ma’ruf kebijakan itu diambil untuk menjaga masyarakat Indonesia tidak terdampak merebaknya virus Korona di Tiongkok. ’’Jadi saya kira harus sama-sama memahamilah,’’ jelasnya.

Ma’ruf juga menanggapi kasus seorang WNI di Singapura yang terjangkit virus Korona. Dia mengatakan kasus ini tentu ditangani secara baik oleh KBRI di Singapura. Terkait potensi evakuasi WNI lain di Tiongkok atau negara lain, Ma’ruf mengatakan pemerintah pasti memikirkannya.

Pada prinsipnya kalau nanti ada kebijakan evakuasi WNI, akan dilakukan seperti yang sudah dilakukan untuk WNI dari Wuhan, Tiongkok. Setelah tiba di tanah air, para WNI yang dievakuasi akan diobservasi terlebih dahulu.

Terpisah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menampik tudingan berlebihan atas penghentian sementara direct flight dari dan menuju daratan Tiongkok per kemarin. Menurut dia, beberapa negara juga sudah duluan melakukan hal tersebut.

“Enggak lah. Lagi pula, kita negara ke sepuluh sepertinya,” ujarnya ditemui di kompleks DPR/MPR, Jakarta, kemarin (5/2).

Menhub juga menegaskan bahwa penghentian tersebut tidak berlaku bagi angkutan logistik, baik udara maupun laut. Koneksitas logistik bakal tetap jalan. Artinya, lalu lintas angkutan barang baik melalui udara maupun laut tetap dijalankan dari Tiongkok menuju Indonesia atau sebaliknya. Alasannya, belum ada temuan-temuan ada penularan virus korona melalui barang/kargo.

Baca Juga :  Uji Swab di RS Untan Bisa Percepat Pemutusan Covid di Pontianak

Hanya saja, tidak semua jenis kargo diperbolehkan. Pengangkutan hewan hidup jelas dilarang. Sebab, ada kekhawatiran hewan tersebut malah justru membawa virus yang tengah mewabah di Tiongkok saat ini.

“Nanti pengawasannya (angkutan kargo, red) cuma orangnya saja yang ada di pesawat dan kapal,” ungkap menteri yang akrab disapa BKS tersebut.

Upaya ini, kata dia, juga sebagai salah satu cara menjaga export/ import bisa tetap berjalan. Namun, tanpa mengesampingkan keselamatan masyarakat. “Kita harap corona gak lama, sebulan ini,” katanya.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menambahkan, penerbangan kargo ke Tiongkok sejatinya tak terlalu banyak. Hanya dilayani Fedex dengan jadwal seminggu sekali.

“Hanya seminggu sekali. Lainnya kapal” ungkapnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, penerbangan kargo sejatinya ada dua. Khusus kargo atau kargo bersama penumpang. Selama ini, Garuda melayani kargo dengan penumpang untuk rute Tiongkok tersebut.

“Makanya masih nunggu rapat besok, boleh atau tidak, atau seperti apa nanti,” tuturnya.

Garuda sendiri memiliki tujuh rute menuju Tiongkok. Semuanya resmi berhenti diterbangi setelah adanya penghentian sementara. Ada ribuan penumpang yang akhirnya batal terbang. Mereka diberi pilihan batal, menunggu, atau reroute.

“Boleh reroute. Tapi ya gak jadi ke London juga ya,” guraunya.

Meski merugi, Irfan emoh buka-bukaan berapa besarannya. Dia mengaku, tidak etis jika dalam kondisi seperti ini pihaknya harus mengeluhkan hal tersebut.

Karena itu, untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, rencananya Garuda bakal mengalihkan penerbangan pesawatnya. Misal, menambah penerbangan ke Surabaya, Australia, atau India yang sedang banyak peminatnya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia – Tiongkok atau Association of Indonesia – China Economic, Social, and Cultural Cooperation (AICESCC) Mayjen TNI Purnawirawan Sudrajat usai berjumpa Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD kemarin. Menurut dia, pembatasan impor barang dari Tiongkok perlu ditinjau ulang oleh pemerintah.

”Kami menilai bahwa itu tidak terlalu bersangkutan langsung dengan virus. Karena, itu adalah barang-barang,” ungkap Sudrajat. Dia mengakui, pihaknya termasuk yang setuju bila impor hewan hidup dari Tiongkok untuk sementara dihentikan. Namun, tidak dengan barang. Dia berharap besar pemerintah berfikir ulang untuk membatasi aliran logistik yang masuk dari Tiongkok. ”Terutama barang-barang, arus barang-barang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tutup Jalan Gajahmada Malam Hari, Siang Biarkan Ekonomi Usaha Berjalan

Meski belum tahu betul seberapa besar dampaknya, Sudrajat menyampaikan bahwa pembatasan tersebut sudah pasti mengganggu perekonomian serta perdagangan. Dia pun mencontohkan beberapa hal. ”Tentu ada efek dari pada penurunan volume bisnis, yang kedua market juga agak terganggu, ketiga adalah komitmen-komitmen terhadap para pelanggan kami dan produsen-produsen kami yang menyuplai selama ini,” beber dia.

Untuk itu, Sudrajat mengaharapkan supaya pemerintah tidak terlalu over reaktif dengan mengeluarkan keputusan yang malah berpotensi mengganggu perekonomian. ”Kami mengharapkan pemerintah ada suatu kebijakan yang lebih kondusif kepada perdagangan Indonesia. Terutama aliran logistik,” jelasnya. ”Saya kira kontraksi kita jangan terlalu jauh,” tambah pria yang pernah bertugas sebagai duta besar Indonesia untuk Tiongkok itu.

Wakil Ketua Umum AICESCC Hariyadi Sukamdani menambahkan, poin yang disampaikan oleh Sudrajat sekaligus pengingat kepada pemerintah. ”Ini kan baru mulai nih (keputusan pembatasan impor dari Tiongkok). Jadi, jangan sampai istilahnya over reaktif,” kata dia. Pengusaha yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia itu menyebut, apabila terlalu over bisa jadi malah mengganggu suplai untuk Indonesia.

Hariyadi menyampaikan, pemerintah harus betul-betul hati-hati serta memilah dengan baik dan bijak. ”Jadi, kami berharap harus dipilah betul mengenai arus orang dengan arus barangnya,” ucap dia. Sebab, lanjut dia, apabila dibandingkan dengan negara-negara lain Tiongkok punya peranan cukup besar pada sektor perdagangan tanah air. Sehingga arus barang dari sana juga dibutuhkan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan, Balitbang kesehatan Vivi Setiawaty menyatakan bahwa hingga kemarin belum ada literatur penularan 2019-nCoV melalui barang. “WHO merils penularannya melalui droplet,” katanya ketika ditemui di Kementerian Kesehatan kemarin. Droplet sendiri merupakan partikel air kecil. Biasanya melalui batuk atau bersin.

Sebelumnya Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menyayangkan aksi pemerintah untuk menyetop impor barang dari Negri Panda tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan pemeritah Indonesia tidak sesuai dengan saran WHO. Xiao Qian menyatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Indonesia bisa memberi sentimen negatif dalam bisnis dua negara tersebut. (ken/dee/idr/lyn)

Most Read

Artikel Terbaru

/