alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Varian Covid-19 XE Lebih Menular

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kemunculan varian baru dari Covid-19 yakni rekombinan atau gabungan Omicron BA.1 dan BA.2. Namanya varian XE. Menghadapi munculnya varian XE, Satgas Covid-19 meminta masyarakat jangan panik.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menghimbau masyarakat tidak perlu takut berlebih. Menurutnya rekombinan virus bukan hal yang baru.

“Karena rekombinasi virus bukan merupakan hal baru dan sudah banyak terjadi termasuk pada virus selain Covid-19,” jelasnya secara virtual, Selasa (5/4).

Ia meminta masyarakat jangan takut atau panik berlebihan. Sebah kecemasan dapat menurunkan imunitas.

“Terlebih lagi, ketakutan yang berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit di sekitar kita,” kata Prof Wiku.

Baca Juga :  Kagamahut Kalbar, Peduli Warga Terdampak Covid-19

Namun, kata dia, jika merujuk data awal penelitian mendapati kemampuan penularan Omicron XE sekitar 10 persen lebih tinggi dari Omicron BA.2. Akan tetapi, WHO sendiri menekankan perlunya penelitian lebih lanjut terkait temuan awal ini.

Sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan, varian yang pertama kali ditemukan di Inggris ini belum ditemukan di Indonesia. Maka ia menegaskan tetap harus hati-hati dan disiplin dengan protokol kesehatan.

“Untuk itu, pemerintah selalu memantau dan menggunakan data terkini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berbagai penyesuaian kebijakan,” jelas Wiku.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani/Jawa Pos Group

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kemunculan varian baru dari Covid-19 yakni rekombinan atau gabungan Omicron BA.1 dan BA.2. Namanya varian XE. Menghadapi munculnya varian XE, Satgas Covid-19 meminta masyarakat jangan panik.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menghimbau masyarakat tidak perlu takut berlebih. Menurutnya rekombinan virus bukan hal yang baru.

“Karena rekombinasi virus bukan merupakan hal baru dan sudah banyak terjadi termasuk pada virus selain Covid-19,” jelasnya secara virtual, Selasa (5/4).

Ia meminta masyarakat jangan takut atau panik berlebihan. Sebah kecemasan dapat menurunkan imunitas.

“Terlebih lagi, ketakutan yang berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit di sekitar kita,” kata Prof Wiku.

Baca Juga :  Di Tempat Ramai, KKSS Pasang Instalasi Pencuci Tangan

Namun, kata dia, jika merujuk data awal penelitian mendapati kemampuan penularan Omicron XE sekitar 10 persen lebih tinggi dari Omicron BA.2. Akan tetapi, WHO sendiri menekankan perlunya penelitian lebih lanjut terkait temuan awal ini.

Sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan, varian yang pertama kali ditemukan di Inggris ini belum ditemukan di Indonesia. Maka ia menegaskan tetap harus hati-hati dan disiplin dengan protokol kesehatan.

“Untuk itu, pemerintah selalu memantau dan menggunakan data terkini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berbagai penyesuaian kebijakan,” jelas Wiku.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani/Jawa Pos Group

Most Read

Artikel Terbaru

/