alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Misi Latihan Berujung Nahas, Empat Tewas, Lima Luka-Luka 

KENDAL – Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) jatuh di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, helikopter tersebut sedang dalam misi latihan.

“Helikopter tersebut sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1,” kata Nefra dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Nefra pun memastikan helikopter dalam keadaan baik sebelum terbang. “Karena saat dilaksanakan pre-flight check tidak ditemukan hal-hal menonjol,” tambahnya.

Dia menjelaskan, helikopter tersebut menjalani dua misi latihan terbang endurance. Helikopter pun bisa terbang dengan normal dan mendarat dengan baik.

“Sekitar jam 12.35 siang tadi, helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical maneuver,” ucap Nefra.

Baca Juga :  Kemenperin Fokus Bangun Ekosistem Industri Game Nasional

Pesawat tersebut kemudian jatuh saat menjalani misi latihan kedua. Sampai saat ini petugas masih melakukan investigasi penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

Sebelumnya, sebuah helikopter jenis MI 17 dengan nomor penerbangan HA 5141 jatuh di Kawasan Industri Kendal ikut Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Sabtu (6/6) pukul 14.25 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana mengatakan, helikopter tersebut milik penerbad TNI AD Semarang. Helikopter itu mengudara sekitar pukul 12.39.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, helikopter tersebut terbang dari arah timur menuju ke barat. Saat itu helikopter sudah dalam keadaan oleng dan mengeluarkan asap dari badan pesawat.

Baca Juga :  Pembukaan KTM ke 12 WTO, Mendag Lutfi Bicara Pentingnya WTO Atasi Isu Global

“Sebelum heli terjatuh ada tiga orang lompat ke tambak, dan sesaat kemudian pesawat jatuh, keluar asap dan selanjutnya meledak,” kata Iskandar.

Sementara itu, dari foto yang diterima JPNN (jaringan Pontianak Post), kondisi helikopter itu hancur total. Beberapa bagian bahkan masih terbakar karena ketika terjatuh, helikopter yang bermuatan sembilan orang itu meledak.

“Korban ada sembilan, empat meninggal dunia, dan lima luka-luka. Sekarang masih penanganan tim medis,” imbuh Iskandar.

Diketahui, korban yang meninggal dunia adalah Kapten Kadek, Kapten Fredi, Kapten Y Hendro, dan Lettu Wisnu.

Sementara korban luka diketahui bernama Lettu Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi K. (jpg/cuy/jpnn)

KENDAL – Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) jatuh di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, helikopter tersebut sedang dalam misi latihan.

“Helikopter tersebut sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1,” kata Nefra dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Nefra pun memastikan helikopter dalam keadaan baik sebelum terbang. “Karena saat dilaksanakan pre-flight check tidak ditemukan hal-hal menonjol,” tambahnya.

Dia menjelaskan, helikopter tersebut menjalani dua misi latihan terbang endurance. Helikopter pun bisa terbang dengan normal dan mendarat dengan baik.

“Sekitar jam 12.35 siang tadi, helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical maneuver,” ucap Nefra.

Baca Juga :  Jalan Sempit Makan Korban

Pesawat tersebut kemudian jatuh saat menjalani misi latihan kedua. Sampai saat ini petugas masih melakukan investigasi penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

Sebelumnya, sebuah helikopter jenis MI 17 dengan nomor penerbangan HA 5141 jatuh di Kawasan Industri Kendal ikut Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Sabtu (6/6) pukul 14.25 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana mengatakan, helikopter tersebut milik penerbad TNI AD Semarang. Helikopter itu mengudara sekitar pukul 12.39.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, helikopter tersebut terbang dari arah timur menuju ke barat. Saat itu helikopter sudah dalam keadaan oleng dan mengeluarkan asap dari badan pesawat.

Baca Juga :  Forum Rektor Minta Internet Digratiskan Khusus Mahasiswa dan Dosen

“Sebelum heli terjatuh ada tiga orang lompat ke tambak, dan sesaat kemudian pesawat jatuh, keluar asap dan selanjutnya meledak,” kata Iskandar.

Sementara itu, dari foto yang diterima JPNN (jaringan Pontianak Post), kondisi helikopter itu hancur total. Beberapa bagian bahkan masih terbakar karena ketika terjatuh, helikopter yang bermuatan sembilan orang itu meledak.

“Korban ada sembilan, empat meninggal dunia, dan lima luka-luka. Sekarang masih penanganan tim medis,” imbuh Iskandar.

Diketahui, korban yang meninggal dunia adalah Kapten Kadek, Kapten Fredi, Kapten Y Hendro, dan Lettu Wisnu.

Sementara korban luka diketahui bernama Lettu Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi K. (jpg/cuy/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/