alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Vaksin Booster Bisa Diberikan Mulai Kuartal Pertama 2022

JAKARTA – Pemberian vaksin dosis ketiga atau dosis booster dapat disegerakan. Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, kuartal pertama 2022 adalah waktu yang cukup baik.

’’Karena sudah ada banyak data bahwa kekebalan tubuh kita berkurang. Terutama karena mayoritas masyarakat Indonesia menerima vaksin Sinovac,” jelas Dicky kemarin.

Sampai saat ini, lanjut Dicky, Food and Drug Administration (FDA) serta berbagai negara maju telah memberikan lampu hijau terhadap tiga merek vaksin untuk dosis booster. Yakni, vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Janssen/Johnson & Johnson.

Tiga vaksin itu, kata Dicky, sudah terbukti aman serta efektif, bahkan bagi individu yang sebelumnya menerima vaksin Covid-19 dari merek berbeda.

Baca Juga :  Tempo Cepat di Awal Laga, Samuel Eko Jadi Bintang Kemenangan Futsal Kalbar

Untuk meningkatkan kembali antibodi dan proteksi, Dicky menyatakan bahwa satu dosis saja sudah cukup. Antibodi diperkirakan bertahan relatif lama. ’’Walaupun masih harus dilihat bagaimana perkembangannya di dunia nyata,” katanya.

Suntikan penguat (booster) Covid-19 adalah dosis tambahan yang diberikan setelah perlindungan yang didapat dari suntikan awal yang lengkap mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Booster dirancang untuk membantu orang mempertahankan tingkat kekebalan yang lebih lama.

Selain tiga merek di atas, Dicky menyebut memang ada wacana pemberian merek keempat, yakni Zifivax. Meski demikian, Zifivax sebagai booster masih membutuhkan data lebih banyak. Menurut laporan, Zifivax memiliki efikasi hingga 78 persen untuk varian Delta. Disuntikkan sebanyak tiga dosis dengan durasi antar suntikan bisa sampai empat bulan. ”Tapi, kalau Zifivax sendiri sebagai pemberian vaksin dalam tiga dosisnya, memang sudah ada data yang menguatkan efikasi dan keamanannya,” kata Dicky.

Baca Juga :  Vaksin Harus Dapatkan Sertifikasi Halal

Seperti diketahui, saat ini vaksin booster di Indonesia hanya diperuntukkan bagi tenaga medis. Namun, tidak menutup kemungkinan warga umum juga akan dapat memperoleh suntikan vaksin dosis ketiga di tahun depan.(jp)

JAKARTA – Pemberian vaksin dosis ketiga atau dosis booster dapat disegerakan. Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, kuartal pertama 2022 adalah waktu yang cukup baik.

’’Karena sudah ada banyak data bahwa kekebalan tubuh kita berkurang. Terutama karena mayoritas masyarakat Indonesia menerima vaksin Sinovac,” jelas Dicky kemarin.

Sampai saat ini, lanjut Dicky, Food and Drug Administration (FDA) serta berbagai negara maju telah memberikan lampu hijau terhadap tiga merek vaksin untuk dosis booster. Yakni, vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Janssen/Johnson & Johnson.

Tiga vaksin itu, kata Dicky, sudah terbukti aman serta efektif, bahkan bagi individu yang sebelumnya menerima vaksin Covid-19 dari merek berbeda.

Baca Juga :  Moderna Manjur 4-6 Bulan Usai Dosis Kedua

Untuk meningkatkan kembali antibodi dan proteksi, Dicky menyatakan bahwa satu dosis saja sudah cukup. Antibodi diperkirakan bertahan relatif lama. ’’Walaupun masih harus dilihat bagaimana perkembangannya di dunia nyata,” katanya.

Suntikan penguat (booster) Covid-19 adalah dosis tambahan yang diberikan setelah perlindungan yang didapat dari suntikan awal yang lengkap mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Booster dirancang untuk membantu orang mempertahankan tingkat kekebalan yang lebih lama.

Selain tiga merek di atas, Dicky menyebut memang ada wacana pemberian merek keempat, yakni Zifivax. Meski demikian, Zifivax sebagai booster masih membutuhkan data lebih banyak. Menurut laporan, Zifivax memiliki efikasi hingga 78 persen untuk varian Delta. Disuntikkan sebanyak tiga dosis dengan durasi antar suntikan bisa sampai empat bulan. ”Tapi, kalau Zifivax sendiri sebagai pemberian vaksin dalam tiga dosisnya, memang sudah ada data yang menguatkan efikasi dan keamanannya,” kata Dicky.

Baca Juga :  Cakupan Vaksin Anak di Pontianak Masih Rendah

Seperti diketahui, saat ini vaksin booster di Indonesia hanya diperuntukkan bagi tenaga medis. Namun, tidak menutup kemungkinan warga umum juga akan dapat memperoleh suntikan vaksin dosis ketiga di tahun depan.(jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/