alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Polda Jatim Bongkar Pabrik Senapan Angin

Lokasi Lima Menit dari Alun-Alun Lumajang

LUMAJANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengungkap tindak pidana perakitan dan perdagangan senapan angin ilegal. Terungkapnya kasus itu mengejutkan masyarakat karena lokasi perakitan senapan berada di tengah kota. Yakni, Jalan Mayor Kamari Sampurna, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Sekitar 5 menit perjalanan dari Alun-Alun Lumajang.

Polisi menetapkan satu tersangka, yakni AH, 50, dan memeriksa tiga saksi. Saat melakukan pengecekan, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan tim mendapati 40 senapan angin yang siap digunakan. Selain itu, ada ratusan butir peluru. Amunisi berbentuk bulat tersebut berada dalam kemasan siap edar. Peluru berukuran 4,5 mm hingga 9 mm.

Diameter peluru tersebut melanggar ketentuan. Sebab, batas penggunaan dan peredaran yang dikeluarkan oleh Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) maksimal 5,5 mm. Menurut Luki, senapan yang dibuat dalam gudang yang memiliki atap setengah terbuka tersebut sangat bagus. ”Kualitas dan akurasinya bagus, bisa didengar melalui suaranya. Nyaring, menyamai senjata api,” jelas Luki kemarin (7/12).

Baca Juga :  Lembaga Survei Jangan Giring Opini Publik

Luki mengatakan, AH menjual senapan selama empat tahun terakhir. Area edarnya mencapai 18 provinsi. Beberapa area edarnya ditengarai sebagai daerah konflik. Polda Jatim akan berkoordinasi dengan kepolisian seluruh Indonesia untuk mengetahui persebaran senjata rakitan tersebut. Luki menyatakan, tembakan senapan angin tersebut berbahaya apabila mengenai manusia. ”Kami bersyukur praktik ini bisa terungkap atas bantuan dan laporan masyarakat,” tutur dia.

Tersangka menyatakan, senjata angin ilegal yang dijual sudah mencapai 250 unit. Jumlah itu terdiri atas 100 senjata angin untuk berburu dan sisanya senjata buat lomba. Dia juga mengaku mendapat suplai bahan melalui online. Dia berbelanja barang dari luar maupun dalam negeri. Setelah senjata jadi, pelaku menjual secara online. Harga produknya lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasar. Polda akan menarik senapan angin ilegal tersebut. ”Kami juga meminta masyarakat yang merasa membeli produk bisa bekerja sama,” tegas Luki.

Baca Juga :  Hadiri Pertemuan KTT COP26 di Roma, Pemimpin Negara Bahas Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

AH dikenal sebagai orang lama dalam dunia tembak-menembak di Lumajang. Tidak hanya suka menembak, dia juga ahli dalam merakit senapan. Ketua Perbakin Lumajang Bambang Sudaryanto kaget dengan terkuaknya kasus itu. ”Seharusnya pemilik memiliki surat resmi dari Perbakin,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa AH pernah menjadi anggota Perbakin. Namun, sudah dua tahun ini AH tidak memperpanjang status keanggotaan. Menurut dia, peredaran senjata ilegal itu sangat berbahaya. Seharusnya AH mendaftar ke Perbakin sebagai produsen untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan.

Pengungkapan kasus itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Ruslan, warga setempat, menyatakan bahwa warga sudah lama resah. Terutama saat pemilik pabrik menguji senjata siang hari. ”Warga takut mendengar ledakan itu,” katanya.

Selain itu, yang AH gunakan untuk menyimpan senjata merupakan balai RW. Karena itu, pengungkapan kasus tersebut membuat warga di sekitar lokasi itu lega. (riq/mg3/rus/c11/ayi)

Lokasi Lima Menit dari Alun-Alun Lumajang

LUMAJANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengungkap tindak pidana perakitan dan perdagangan senapan angin ilegal. Terungkapnya kasus itu mengejutkan masyarakat karena lokasi perakitan senapan berada di tengah kota. Yakni, Jalan Mayor Kamari Sampurna, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Sekitar 5 menit perjalanan dari Alun-Alun Lumajang.

Polisi menetapkan satu tersangka, yakni AH, 50, dan memeriksa tiga saksi. Saat melakukan pengecekan, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan tim mendapati 40 senapan angin yang siap digunakan. Selain itu, ada ratusan butir peluru. Amunisi berbentuk bulat tersebut berada dalam kemasan siap edar. Peluru berukuran 4,5 mm hingga 9 mm.

Diameter peluru tersebut melanggar ketentuan. Sebab, batas penggunaan dan peredaran yang dikeluarkan oleh Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) maksimal 5,5 mm. Menurut Luki, senapan yang dibuat dalam gudang yang memiliki atap setengah terbuka tersebut sangat bagus. ”Kualitas dan akurasinya bagus, bisa didengar melalui suaranya. Nyaring, menyamai senjata api,” jelas Luki kemarin (7/12).

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Siap Membantu Mengadakan Fasilitas Isolasi dan Karantina Mandiri di Daerah

Luki mengatakan, AH menjual senapan selama empat tahun terakhir. Area edarnya mencapai 18 provinsi. Beberapa area edarnya ditengarai sebagai daerah konflik. Polda Jatim akan berkoordinasi dengan kepolisian seluruh Indonesia untuk mengetahui persebaran senjata rakitan tersebut. Luki menyatakan, tembakan senapan angin tersebut berbahaya apabila mengenai manusia. ”Kami bersyukur praktik ini bisa terungkap atas bantuan dan laporan masyarakat,” tutur dia.

Tersangka menyatakan, senjata angin ilegal yang dijual sudah mencapai 250 unit. Jumlah itu terdiri atas 100 senjata angin untuk berburu dan sisanya senjata buat lomba. Dia juga mengaku mendapat suplai bahan melalui online. Dia berbelanja barang dari luar maupun dalam negeri. Setelah senjata jadi, pelaku menjual secara online. Harga produknya lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasar. Polda akan menarik senapan angin ilegal tersebut. ”Kami juga meminta masyarakat yang merasa membeli produk bisa bekerja sama,” tegas Luki.

Baca Juga :  Hadiri Pertemuan KTT COP26 di Roma, Pemimpin Negara Bahas Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

AH dikenal sebagai orang lama dalam dunia tembak-menembak di Lumajang. Tidak hanya suka menembak, dia juga ahli dalam merakit senapan. Ketua Perbakin Lumajang Bambang Sudaryanto kaget dengan terkuaknya kasus itu. ”Seharusnya pemilik memiliki surat resmi dari Perbakin,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa AH pernah menjadi anggota Perbakin. Namun, sudah dua tahun ini AH tidak memperpanjang status keanggotaan. Menurut dia, peredaran senjata ilegal itu sangat berbahaya. Seharusnya AH mendaftar ke Perbakin sebagai produsen untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan.

Pengungkapan kasus itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Ruslan, warga setempat, menyatakan bahwa warga sudah lama resah. Terutama saat pemilik pabrik menguji senjata siang hari. ”Warga takut mendengar ledakan itu,” katanya.

Selain itu, yang AH gunakan untuk menyimpan senjata merupakan balai RW. Karena itu, pengungkapan kasus tersebut membuat warga di sekitar lokasi itu lega. (riq/mg3/rus/c11/ayi)

Most Read

Artikel Terbaru

/