alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Dewan Pers; Komunikasi Publik Soal Vaksin Covid-19 Terus Disampaikan.

PONTIANAK–Ketua Dewan Pers RI, Prof. Muhammad Nuh meminta komunikasi publik harus terus menerus disampaikan ke masyarakat dengan baik, logis, dan transparan sehingga manfaat vaksinasi Covid-19 akan diterima dengan baik juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Harus diakui ada semacam keraguan di publik. Ini tugas bersama. Tak hanya tim Satgas Covid-19 tetapi juga seluruh elemen buat menyampaikan ke masyarakat. Yuk sama-sama sampaikan,” katanya, Jumat(8/1) dalam sebuah Diskusi Online Vaksinasi Covid-19, Perubahan Perilaku dan Diseminasi Informasi, yang diselenggarakan Dewan Pers dan BBC Media Action kepada wartawan seluruh Indonesia.

Menurut dia yang jadi persoalan justru pada tingkatan pemerintah daerah. jadi masalah karena makna kesadaran publik belum muncul.

“Mau diberikan kebaikan melalui vaksin Coviid-19 dan ada miss. Makanya leading sektor Kominfo tidak boleh berhenti mengedukasi dan menginformasikan. Mau tidak mau harus terus-menerus menumbuhkan pengetahuan publik sehingga pemahaman tentang apa vaksin akan diterima menyeluruh,” ucap dia.

Baca Juga :  BRI Raih Empat Penghargaan Service Excellence

Pahamnya orang tentu akan membuat kesadaran tersendiri tentang pentingnya vaksin Covid-19. Bagi oknum masyarakat tertentu belum paham pentingnya vaksin jelas akan susah diterima dengan senang hati. “Makanya ayo sampaikan ke publik tetang vaksin Covid-19 secara menyeluruh. Nanti juga akan muncul kesadaran sendiri manfaat vaksin memutus mata rantai penyebaran virus ini,” jelasnya.

Mantan Mendikbud era presiden sebelumnya menambahkan bahwa masyarakat harus terus disadarkan dengan pembiasaan. Maka logika berpikir akan semakin sehat. Tidak heran komunikasi publik bakalan punya kekuatan luar biasa. Jangan ragu menyampaikan diskusi publik. Tentu ada tesis dan antitesis pendapat. Hal tersebut hanya dapat dijelaskan dengan legal thingking kuat. “Ide-ide yang katanya, pokoknya, dampaknya terkait vaksin Covid-19 akan terpatahkan dengan logika. Di sinilah penting komunikasi publik dan dunia media,” ungkap Nuh.

Dia menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 itu menyenangkan ibarat imunisasi balita. Makanya ketika turun di rumah sakit Surabaya, Dewan Pers RI menyampaikan siapa saja divaksin nanti akan diberikan semacam bonus. Entah masker, hand sanytizer atau bonus lain. Literasi besarnya manfaat divaksin ini harus terus digelorkan. dengan demikian warga yang semula takut divaksin, bisa berbondong-bondong datang untuk divaksin.

Baca Juga :  Cegah Wabah Covid–19

Vaksin Covid-19 sendiri diakuinya adalah posisi strategis mengurai dan mengurangi penyebaran Pagebluk Covid-19. Pemerintah RI bahkan sudah menganggarkan triliunan rupiah. Sayangnya, di masyarakat masih ada yang belum siap menerima vaksin. “Kalau ini terjadi dan tidak teratasi dengan komunikasi publik yang terarah, maka cost terlalu tinggi dikeluarkan. apalagi andai yang divaksin hanya 20-30 persen. Terancam tidak mempan mengatasi penyebaran atau membunuhu virus dari Covid-19 ini. Pada tingkatan grassroot ini harus disampaikan bahwa vaksinasi punya makna juga manfaat tinggi,” tukasnya.(den)

PONTIANAK–Ketua Dewan Pers RI, Prof. Muhammad Nuh meminta komunikasi publik harus terus menerus disampaikan ke masyarakat dengan baik, logis, dan transparan sehingga manfaat vaksinasi Covid-19 akan diterima dengan baik juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Harus diakui ada semacam keraguan di publik. Ini tugas bersama. Tak hanya tim Satgas Covid-19 tetapi juga seluruh elemen buat menyampaikan ke masyarakat. Yuk sama-sama sampaikan,” katanya, Jumat(8/1) dalam sebuah Diskusi Online Vaksinasi Covid-19, Perubahan Perilaku dan Diseminasi Informasi, yang diselenggarakan Dewan Pers dan BBC Media Action kepada wartawan seluruh Indonesia.

Menurut dia yang jadi persoalan justru pada tingkatan pemerintah daerah. jadi masalah karena makna kesadaran publik belum muncul.

“Mau diberikan kebaikan melalui vaksin Coviid-19 dan ada miss. Makanya leading sektor Kominfo tidak boleh berhenti mengedukasi dan menginformasikan. Mau tidak mau harus terus-menerus menumbuhkan pengetahuan publik sehingga pemahaman tentang apa vaksin akan diterima menyeluruh,” ucap dia.

Baca Juga :  Minta Tambahan Nakes-Ruang Covid-19

Pahamnya orang tentu akan membuat kesadaran tersendiri tentang pentingnya vaksin Covid-19. Bagi oknum masyarakat tertentu belum paham pentingnya vaksin jelas akan susah diterima dengan senang hati. “Makanya ayo sampaikan ke publik tetang vaksin Covid-19 secara menyeluruh. Nanti juga akan muncul kesadaran sendiri manfaat vaksin memutus mata rantai penyebaran virus ini,” jelasnya.

Mantan Mendikbud era presiden sebelumnya menambahkan bahwa masyarakat harus terus disadarkan dengan pembiasaan. Maka logika berpikir akan semakin sehat. Tidak heran komunikasi publik bakalan punya kekuatan luar biasa. Jangan ragu menyampaikan diskusi publik. Tentu ada tesis dan antitesis pendapat. Hal tersebut hanya dapat dijelaskan dengan legal thingking kuat. “Ide-ide yang katanya, pokoknya, dampaknya terkait vaksin Covid-19 akan terpatahkan dengan logika. Di sinilah penting komunikasi publik dan dunia media,” ungkap Nuh.

Dia menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 itu menyenangkan ibarat imunisasi balita. Makanya ketika turun di rumah sakit Surabaya, Dewan Pers RI menyampaikan siapa saja divaksin nanti akan diberikan semacam bonus. Entah masker, hand sanytizer atau bonus lain. Literasi besarnya manfaat divaksin ini harus terus digelorkan. dengan demikian warga yang semula takut divaksin, bisa berbondong-bondong datang untuk divaksin.

Baca Juga :  Cegah Wabah Covid–19

Vaksin Covid-19 sendiri diakuinya adalah posisi strategis mengurai dan mengurangi penyebaran Pagebluk Covid-19. Pemerintah RI bahkan sudah menganggarkan triliunan rupiah. Sayangnya, di masyarakat masih ada yang belum siap menerima vaksin. “Kalau ini terjadi dan tidak teratasi dengan komunikasi publik yang terarah, maka cost terlalu tinggi dikeluarkan. apalagi andai yang divaksin hanya 20-30 persen. Terancam tidak mempan mengatasi penyebaran atau membunuhu virus dari Covid-19 ini. Pada tingkatan grassroot ini harus disampaikan bahwa vaksinasi punya makna juga manfaat tinggi,” tukasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/