alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Empat Pasien B117 Sembuh

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat tambahan empat pasien Covid-19 yang ditemukan memiliki varian B117 dari Inggris dan telah melakukan pelacakan kontak erat dari keempat orang tersebut.

“Hasil kerja sama lab antara Kemenkes dengan Kemristek/BRIN sudah menemukan empat lagi yang terkonfirmasi,” kata Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, dipantau dari Jakarta pada Senin.

Keempat orang tersebut ditemukan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara. Budi menegaskan bahwa keempat pasien itu sudah diuji dan dipastikan memiliki varian B117 dari Inggris itu. Keempatnya saat ini sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pelacakan kontak erat dari keempat pasien dengan varian B117 itu terus dilakukan dengan harapan hasil dari pengujian akan segera keluar.

“Untuk tindak lanjutnya sekarang kita sedang melakukan surveillance terhadap kontak erat mereka dan sedang kita kejar agar bisa segera dites dan genome sequencing,” tambah Budi.

Dalam kesempatan itu Budi juga memastikan bahwa telah dilakukan pelacakan kontak dua pasien dengan varian B117 yang sebelumnya ditemukan dan hasil pengujian menunjukkan mereka terbukti negatif Covid-19.

Kedua pasien itu juga sudah dinyatakan sembuh serta tidak menularkan Covid-19 dan telah kembali ke rumah mereka di Jawa Barat.

Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa virus corona varian B117 yang ditemukan di Indonesia sudah teratasi. “Varian baru covid yang ditemukan di Indonesia sudah teratasi. Suspeknya saat ini sudah pulih dan masih diawasi oleh dinas kesehatan daerah,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Daniel Johan Apresiasi Inpres Percepatan Ekonomi di Perbatasan yang Dikeluarkan Jokowi

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga sudah melakukan pelacakan kepada orang-orang yang kontak dekat dengan pasien. Agar virus Corona varian B117 tidak masuk ke Indonesia, Wiku menyampaikan pemerintah memastikan penyaringan WNI yang masuk ke Indonesia dilakukan dengan ketat.

“WNI yang masuk ke Indonesia harus dikarantina selama lima hari. ini merupakan upaya untuk memastikan varian baru covid tidak menyebar di Indonesia yang akan memperburuk situasi pandemi,” katanya.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa empat pasien yang dikonfirmasi terserang virus corona varian B117 tidak mengalami gejala sakit berat dan semuanya sudah sembuh.

“Dalam pemeriksaan PCR mereka dinyatakan positif. Pelacakan kita dari keempat kasus ini mengalami gejala ringan dan sedang serta melakukan isolasi secara terpusat. Ada yang dirawat tapi dengan kondisi ringan-sedang, tidak ada yang berat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa empat pasien yang dikonfirmasi terserang virus corona varian B117 tidak mengalami gejala sakit berat dan semuanya sudah sembuh.

“Dalam pemeriksaan PCR mereka dinyatakan positif. Pelacakan kita dari keempat kasus ini mengalami gejala ringan dan sedang serta melakukan isolasi secara terpusat. Ada yang dirawat tapi dengan kondisi ringan-sedang, tidak ada yang berat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Senin.

Baca Juga :  Berbagi Kasih, Xing Fu Bantu Keluarga Miskin

Siti mengemukakan bahwa sampai sekarang belum ada laporan yang menunjukkan varian baru virus corona tersebut menimbulkan gejala sakit berat pada pasien.

Kendati demikian, ada hasil penelitian yang menunjukkan varian virus corona tersebut lebih cepat menular ketimbang pendahulunya. “Penelitian di negara lain disebutkan virus varian baru ini lebih cepat menular tapi tidak lebih mematikan,” kata Siti.

“Kita melihat bahwa mutasi ini karena terjadi pada bagian spike virus tadi yang menyebabkan lebih mudah masuk ke dalam sel sasaran dibandingkan varian yang lama,” ia menambahkan.

Kemenkes telah melacak riwayat kontak erat empat orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona varian B117. Menurut hasil pemeriksaan, keluarga dan orang yang berinteraksi dengan mereka tidak ada yang tertular Covid-19.

“Sampai saat ini tidak ada keluarga ataupun kontak erat yang kemudian positif (terserang virus corona),” kata dia.

Ia juga mengemukakan bahwa vaksinasi COVID-19 bisa memberikan perlindungan terhadap hasil mutasi virus corona tersebut, karenanya warga tidak perlu terlalu khawatir.

“Hingga saat ini belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan yang telah digunakan di berbagai dunia tidak bisa melindungi dari virus varian baru ini,” katanya.

“Sampai saat ini vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi masih sangat efektif dan tentunya tidak akan terpengaruh dengan adanya mutasi virus Covid-19 atau B117 ini,” ia menambahkan. (ant)

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat tambahan empat pasien Covid-19 yang ditemukan memiliki varian B117 dari Inggris dan telah melakukan pelacakan kontak erat dari keempat orang tersebut.

“Hasil kerja sama lab antara Kemenkes dengan Kemristek/BRIN sudah menemukan empat lagi yang terkonfirmasi,” kata Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, dipantau dari Jakarta pada Senin.

Keempat orang tersebut ditemukan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara. Budi menegaskan bahwa keempat pasien itu sudah diuji dan dipastikan memiliki varian B117 dari Inggris itu. Keempatnya saat ini sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pelacakan kontak erat dari keempat pasien dengan varian B117 itu terus dilakukan dengan harapan hasil dari pengujian akan segera keluar.

“Untuk tindak lanjutnya sekarang kita sedang melakukan surveillance terhadap kontak erat mereka dan sedang kita kejar agar bisa segera dites dan genome sequencing,” tambah Budi.

Dalam kesempatan itu Budi juga memastikan bahwa telah dilakukan pelacakan kontak dua pasien dengan varian B117 yang sebelumnya ditemukan dan hasil pengujian menunjukkan mereka terbukti negatif Covid-19.

Kedua pasien itu juga sudah dinyatakan sembuh serta tidak menularkan Covid-19 dan telah kembali ke rumah mereka di Jawa Barat.

Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa virus corona varian B117 yang ditemukan di Indonesia sudah teratasi. “Varian baru covid yang ditemukan di Indonesia sudah teratasi. Suspeknya saat ini sudah pulih dan masih diawasi oleh dinas kesehatan daerah,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Daniel Johan Apresiasi Inpres Percepatan Ekonomi di Perbatasan yang Dikeluarkan Jokowi

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga sudah melakukan pelacakan kepada orang-orang yang kontak dekat dengan pasien. Agar virus Corona varian B117 tidak masuk ke Indonesia, Wiku menyampaikan pemerintah memastikan penyaringan WNI yang masuk ke Indonesia dilakukan dengan ketat.

“WNI yang masuk ke Indonesia harus dikarantina selama lima hari. ini merupakan upaya untuk memastikan varian baru covid tidak menyebar di Indonesia yang akan memperburuk situasi pandemi,” katanya.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa empat pasien yang dikonfirmasi terserang virus corona varian B117 tidak mengalami gejala sakit berat dan semuanya sudah sembuh.

“Dalam pemeriksaan PCR mereka dinyatakan positif. Pelacakan kita dari keempat kasus ini mengalami gejala ringan dan sedang serta melakukan isolasi secara terpusat. Ada yang dirawat tapi dengan kondisi ringan-sedang, tidak ada yang berat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa empat pasien yang dikonfirmasi terserang virus corona varian B117 tidak mengalami gejala sakit berat dan semuanya sudah sembuh.

“Dalam pemeriksaan PCR mereka dinyatakan positif. Pelacakan kita dari keempat kasus ini mengalami gejala ringan dan sedang serta melakukan isolasi secara terpusat. Ada yang dirawat tapi dengan kondisi ringan-sedang, tidak ada yang berat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Senin.

Baca Juga :  Kalbar Siaga Omicron, Target Capaian Vaksin 80 Persen Akhir Februari

Siti mengemukakan bahwa sampai sekarang belum ada laporan yang menunjukkan varian baru virus corona tersebut menimbulkan gejala sakit berat pada pasien.

Kendati demikian, ada hasil penelitian yang menunjukkan varian virus corona tersebut lebih cepat menular ketimbang pendahulunya. “Penelitian di negara lain disebutkan virus varian baru ini lebih cepat menular tapi tidak lebih mematikan,” kata Siti.

“Kita melihat bahwa mutasi ini karena terjadi pada bagian spike virus tadi yang menyebabkan lebih mudah masuk ke dalam sel sasaran dibandingkan varian yang lama,” ia menambahkan.

Kemenkes telah melacak riwayat kontak erat empat orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona varian B117. Menurut hasil pemeriksaan, keluarga dan orang yang berinteraksi dengan mereka tidak ada yang tertular Covid-19.

“Sampai saat ini tidak ada keluarga ataupun kontak erat yang kemudian positif (terserang virus corona),” kata dia.

Ia juga mengemukakan bahwa vaksinasi COVID-19 bisa memberikan perlindungan terhadap hasil mutasi virus corona tersebut, karenanya warga tidak perlu terlalu khawatir.

“Hingga saat ini belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan yang telah digunakan di berbagai dunia tidak bisa melindungi dari virus varian baru ini,” katanya.

“Sampai saat ini vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi masih sangat efektif dan tentunya tidak akan terpengaruh dengan adanya mutasi virus Covid-19 atau B117 ini,” ia menambahkan. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/