alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pastikan Bantuan Diterima Korban

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Kamis (8/4). Kunjungan itu dimaksudkan untuk mengecek secara langsung korban bencana alam.

“Sekaligus memastikan distribusi bantuan sampai kepada para pengungsi,” kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto dalam siaran persnya. Beberapa wilayah yang menjadi titik peninjauan Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan di antaranya Maumere, Lembata di Kelurahan Weiwerang.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut dia, Panglima TNI dan Kapolri meninjau Jembatan Waiburak yang hancur terkena banjir, dilanjutkan menuju ke tempat pengungsian yang berada di Sekolah Man Weiwerang yang menjadi lokasi dapur lapangan. Selain meninjau langsung lokasi bencana, Panglima TNI juga membawa bantuan untuk korban bencana alam di NTT dan NTB.

Baca Juga :  Banjir Bandang Landa Tiang Tanjung Mempawah Hulu Landak, Rumah Hingga Lahan Pertanian Terendam

Ada ribuan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk mendukung penanganan dampak bencana alam yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Markas Besar Polri telah mengerahkan 4.003 personel dan Markas Besar TNI sudah menurunkan 3.569 personel untuk membantu penanganan dampak bencana di kedua provinsi itu.

“Dukungan yang telah diberikan dalam bentuk bantuan tenaga medis, yakni dokter, dan obat-obatan, kemudian SAR Dog atau K9,” katanya. TNI dan Polri juga membantu penyaluran bantuan logistik dan pembukaan dapur umum di kabupaten dan kota yang terdampak bencana alam di NTT dan NTB.

Baca Juga :  China Yakin Mampu Atasi Virus Corona; 20 Ribu Terinveksi, 427 Meninggal

Menurut data BNPB, bencana alam yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja menyebabkan 163 orang meninggal dunia dan 45 orang hilang di NTT dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di NTB.

Di wilayah NTT, bencana alam juga menyebabkan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa ribuan orang mengungsi.(ant)

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Kamis (8/4). Kunjungan itu dimaksudkan untuk mengecek secara langsung korban bencana alam.

“Sekaligus memastikan distribusi bantuan sampai kepada para pengungsi,” kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto dalam siaran persnya. Beberapa wilayah yang menjadi titik peninjauan Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan di antaranya Maumere, Lembata di Kelurahan Weiwerang.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut dia, Panglima TNI dan Kapolri meninjau Jembatan Waiburak yang hancur terkena banjir, dilanjutkan menuju ke tempat pengungsian yang berada di Sekolah Man Weiwerang yang menjadi lokasi dapur lapangan. Selain meninjau langsung lokasi bencana, Panglima TNI juga membawa bantuan untuk korban bencana alam di NTT dan NTB.

Baca Juga :  Presiden Minta Warga Papua Tahan Diri

Ada ribuan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk mendukung penanganan dampak bencana alam yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan Markas Besar Polri telah mengerahkan 4.003 personel dan Markas Besar TNI sudah menurunkan 3.569 personel untuk membantu penanganan dampak bencana di kedua provinsi itu.

“Dukungan yang telah diberikan dalam bentuk bantuan tenaga medis, yakni dokter, dan obat-obatan, kemudian SAR Dog atau K9,” katanya. TNI dan Polri juga membantu penyaluran bantuan logistik dan pembukaan dapur umum di kabupaten dan kota yang terdampak bencana alam di NTT dan NTB.

Baca Juga :  Banjir Bandang Dan Longsor di Landau Arai, Listrik Mati Total

Menurut data BNPB, bencana alam yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja menyebabkan 163 orang meninggal dunia dan 45 orang hilang di NTT dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di NTB.

Di wilayah NTT, bencana alam juga menyebabkan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa ribuan orang mengungsi.(ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/