alexametrics
32 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Malam Sebelum Kejadian, Rezkil Sempat Minta Pulsa ke Mama

TANGERANG – Puluhan keluarga korban tahanan lapas Kelas 1 Tangerang mendatangi krisis center di lokasi kejadian. Isak tangis tak bisa ditahan saat mereka memasuki kawasan lapas. Salah satunya dialami Upi Hartati, 44. Sang anak, Rezkil Khairi, 23, dinyatakan menjadi salah satu dari 41 korban. “Dia masuk ke yang 41 (korban tewas) namanya Rezkil Khairi (23), dia baru beberapa bulan di sini,” ujarnya.

Upi mengaku masih tidak menyangka anaknya mengalami musibah tersebut. Pasalnya, malam sebelum kejadian, anak pertamanya itu menghubungi dirinya untuk meminta pulsa. Rezkil sebelumnya ditahan di lapas Pemuda Kelas II A Tangerang. Namun, beberapa bulan ke belakang dipindahkan ke Lapas Kelas I Kota Tangerang. Upi  juga mengungkapkan, sang anak selalu menghubunginya setiap hari. “Dia telpon terus tiap pagi, malam dia video call terus tiap hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kubu Raya Ubah RPJMD 2019-2024

Sang bapak, Nursin, 47, Nursin pun tak bisa menahan tangis saat mendapatkan telpon ucapan duka. Beberapa kali dia menghela napas panjang. Dia meminta agar pemerintah tidak memberatkan pihak keluarga dengan berbagai masalah administratif. Mengingat, pihak keluarga tengah berduka.
“Jangan kita disuruh ke rumah sakit ini itu, seharusnya kita terima duduk manis di rumah, anak bapak kita anterin, biaya kita tanggung,” ucapnya.

Karopenmas Divhumas Polri Irjen Rusdi Hartono menuturkan, bahwa TS Polri telah menerima semua 41 jenasah korban. Saat ini Tim Disaster Victim Indentification (DVI) tengah mengidentifiksi jenasah. Untuk itu dibukalah pos antemortem agar keluarga dengan mudah memberikan data yang diperlukan. Seperti, sidik jari, struktur gigi, DNA, atau lainnya. “Kami kohon keluarga segera ke pos antemortem di rumah sakit, “ jelasnya. (dom/idr)

TANGERANG – Puluhan keluarga korban tahanan lapas Kelas 1 Tangerang mendatangi krisis center di lokasi kejadian. Isak tangis tak bisa ditahan saat mereka memasuki kawasan lapas. Salah satunya dialami Upi Hartati, 44. Sang anak, Rezkil Khairi, 23, dinyatakan menjadi salah satu dari 41 korban. “Dia masuk ke yang 41 (korban tewas) namanya Rezkil Khairi (23), dia baru beberapa bulan di sini,” ujarnya.

Upi mengaku masih tidak menyangka anaknya mengalami musibah tersebut. Pasalnya, malam sebelum kejadian, anak pertamanya itu menghubungi dirinya untuk meminta pulsa. Rezkil sebelumnya ditahan di lapas Pemuda Kelas II A Tangerang. Namun, beberapa bulan ke belakang dipindahkan ke Lapas Kelas I Kota Tangerang. Upi  juga mengungkapkan, sang anak selalu menghubunginya setiap hari. “Dia telpon terus tiap pagi, malam dia video call terus tiap hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Periksa 28 Saksi

Sang bapak, Nursin, 47, Nursin pun tak bisa menahan tangis saat mendapatkan telpon ucapan duka. Beberapa kali dia menghela napas panjang. Dia meminta agar pemerintah tidak memberatkan pihak keluarga dengan berbagai masalah administratif. Mengingat, pihak keluarga tengah berduka.
“Jangan kita disuruh ke rumah sakit ini itu, seharusnya kita terima duduk manis di rumah, anak bapak kita anterin, biaya kita tanggung,” ucapnya.

Karopenmas Divhumas Polri Irjen Rusdi Hartono menuturkan, bahwa TS Polri telah menerima semua 41 jenasah korban. Saat ini Tim Disaster Victim Indentification (DVI) tengah mengidentifiksi jenasah. Untuk itu dibukalah pos antemortem agar keluarga dengan mudah memberikan data yang diperlukan. Seperti, sidik jari, struktur gigi, DNA, atau lainnya. “Kami kohon keluarga segera ke pos antemortem di rumah sakit, “ jelasnya. (dom/idr)

Most Read

Artikel Terbaru

/