alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 600 Meter

JOGYAKARTA–Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta pada Sabtu (9/1) mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi kolom 200 meter dari puncak. Arah luncuran guguran awan panas itu ke hulu Kali Krasak sejauh 600 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta mengatakan, awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 08.45 WIB itu memiliki durasi 120 detik dengan amplitudo maksimum 45 mm.

”Teramati kolom erupsi setinggi 200 meter, arah luncuran ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 600 meter,” kata Hanik pada Sabtu (9/1).

Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, BPPTKG mencatat tujuh kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 500 meter arah hulu Kali Krasak.

Baca Juga :  PLTU Co-firing Enceng Gondok Raih Penghargaan Internasional

”BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 45 mm dan durasi120 detik, 53 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–27 mm dan durasi 9–91 detik, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 3–6 mm dan durasi 13–18 detik,” ujar Hanik.Berikutnya, lanjut dia, ada 54 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3–27 mm, dan durasi 5–11 detik, serta 18 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 38–75 mm, dan durasi 11–48 detik. Berdasar pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat dengan suhu udara 20–26 derajat Celsius, kelembaban udara 70–81 persen, dan tekanan udara 567–686 mmHg.

Baca Juga :  Target Pindah 2024, Kaltim Dinilai Paling Ideal

”BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Potensi bahaya akibat letusan Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak,” terang Hanik.

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. BPPTKG juga meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk pendakian ke puncak Gunung Merapi. (jawapos)

JOGYAKARTA–Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta pada Sabtu (9/1) mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi kolom 200 meter dari puncak. Arah luncuran guguran awan panas itu ke hulu Kali Krasak sejauh 600 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta mengatakan, awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 08.45 WIB itu memiliki durasi 120 detik dengan amplitudo maksimum 45 mm.

”Teramati kolom erupsi setinggi 200 meter, arah luncuran ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 600 meter,” kata Hanik pada Sabtu (9/1).

Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, BPPTKG mencatat tujuh kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 500 meter arah hulu Kali Krasak.

Baca Juga :  Nasib 78 WNI di Kapal Princess Diamond Belum Jelas

”BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 45 mm dan durasi120 detik, 53 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–27 mm dan durasi 9–91 detik, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 3–6 mm dan durasi 13–18 detik,” ujar Hanik.Berikutnya, lanjut dia, ada 54 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3–27 mm, dan durasi 5–11 detik, serta 18 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 38–75 mm, dan durasi 11–48 detik. Berdasar pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat dengan suhu udara 20–26 derajat Celsius, kelembaban udara 70–81 persen, dan tekanan udara 567–686 mmHg.

Baca Juga :  PLTU Co-firing Enceng Gondok Raih Penghargaan Internasional

”BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Potensi bahaya akibat letusan Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak,” terang Hanik.

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. BPPTKG juga meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk pendakian ke puncak Gunung Merapi. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/