alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Pemerintah Diminta Perhatikan Perajin Tempe

Tinjau Pola Impor Kedelai

JAKARTA– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah lebih serius mengamankan pasokan dan harga kedelai agar produksi tempe bisa terjaga. Selain itu tidak ragu menindak para pelaku yang mengambil keuntungan secara tidak fair dari situasi kelangkaan kedelai belakangan ini.

“Kami sangat prihatin dengan kenaikan harga kedelai yang luar biasa. Tempe dan tahu banyak dikonsumsi rakyat Indonesia, sumber protein yang terjangkau orang banyak. Karena itu, perlu ada campur tangan pemerintah sehingga pasokan dan harga kedelai kembali normal,” kata Direktur Eksekutif DPP PSI, Andy Budiman dalam keterangannya, Sabtu (9/1).

Andy mengatakan partainya juga meminta kepada pemerintah meninjau ulang pola impor kedelai. Ha ini dirasa penting karena banyak pengrajin tempe dan tahu yang mekeluhkan hal tersebut.

Baca Juga :  Pengamat SMRC: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Meningkat

“Mungkin perlu dibuka siapa yang mendapat kuota impor tempe, juga bagaimana sistem distribusinya. Jangan sampai kenaikan harga kedelai kembali terulang. Kebutuhan rakyat yang satu ini harus mendapat perhatian lebih,” katanya.

Seperti diketahui, sempat terjadi mogok produksi 160 ribu perajin tahu-tempe karena meningkatnya harga kedelai dari kisaran Rp 6.500/kg menjadi Rp 9.400/kg.

“Kedelai adalah komoditas penting di Indonesia karena diolah menjadi tahu dan tempe. Sumber protein dengan harga terjangkau terutama untuk kalangan menengah bawah. Pasokan dan harganya seharusnya dapat terus dijaga agar aman,” ujar juru bicara PSI, Kokok Dirgantoro.

Indonesia mengimpor 2,6 juta ton hingga 2,7 juta ton kedelai setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri yang berkisar 3 juta ton di mana dua juta ton bahkan lebih diserap oleh perajin tahu tempe.

Baca Juga :  Lakukan Transformasi Struktur Liabilitas, BRI Mampu Tekan Biaya Dana ke Tingkat Terendah Sepanjang Sejarah

“Mengingat dampak pengganda kedelai ini sangat besar, sudah seharusnya pemerintah mengamankan harga berikut pasokannya,” jelas Kokok. (jawapos)

Tinjau Pola Impor Kedelai

JAKARTA– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah lebih serius mengamankan pasokan dan harga kedelai agar produksi tempe bisa terjaga. Selain itu tidak ragu menindak para pelaku yang mengambil keuntungan secara tidak fair dari situasi kelangkaan kedelai belakangan ini.

“Kami sangat prihatin dengan kenaikan harga kedelai yang luar biasa. Tempe dan tahu banyak dikonsumsi rakyat Indonesia, sumber protein yang terjangkau orang banyak. Karena itu, perlu ada campur tangan pemerintah sehingga pasokan dan harga kedelai kembali normal,” kata Direktur Eksekutif DPP PSI, Andy Budiman dalam keterangannya, Sabtu (9/1).

Andy mengatakan partainya juga meminta kepada pemerintah meninjau ulang pola impor kedelai. Ha ini dirasa penting karena banyak pengrajin tempe dan tahu yang mekeluhkan hal tersebut.

Baca Juga :  Pengusaha Tempe Keluhkan Kenaikan Kedelai

“Mungkin perlu dibuka siapa yang mendapat kuota impor tempe, juga bagaimana sistem distribusinya. Jangan sampai kenaikan harga kedelai kembali terulang. Kebutuhan rakyat yang satu ini harus mendapat perhatian lebih,” katanya.

Seperti diketahui, sempat terjadi mogok produksi 160 ribu perajin tahu-tempe karena meningkatnya harga kedelai dari kisaran Rp 6.500/kg menjadi Rp 9.400/kg.

“Kedelai adalah komoditas penting di Indonesia karena diolah menjadi tahu dan tempe. Sumber protein dengan harga terjangkau terutama untuk kalangan menengah bawah. Pasokan dan harganya seharusnya dapat terus dijaga agar aman,” ujar juru bicara PSI, Kokok Dirgantoro.

Indonesia mengimpor 2,6 juta ton hingga 2,7 juta ton kedelai setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri yang berkisar 3 juta ton di mana dua juta ton bahkan lebih diserap oleh perajin tahu tempe.

Baca Juga :  Presiden Resmikan Dua PLTA, Sistem Kelistrikan Sulawesi Kian Andal dan Hijau

“Mengingat dampak pengganda kedelai ini sangat besar, sudah seharusnya pemerintah mengamankan harga berikut pasokannya,” jelas Kokok. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/