alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

50 Persen Pekerja Manufaktur Dirumahkan, Daya Beli Hilang Rp 40 T

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menuturkan, adanya penurunan daya beli pekerja yang berasal dari sektor industri manufaktur. Bahkan, dikatakan bahwa potensi kehilangan daya beli pekerja sebesar Rp 40 triliun.

Hal tersebut di karenakan dari 17 sub sektor manufaktur, rata-rata utilitas dari ketika pandemi Covid-19 hilang 50 persen. Akibatnya, dari 10 juta tenaga kerja yang dipekerjakan, sebanyak 5 juta orang dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

“Katakan 50 persen artinya 10 juta orang ini bisa saja 5 juta dirumahkan atau 5 juta itu bekerja dengan paruh waktu,” terangnya melalui diskusi daring, Selasa (9/6).

Adapun penghitungan potensi kehilangan sebesar Rp 40 triliun adalah jika satu orang pekerja bekerja selama 8 jam dalam satu hari, maka dalam seminggu bekerja selama 40 jam. Artinya, jika ditambah dengan waktu penerapan PSBB yang sudah lebih dari 10 minggu, berarti terdapat 400 ribu jam kerja.

Baca Juga :  Akselerasi Pemanfaatan Informasi Geospasial dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Daerah yang Berbasis Spasial

Dari situ, 400 ribu jam kerja dikali dengan 10 juta pekerja industri manufaktur, maka akan ada sekitar 4 miliar jam kerja di sektor industri manufaktur yang hilang akibat PSBB. “Jadi kalau itu 10 minggu, kali 40 ribu, itu artinya ada 400 ribu jam kerja, kali 10 juta artinya 4 miliar jam kerja,” tambahnya.

Lalu, apabila para pekerja tersebut dibayar Rp 20 ribu per jam, maka jika dikalikan dengan 4 miliar jam kerja, para pekerja memiliki potensi daya beli sebesar Rp 80 triliun. Namun, karena hanya separuhnya yang bekerja, maka potensi kehilangan menjadi Rp 40 triliun.

“Kalau satu jam kerja itu dibayar dengan Rp 20 ribu saja, artinya yang hilang kira-kira sekitar Rp 80 triliun, lalu dibagi dua karena separuh jadi Rp 40 triliun. Jadi Rp 40 triliun daya beli itu hilang,” tuturnya. (jpc)

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menuturkan, adanya penurunan daya beli pekerja yang berasal dari sektor industri manufaktur. Bahkan, dikatakan bahwa potensi kehilangan daya beli pekerja sebesar Rp 40 triliun.

Hal tersebut di karenakan dari 17 sub sektor manufaktur, rata-rata utilitas dari ketika pandemi Covid-19 hilang 50 persen. Akibatnya, dari 10 juta tenaga kerja yang dipekerjakan, sebanyak 5 juta orang dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

“Katakan 50 persen artinya 10 juta orang ini bisa saja 5 juta dirumahkan atau 5 juta itu bekerja dengan paruh waktu,” terangnya melalui diskusi daring, Selasa (9/6).

Adapun penghitungan potensi kehilangan sebesar Rp 40 triliun adalah jika satu orang pekerja bekerja selama 8 jam dalam satu hari, maka dalam seminggu bekerja selama 40 jam. Artinya, jika ditambah dengan waktu penerapan PSBB yang sudah lebih dari 10 minggu, berarti terdapat 400 ribu jam kerja.

Baca Juga :  Novel Baswedan: Dokter Mata yang Merawat Saya Terbaik di Dunia

Dari situ, 400 ribu jam kerja dikali dengan 10 juta pekerja industri manufaktur, maka akan ada sekitar 4 miliar jam kerja di sektor industri manufaktur yang hilang akibat PSBB. “Jadi kalau itu 10 minggu, kali 40 ribu, itu artinya ada 400 ribu jam kerja, kali 10 juta artinya 4 miliar jam kerja,” tambahnya.

Lalu, apabila para pekerja tersebut dibayar Rp 20 ribu per jam, maka jika dikalikan dengan 4 miliar jam kerja, para pekerja memiliki potensi daya beli sebesar Rp 80 triliun. Namun, karena hanya separuhnya yang bekerja, maka potensi kehilangan menjadi Rp 40 triliun.

“Kalau satu jam kerja itu dibayar dengan Rp 20 ribu saja, artinya yang hilang kira-kira sekitar Rp 80 triliun, lalu dibagi dua karena separuh jadi Rp 40 triliun. Jadi Rp 40 triliun daya beli itu hilang,” tuturnya. (jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/