alexametrics
34 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Pasien Corona Meninggal di Bali

Perempuan, WNA Berusia 53 Tahun

DENPASAR – Pasien ke-25 dari 34 kasus positif di Indonesia dinyatakan meninggal dunia, Rabu (11/3) dinihari. Pasien WNA tersebut seorang perempuan berusia 53 tahun. Dia tertular secara imported case atau karena baru datang dari luar negeri. “Tadi malem sekitar pukul 02 lewat sedikit, pasien 25 meninggal dunia,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu (11/3). Namun Yurianto enggan menyebut dari negara mana pasien tersebut.

Yurianto menegaskan, sejak masuk pasien itu memang sudah punya riwayat penyakit berat. Pasien tersebut punya riwayat penyakit kronis seperti sakit diabetes dan paru-paru. Sehingga pasien tersebut semakin turun imunnya ketika berjuang melawan virus Korona jenis baru.

“Pasien ini masuk RS sudah dalam kondisi sakit berat karena aada faktor penyakit yang mendahului. Diabetes, hipertensi, paru obstruksi menahun,” tegasnya.

Yurianto menegaskan pasien selama perawatan dijaga oleh suaminya. Dan pihaknya sudah melakukan pelacakan kepada siapa kontak pasien semasa hidup.

Pemprov Bali menyatakan, baru mengetahui pasien WNA itu positif Covid 19 setelah meninggal pada 02.45 kemarin.

Pasien tersebut datang ke Bali bersama suaminya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 29 Februari lalu. Kemudian, jatuh sakit dengan gejala demam hingga dibawa ke rumah sakit swasta pada 3 Maret. Karena tidak kunjung sembuh, dirujuklah ke RS Sanglah pada 9 Maret lalu. “Dini hari pukul 02.45 meninggal dunia di rumah sakit Sanglah,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Operasi Ketiga di Usia 21 Tahun, Baru Ingat Belum Punya Akta dan KTP

Menurut Dewa Made Indra, sejatinya hasil laboratorium belum diterima Gubernur Bali atau pemerintah Provinsi Bali. Hanya saja, Dinas Kesehatan Bali telah menkonfirmasi ke pusat bahwa ada pasien dalam kasus pengawasan meninggal dunia. “Setelah data pasien dibuka oleh pusat, ternyata dia adalah dengan nomor kasus 25 yang diumumkan positif Covid 19 pada Rabu lalu.”

Dewa Made Indra mengatakan bahwa wanita asing itu tertular bukan dari Bali.Imported case,” katanya. Dewa menjelaskan, wanita asing itu membawa empat riwayat penyakit, yakni diabetes melitus, hipertensi, hipertiroid, paru menahun dan terakhir riwayatnya sebagai pasien dalam kasus pengawasan Covid 19.

Jenazahnya pun tidak dibawa kembali ke negaranya, melainkan langsung dikremasi di pemakaman Taman Mumbul, Badung pukul 12.30 kemarin (11/3).

Disinggung penyebab kematiannya, Dewa Made Indra tidak bisa memastikan apakah WNA tersebut meninggal karena Covid 19 atau empat penyakit yang sudah lama dia derita.

Anehnya, kenapa pasien tersebut bisa lolos pada pemeriksaan bandara? Dewa Indra menjelaskan bahwa saat pemeriksaan itu suhu tubuhnya normal di bawah 38 derajat Celsius. Jadi, indikatornya hanya pada suhu badan dan ketika normal tidak ada pemeriksaan yang lainnya.

“Dia masuk ke Bali, penyakit ini punya masa inkubasi orang datang itu belum masa inkubasi. Orang ini sudah diperiksa di bandara, tapi temperature tubuhnya di bawah 38 derajat Celsius. Itu artinya pada saat itu belum masa inkubasinya. Karena datang tanggal 29 Februari ada waktu 4 hari masuk tanggal 3 Maret,” terangnya.

Baca Juga :  PPKM Level 3 Batal, Epidemiolog: Perbaiki Strategi Komunikasi Publik!

Sedangkan untuk tindak lanjut pemerintah provinsi Bali, Dewa Made Indra  mengaku sudah melacak orang yang berinteraksi atau sempat kontak dengan pasien. Ada 21 orang orang yang didapat.  Orang itu kontak dari pasien datang ke Bali sampai dirawat di RS Sanglah. Mereka sudah diisolasi di rumah masing-masing dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan juga diambil sampel swab untuk diuji di Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan).

Bahkan, suaminya juga sudah diisolasi di RS Sanglah pada 9 Maret.  Ditegaskan kondisi orang yang sempat berinterkasi dan suaminya saat ini dalam keadaan sehat “Kalau bekerja (orang-orang yang ada kontak ini, red) diistirahatkan kalau bekerja. Mereka tinggal di rumah tidak boleh kontak dengan orang lain. Terus diambil swab untuk uji ulang. Jadi itu sudah dilakukan tujuannya untuk mencegah penyakit secara lebih luas,” jelasnya

“Suami korban dalam keadaan sehat sekarang mengikuti diisolasi karena ini orang yang paling dekat kontaknya, berbeda dengan yang lain yang kontaknya mungkin sebentar tidak sampai 5 menit,” tambahnya. (feb)

Perempuan, WNA Berusia 53 Tahun

DENPASAR – Pasien ke-25 dari 34 kasus positif di Indonesia dinyatakan meninggal dunia, Rabu (11/3) dinihari. Pasien WNA tersebut seorang perempuan berusia 53 tahun. Dia tertular secara imported case atau karena baru datang dari luar negeri. “Tadi malem sekitar pukul 02 lewat sedikit, pasien 25 meninggal dunia,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu (11/3). Namun Yurianto enggan menyebut dari negara mana pasien tersebut.

Yurianto menegaskan, sejak masuk pasien itu memang sudah punya riwayat penyakit berat. Pasien tersebut punya riwayat penyakit kronis seperti sakit diabetes dan paru-paru. Sehingga pasien tersebut semakin turun imunnya ketika berjuang melawan virus Korona jenis baru.

“Pasien ini masuk RS sudah dalam kondisi sakit berat karena aada faktor penyakit yang mendahului. Diabetes, hipertensi, paru obstruksi menahun,” tegasnya.

Yurianto menegaskan pasien selama perawatan dijaga oleh suaminya. Dan pihaknya sudah melakukan pelacakan kepada siapa kontak pasien semasa hidup.

Pemprov Bali menyatakan, baru mengetahui pasien WNA itu positif Covid 19 setelah meninggal pada 02.45 kemarin.

Pasien tersebut datang ke Bali bersama suaminya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 29 Februari lalu. Kemudian, jatuh sakit dengan gejala demam hingga dibawa ke rumah sakit swasta pada 3 Maret. Karena tidak kunjung sembuh, dirujuklah ke RS Sanglah pada 9 Maret lalu. “Dini hari pukul 02.45 meninggal dunia di rumah sakit Sanglah,” terangnya.

Baca Juga :  Sudah 16.500 Jiwa Eksodus ke Jayapura

Menurut Dewa Made Indra, sejatinya hasil laboratorium belum diterima Gubernur Bali atau pemerintah Provinsi Bali. Hanya saja, Dinas Kesehatan Bali telah menkonfirmasi ke pusat bahwa ada pasien dalam kasus pengawasan meninggal dunia. “Setelah data pasien dibuka oleh pusat, ternyata dia adalah dengan nomor kasus 25 yang diumumkan positif Covid 19 pada Rabu lalu.”

Dewa Made Indra mengatakan bahwa wanita asing itu tertular bukan dari Bali.Imported case,” katanya. Dewa menjelaskan, wanita asing itu membawa empat riwayat penyakit, yakni diabetes melitus, hipertensi, hipertiroid, paru menahun dan terakhir riwayatnya sebagai pasien dalam kasus pengawasan Covid 19.

Jenazahnya pun tidak dibawa kembali ke negaranya, melainkan langsung dikremasi di pemakaman Taman Mumbul, Badung pukul 12.30 kemarin (11/3).

Disinggung penyebab kematiannya, Dewa Made Indra tidak bisa memastikan apakah WNA tersebut meninggal karena Covid 19 atau empat penyakit yang sudah lama dia derita.

Anehnya, kenapa pasien tersebut bisa lolos pada pemeriksaan bandara? Dewa Indra menjelaskan bahwa saat pemeriksaan itu suhu tubuhnya normal di bawah 38 derajat Celsius. Jadi, indikatornya hanya pada suhu badan dan ketika normal tidak ada pemeriksaan yang lainnya.

“Dia masuk ke Bali, penyakit ini punya masa inkubasi orang datang itu belum masa inkubasi. Orang ini sudah diperiksa di bandara, tapi temperature tubuhnya di bawah 38 derajat Celsius. Itu artinya pada saat itu belum masa inkubasinya. Karena datang tanggal 29 Februari ada waktu 4 hari masuk tanggal 3 Maret,” terangnya.

Baca Juga :  Jokowi Umumkan 2 WNI Positif Virus Korona, Ibu dan Anak

Sedangkan untuk tindak lanjut pemerintah provinsi Bali, Dewa Made Indra  mengaku sudah melacak orang yang berinteraksi atau sempat kontak dengan pasien. Ada 21 orang orang yang didapat.  Orang itu kontak dari pasien datang ke Bali sampai dirawat di RS Sanglah. Mereka sudah diisolasi di rumah masing-masing dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan juga diambil sampel swab untuk diuji di Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan).

Bahkan, suaminya juga sudah diisolasi di RS Sanglah pada 9 Maret.  Ditegaskan kondisi orang yang sempat berinterkasi dan suaminya saat ini dalam keadaan sehat “Kalau bekerja (orang-orang yang ada kontak ini, red) diistirahatkan kalau bekerja. Mereka tinggal di rumah tidak boleh kontak dengan orang lain. Terus diambil swab untuk uji ulang. Jadi itu sudah dilakukan tujuannya untuk mencegah penyakit secara lebih luas,” jelasnya

“Suami korban dalam keadaan sehat sekarang mengikuti diisolasi karena ini orang yang paling dekat kontaknya, berbeda dengan yang lain yang kontaknya mungkin sebentar tidak sampai 5 menit,” tambahnya. (feb)

Most Read

Artikel Terbaru

/