alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

MTs dan MA Riyadhul Ulum Sungai Pinyuh Terbakar

MEMPAWAH – Musibah kebakaran mengejutkan warga RT 09/RW 06, Jalan Karya Usaha, Sungai Pinyuh. Bangunan MTs dan MA Riyadhul Ulum ludes terbakar, Jumat (11/3) sekitar pukul 04.15 WIB. Diduga, kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu ruangan.

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Ulum, Ustaz Sulhan menceritakan pertama kali mengetahui kebakaran ketika dirinya terbangun dari tidur sekitar pukul 04.30 WIB.

“Saya mendengar suara seperti percikan api. Lalu, saya keluar dari rumah dan melihat api mulai membumbung dari bangunan Kantor MA. Saat itu, api sudah naik dibagian atap,” terang Ustaz Sulhan.

Menurut dia, tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lainnya. Sebab, hanya dalam waktu singkat api sudah merembet ke bangunan lainnya.

“Hanya dalam waktu beberapa menit, api semakin membesar dan menjalar ke bangunan di sampingnya. Sehingga, kobaran api benar-benar tak bisa dikendalikan lagi,” lirihnya.

Baca Juga :  Lantai Tiga Hotel Borneo Terbakar

Lanjut Ustaz Sulhan, hanya dalam waktu kurang lebih satu jam api sudah melalap sedikitnya enam bangunan yang terdiri dari empat ruang kelas dan dua bangunan kantor.

“Upaya pemadaman secara manual hanya untuk menyelamatkan bangunan rumah saya agar tidak ikut terbakar. Sebab, jarak antara rumah dengan bangunan sekolah sangat dekat hanya 2 meter. Alhamdulillah, rumah saya bisa diselamatkan dari musibah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Riyadhul Ulum Sungai Pinyuh, Fuad membenarkan enam bangunan MTs dan MA Riyadhul Ulum ludes terbakar dalam musibah amukan si jago merah itu.

“Enam ruangan yang terbakar terdiri dari 2 bangunan kantor MA dan MTs dan 4 bangunan kelas. Sementara ada dua ruangan yang masih aman dari jangkauan api, karena terpisah dari bangunan lain kurang lebih berjarak 50 meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Putra Siregar Ditangkap Polisi Terkait Kasus Pengeroyokan

Terkait kerugian, Fuad mengaku belum dapat menghitung nominal kerugian yang dialami pihak sekolah dalam musibah tersebut. Namun, dia memastikan bangunan dan aset-aset sekolah tak ada yang dapat diselamatkan.

“Komputer, kulkas dan lainnya semua terbakar. Dan yang paling saya sayangkan itu piala-piala kegiatan siswa semuanya terbakar,” ucapnya.

Lebih jauh, Fuad menuturkan pihaknya masih memikirkan aktivitas sekolah siswa MTs dan MA Riyadhul Ulum pasca musibah kebakaran itu. Terlebih siswa MA yang dalam waktu dekat akan mengikuti ujian.

“Senin nanti, siswa MA akan mengikuti ujian. Kita masih bingung bagaimana untuk ujian dengan kondisi seperti ini. Total jumlah siswa MA sekitar 167 orang dan MTs 100-an orang,” pungkasnya. (wah)

MEMPAWAH – Musibah kebakaran mengejutkan warga RT 09/RW 06, Jalan Karya Usaha, Sungai Pinyuh. Bangunan MTs dan MA Riyadhul Ulum ludes terbakar, Jumat (11/3) sekitar pukul 04.15 WIB. Diduga, kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu ruangan.

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Ulum, Ustaz Sulhan menceritakan pertama kali mengetahui kebakaran ketika dirinya terbangun dari tidur sekitar pukul 04.30 WIB.

“Saya mendengar suara seperti percikan api. Lalu, saya keluar dari rumah dan melihat api mulai membumbung dari bangunan Kantor MA. Saat itu, api sudah naik dibagian atap,” terang Ustaz Sulhan.

Menurut dia, tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lainnya. Sebab, hanya dalam waktu singkat api sudah merembet ke bangunan lainnya.

“Hanya dalam waktu beberapa menit, api semakin membesar dan menjalar ke bangunan di sampingnya. Sehingga, kobaran api benar-benar tak bisa dikendalikan lagi,” lirihnya.

Baca Juga :  Kenang, Kenanglah Nanggala…

Lanjut Ustaz Sulhan, hanya dalam waktu kurang lebih satu jam api sudah melalap sedikitnya enam bangunan yang terdiri dari empat ruang kelas dan dua bangunan kantor.

“Upaya pemadaman secara manual hanya untuk menyelamatkan bangunan rumah saya agar tidak ikut terbakar. Sebab, jarak antara rumah dengan bangunan sekolah sangat dekat hanya 2 meter. Alhamdulillah, rumah saya bisa diselamatkan dari musibah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Riyadhul Ulum Sungai Pinyuh, Fuad membenarkan enam bangunan MTs dan MA Riyadhul Ulum ludes terbakar dalam musibah amukan si jago merah itu.

“Enam ruangan yang terbakar terdiri dari 2 bangunan kantor MA dan MTs dan 4 bangunan kelas. Sementara ada dua ruangan yang masih aman dari jangkauan api, karena terpisah dari bangunan lain kurang lebih berjarak 50 meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Nasib PPPK Tidak Jelas

Terkait kerugian, Fuad mengaku belum dapat menghitung nominal kerugian yang dialami pihak sekolah dalam musibah tersebut. Namun, dia memastikan bangunan dan aset-aset sekolah tak ada yang dapat diselamatkan.

“Komputer, kulkas dan lainnya semua terbakar. Dan yang paling saya sayangkan itu piala-piala kegiatan siswa semuanya terbakar,” ucapnya.

Lebih jauh, Fuad menuturkan pihaknya masih memikirkan aktivitas sekolah siswa MTs dan MA Riyadhul Ulum pasca musibah kebakaran itu. Terlebih siswa MA yang dalam waktu dekat akan mengikuti ujian.

“Senin nanti, siswa MA akan mengikuti ujian. Kita masih bingung bagaimana untuk ujian dengan kondisi seperti ini. Total jumlah siswa MA sekitar 167 orang dan MTs 100-an orang,” pungkasnya. (wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/