alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Upaya Pemerintah Kota Pontianak Merawat Pohon

Dinas Terkait, Para Camat dan Lurah Rutin Monitor di Lapangan

Pohon menjadi bagian penting dalam kehidupan. Banyak kegunaan dan manfaat pohon. Selain memproduksi oksigen, pohon juga menyerap karbondioksida serta gas-gas beracun lain. Pohon pun berfungsi untuk keindahan dan keasrian lingkungan sehingga membuat siapapun merasa nyaman. Oleh sebab itu, mengingat fungsi pohon yang sangat vital bagi makhluk hidup dan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya menjaga dan merawat pohon-pohon yang ada.

WALI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemkot Pontianak berkewajiban memelihara dan merawat pohon-pohon tersebut. Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, para camat dan lurah supaya rutin memonitor di lapangan terhadap pepohonan yang ada.

Ada beberapa kategori pohon, yakni pohon yang baru ditanam, sedang tumbuh, sudah tinggi, pohon mati dan pohon dalam kondisi rawan. Monitoring pepohonan menjadi tugas rutin dinas terkait. Informasi dari masyarakat terkait kondisi pohon-pohon yang ada juga tak kalah pentingnya.

“Misalnya ada pohon tinggi, masyarakat khawatir dan meminta untuk dipangkas. Lalu akan dilakukan pengecekan di lapangan dan diambil tindakan selanjutnya,” ujarnya saat meninjau kondisi pepohonan di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (11/6).

Baca Juga :  SIAGA! BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan Februari dan Maret

Dia menambahkan, dalam menjaga pohon agar tetap tumbuh dengan optimal, maka harus dilakukan perawatan dengan rutin disiram dan bila perlu diberi pupuk. Dalam menanam pohon, lanjutnya, jangan berpikir hasilnya, tetapi bagaimana pohon itu bisa tumbuh bagus dan subur.

Edi yakin hampir semua orang setuju dengan banyaknya pepohonan. Memang diakuinya masih ada titik-titik lokasi di kota ini yang belum ditanami pohon. Untuk itu pihaknya terus berupaya memperbanyak pepohonan di penjuru Kota Pontianak.

“Dari 100 orang yang ditanya dengan adanya pohon-pohon, dipastikan 90 persen di antaranya menyatakan lebih nyaman ada pohon. Makanya setiap orang yang datang ke Pontianak mereka apresiasi karena banyaknya pohon,” tukasnya.

Keberadaan pohon-pohon ini juga melengkapi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pontianak yang sekarang sudah mencapai 36 persen. Ketersediaan RTH juga menjadi syarat yang harus dipenuhi sebuah kota. Demikian pula RT dan RW memiliki minimal 30 persen RTH.

“Secara tidak langsung ini akan mendongkrak Indeks Kebahagiaan warga kota dan menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Layak Huni,” jelas Edi.

Masalah pepohonan ini sebelumnya juga menjadi atensi Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Ia meminta instansi terkait rutin melakukan monitoring pohon, khususnya terhadap ranting, dahan atau akar yang mulai lapuk. Jika pohon terlihat rimbun dan berada di lokasi rawan, seperti tepian jalan utama, hendaknya segera dipangkas.

Baca Juga :  WR 155 Cocok di Area Kebun Sawit Kalbar

Apabila ada yang rawan patah atau tumbang, ia meminta agar penanganan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan. “Apakah ditebang, atau dipindah, tentu teknisnya Bidang Pertamanan lebih paham,” ujarnya.

Satar mengakui, menebang atau memangkas pohon di Kota Pontianak tidak bisa sembarangan. Ada prosedur yang harus dilewati sebagaimana diatur dalam peraturan wali kota. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi pepohonan, guna menciptakan Kota Pontianak menjadi teduh dan sejuk.

Upaya ini dinilai cukup berhasil. Ia tidak memungkiri saat ini Kota Pontianak semakin hijau dengan keberadaan pepohonan yang semakin teduh di tepian jalan. Menurut Satar, Pontianak rawan terjangan angin puting beliung. Selain memporak-porandakan atap rumah warga, puting beliung juga kerap menyasar pohon dan ranting yang lapuk.  Seperti kejadian baru-baru ini, ada pohon tumbang yang menimpa mobil warga. Kejadian seperti diharapkan dapat diantisipasi supaya tidak lagi terulang di kemudian hari. (*)

Dinas Terkait, Para Camat dan Lurah Rutin Monitor di Lapangan

Pohon menjadi bagian penting dalam kehidupan. Banyak kegunaan dan manfaat pohon. Selain memproduksi oksigen, pohon juga menyerap karbondioksida serta gas-gas beracun lain. Pohon pun berfungsi untuk keindahan dan keasrian lingkungan sehingga membuat siapapun merasa nyaman. Oleh sebab itu, mengingat fungsi pohon yang sangat vital bagi makhluk hidup dan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya menjaga dan merawat pohon-pohon yang ada.

WALI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemkot Pontianak berkewajiban memelihara dan merawat pohon-pohon tersebut. Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, para camat dan lurah supaya rutin memonitor di lapangan terhadap pepohonan yang ada.

Ada beberapa kategori pohon, yakni pohon yang baru ditanam, sedang tumbuh, sudah tinggi, pohon mati dan pohon dalam kondisi rawan. Monitoring pepohonan menjadi tugas rutin dinas terkait. Informasi dari masyarakat terkait kondisi pohon-pohon yang ada juga tak kalah pentingnya.

“Misalnya ada pohon tinggi, masyarakat khawatir dan meminta untuk dipangkas. Lalu akan dilakukan pengecekan di lapangan dan diambil tindakan selanjutnya,” ujarnya saat meninjau kondisi pepohonan di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (11/6).

Baca Juga :  Rencana Pelaminan Dihambat, Pemuda Nekat Gantung Diri

Dia menambahkan, dalam menjaga pohon agar tetap tumbuh dengan optimal, maka harus dilakukan perawatan dengan rutin disiram dan bila perlu diberi pupuk. Dalam menanam pohon, lanjutnya, jangan berpikir hasilnya, tetapi bagaimana pohon itu bisa tumbuh bagus dan subur.

Edi yakin hampir semua orang setuju dengan banyaknya pepohonan. Memang diakuinya masih ada titik-titik lokasi di kota ini yang belum ditanami pohon. Untuk itu pihaknya terus berupaya memperbanyak pepohonan di penjuru Kota Pontianak.

“Dari 100 orang yang ditanya dengan adanya pohon-pohon, dipastikan 90 persen di antaranya menyatakan lebih nyaman ada pohon. Makanya setiap orang yang datang ke Pontianak mereka apresiasi karena banyaknya pohon,” tukasnya.

Keberadaan pohon-pohon ini juga melengkapi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pontianak yang sekarang sudah mencapai 36 persen. Ketersediaan RTH juga menjadi syarat yang harus dipenuhi sebuah kota. Demikian pula RT dan RW memiliki minimal 30 persen RTH.

“Secara tidak langsung ini akan mendongkrak Indeks Kebahagiaan warga kota dan menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Layak Huni,” jelas Edi.

Masalah pepohonan ini sebelumnya juga menjadi atensi Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Ia meminta instansi terkait rutin melakukan monitoring pohon, khususnya terhadap ranting, dahan atau akar yang mulai lapuk. Jika pohon terlihat rimbun dan berada di lokasi rawan, seperti tepian jalan utama, hendaknya segera dipangkas.

Baca Juga :  Dukung Kesetaraan Gender, BRI Raih Penghargaan UN Women 2021: Community Engagement & Partnership

Apabila ada yang rawan patah atau tumbang, ia meminta agar penanganan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan. “Apakah ditebang, atau dipindah, tentu teknisnya Bidang Pertamanan lebih paham,” ujarnya.

Satar mengakui, menebang atau memangkas pohon di Kota Pontianak tidak bisa sembarangan. Ada prosedur yang harus dilewati sebagaimana diatur dalam peraturan wali kota. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi pepohonan, guna menciptakan Kota Pontianak menjadi teduh dan sejuk.

Upaya ini dinilai cukup berhasil. Ia tidak memungkiri saat ini Kota Pontianak semakin hijau dengan keberadaan pepohonan yang semakin teduh di tepian jalan. Menurut Satar, Pontianak rawan terjangan angin puting beliung. Selain memporak-porandakan atap rumah warga, puting beliung juga kerap menyasar pohon dan ranting yang lapuk.  Seperti kejadian baru-baru ini, ada pohon tumbang yang menimpa mobil warga. Kejadian seperti diharapkan dapat diantisipasi supaya tidak lagi terulang di kemudian hari. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/