alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Meningkatkan Jumlah Perusahaan Rintisan Adalah Salah Satu Upaya Pemerintah Ciptakan Generasi Muda Talenta Digital Hadapi Era Industri 4.0

JAKARTA – Dalam rangka meraih cita-cita Indonesia menjadi negara maju, transformasi perekonomian melalui pengembangan ekonomi berbasis digital dan peningkatan jumlah dan kualitas dari sektor manufaktur yang juga diiringi peningkatan start-up atau perusahaan rintisan menjadi hal yang harus dilakukan.

Untuk mendukung peningkatan jumlah perusahaan rintisan berbasis teknologi, Pemerintah telah memiliki Program PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dimana perusahaan rintisan terpilih, akan menerima sejumlah insentif pendanaan dan pembinaan. Pemerintah juga memiliki beberapa Science Techno Park (STP) potensial yang tersebar di sejumlah daerah dan disediakan pula inkubasi bisnis rintisan di berbagai STP tersebut agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan menjadi produk massal.

Para pendiri start-up merupakan pahlawan masa kini, karena dapat membantu Indonesia untuk memaksimalkan potensi bonus demografi yang akan dialami dalam 10 hingga 20 tahun ke depan melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi Generasi Y atau Generasi Milenial dan Generasi Z.

Baca Juga :  Akselerasi Making Indonesia 4.0 Ditopang oleh Peningkatan dan Daya Saing Industri

“Bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan masa kini yang berasal dari generasi muda  terutama untuk bertransformasi di era industri 4.0, ini bukan lagi berperang secara fisik tetapi dengan mengedepankan ide, karakter/kepribadian yang kuat, kritis serta positif, dan inovatif di dalam dunia baru yaitu dunia digital, artificial intelligence, crypto, cloud, dan inovasi berbasis teknologi lainnya,” ujar Menteri Koordinator

Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (10/11), dalam sambutannya pada acara Zoominar Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan dengan tema “Pahlawan Era Revolusi Industri 4.0.” yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Depok bekerja sama dengan Djogja Gotong Royong (DGR).

Generasi muda harus siap dengan perubahan menjadi lebih modern, dari manual menuju instan dengan bantuan peralatan canggih serta teknologi cyber dan otomasi yang dapat mempermudah kehidupan masyarakat dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas suatu lingkungan kerja yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha/industri.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Tinjau Ulang

Dengan demikian generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kemahiran digital dengan menjadi talenta-talenta digital yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri, serta mampu memanfaatkan talenta digitalnya dan berperan sebagai job creator.

Sampai dengan tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Pemerintah terus mendukung upaya pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.

Pemanfaatan talenta digital juga akan berfungsi sebagai akselerator bagi wirausaha. Upaya pengembangan keterampilan digital diproyeksikan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030.

Turut hadir dalam zoominar ini diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo, para mahasiswa serta aktivis. (ag/fsr)

JAKARTA – Dalam rangka meraih cita-cita Indonesia menjadi negara maju, transformasi perekonomian melalui pengembangan ekonomi berbasis digital dan peningkatan jumlah dan kualitas dari sektor manufaktur yang juga diiringi peningkatan start-up atau perusahaan rintisan menjadi hal yang harus dilakukan.

Untuk mendukung peningkatan jumlah perusahaan rintisan berbasis teknologi, Pemerintah telah memiliki Program PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dimana perusahaan rintisan terpilih, akan menerima sejumlah insentif pendanaan dan pembinaan. Pemerintah juga memiliki beberapa Science Techno Park (STP) potensial yang tersebar di sejumlah daerah dan disediakan pula inkubasi bisnis rintisan di berbagai STP tersebut agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan menjadi produk massal.

Para pendiri start-up merupakan pahlawan masa kini, karena dapat membantu Indonesia untuk memaksimalkan potensi bonus demografi yang akan dialami dalam 10 hingga 20 tahun ke depan melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi Generasi Y atau Generasi Milenial dan Generasi Z.

Baca Juga :  Pemerintah Kembali Kaji Penerapan Tes PCR sebagai Syarat Penerbangan

“Bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan masa kini yang berasal dari generasi muda  terutama untuk bertransformasi di era industri 4.0, ini bukan lagi berperang secara fisik tetapi dengan mengedepankan ide, karakter/kepribadian yang kuat, kritis serta positif, dan inovatif di dalam dunia baru yaitu dunia digital, artificial intelligence, crypto, cloud, dan inovasi berbasis teknologi lainnya,” ujar Menteri Koordinator

Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (10/11), dalam sambutannya pada acara Zoominar Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan dengan tema “Pahlawan Era Revolusi Industri 4.0.” yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Depok bekerja sama dengan Djogja Gotong Royong (DGR).

Generasi muda harus siap dengan perubahan menjadi lebih modern, dari manual menuju instan dengan bantuan peralatan canggih serta teknologi cyber dan otomasi yang dapat mempermudah kehidupan masyarakat dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas suatu lingkungan kerja yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha/industri.

Baca Juga :  Pemerintah Larang Ekspor Semua Produk CPO dan Turunannya

Dengan demikian generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kemahiran digital dengan menjadi talenta-talenta digital yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri, serta mampu memanfaatkan talenta digitalnya dan berperan sebagai job creator.

Sampai dengan tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Pemerintah terus mendukung upaya pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.

Pemanfaatan talenta digital juga akan berfungsi sebagai akselerator bagi wirausaha. Upaya pengembangan keterampilan digital diproyeksikan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030.

Turut hadir dalam zoominar ini diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo, para mahasiswa serta aktivis. (ag/fsr)

Most Read

Artikel Terbaru

/