alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Super Puma Masuk Hanggar, Caracal Jadi Helikopter Kepresidenan

Panjang 19,5 meter, Miliki Daya Angkut 2.200 Kilogram

Helikopter kepresidenan bakal diganti sementara. Pasalnya, helikopter Super Puma yang biasa digunakan Presiden Joko Widodo harus masuk hanggar untuk menjalani tahap pemeliharaan. Sebagai gantinya, TNI-AU menyiapkan Helikopter jenis EC-725 AP/Caracal.

—–

Presiden Joko Widodo menyempatkan mengecek calon tunggangan barunya tersebut sesaat sebelum lepas landas menuju Abu Dhabi di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (12/1). ”Beliau melihat situasi di dalam pesawat, termasuk menanyakan masalah safety,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang turut mengantar keberangkatan Presiden ke Abu Dhabi.

Caracal merupakan helikopter angkut serbaguna berukuran sedang yang dibuat pabrikan Airbus Helicopters, Prancis. Dengan panjang mencapai 19,5 meter, Helikopter Caracal memiliki daya angkut hingga 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap.

Baca Juga :  Meningkatkan Jumlah Perusahaan Rintisan Adalah Salah Satu Upaya Pemerintah Ciptakan Generasi Muda Talenta Digital Hadapi Era Industri 4.0

Helikopter yang bisa diawaki enam orang itu memiliki kecepatan naik 1.670 kaki/menit dengan kecepatan maksimum 175 knots atau setara 324 km/jam. Sedangkan kecepatan jelajahnya 152 knots atau 281,5 km/jam. Caracal juga mampu terbang hingga ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nautical mile.

Panglima menegaskan, Helikopter berjenis EC-725 AP/Caracal tersebut hanya digunakan sementara sampai helikopter Super Puma TNI-AU siap dipakai lagi. Dia tidak bisa memastikan berapa waktu yang dibutuhkan selama masa perawatan. Agar tidak menganggu agenda kenegaraan, TNI harus menyiapkan alternatifnya.

Saat dilaporkan terkait dengan keamanan dan kenyamanannya, lanjut dia, Presiden Jokowi cukup puas. “Beliau menyampaikan bahwa untuk interiornya seperti ini saja seandainya digunakan oleh Presiden,” jelas Hadi. (far/oni)

Baca Juga :  Adik Atut Cuci Uang Setengah Triliun

Panjang 19,5 meter, Miliki Daya Angkut 2.200 Kilogram

Helikopter kepresidenan bakal diganti sementara. Pasalnya, helikopter Super Puma yang biasa digunakan Presiden Joko Widodo harus masuk hanggar untuk menjalani tahap pemeliharaan. Sebagai gantinya, TNI-AU menyiapkan Helikopter jenis EC-725 AP/Caracal.

—–

Presiden Joko Widodo menyempatkan mengecek calon tunggangan barunya tersebut sesaat sebelum lepas landas menuju Abu Dhabi di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (12/1). ”Beliau melihat situasi di dalam pesawat, termasuk menanyakan masalah safety,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang turut mengantar keberangkatan Presiden ke Abu Dhabi.

Caracal merupakan helikopter angkut serbaguna berukuran sedang yang dibuat pabrikan Airbus Helicopters, Prancis. Dengan panjang mencapai 19,5 meter, Helikopter Caracal memiliki daya angkut hingga 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap.

Baca Juga :  Atap Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Helikopter yang Terbang Rendah

Helikopter yang bisa diawaki enam orang itu memiliki kecepatan naik 1.670 kaki/menit dengan kecepatan maksimum 175 knots atau setara 324 km/jam. Sedangkan kecepatan jelajahnya 152 knots atau 281,5 km/jam. Caracal juga mampu terbang hingga ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nautical mile.

Panglima menegaskan, Helikopter berjenis EC-725 AP/Caracal tersebut hanya digunakan sementara sampai helikopter Super Puma TNI-AU siap dipakai lagi. Dia tidak bisa memastikan berapa waktu yang dibutuhkan selama masa perawatan. Agar tidak menganggu agenda kenegaraan, TNI harus menyiapkan alternatifnya.

Saat dilaporkan terkait dengan keamanan dan kenyamanannya, lanjut dia, Presiden Jokowi cukup puas. “Beliau menyampaikan bahwa untuk interiornya seperti ini saja seandainya digunakan oleh Presiden,” jelas Hadi. (far/oni)

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla Saat Kemarau, Kalbar Dibantu Tujuh Helikopter

Most Read

Artikel Terbaru

/