alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Sudah 12 Pegawai KPK Mundur

KPK Abadikan Nama Dua Mahasiswa

Buntut Revisi UU KPK

JAKARTA – Sejak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi berlaku 17 Oktober lalu, sudah ada 12 pegawai KPK yang mengundurkan diri. Berkas pengunduran diri itu sudah sampai ke tangan pimpinan. ”Mudah-mudahan jangan tambah (pegawai) yang mau keluar,” ungkap Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, kemarin.

Saut mengaku tidak bisa menghalangi pegawai yang mengundurkan diri dari KPK. Menurutnya, itu adalah pilihan setiap pegawai. ”Mungkin dia (pegawai) nyaman di tempat lain,” terangnya. Saut juga tidak bisa menyebut siapa saja pegawai yang mengundurkan diri itu.

Apakah alasan pengunduran diri itu terkait dengan peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN), Saut enggan membeberkan. ”Saya nggak bisa sebut, ya,” ujarnya. Menurutnya, sampai saat ini proses peralihan pegawai menjadi ASN masih terus berjalan.

Sejak UU No. 19/2019 berlaku, peralihan itu ditangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Hardianto Harefa. ”Kalau by definition (UU KPK No. 19/2019) itu kan bertahap sampai dua tahun, tapi ini proses sudah jalan,” katanya.

Terpisah, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengatakan alih status itu berlangsung sekaligus. “Semua lah. Langsung. Masa nyicil,” katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (12/12).

Dia mengatakan pengalihan status kepegawaian itu diharapkan selesai ketika pimpinan baru KPK dilantik. Terkait adanya gelombang pengunduran diri para pegawai KPK, Tjahjo mengatakan itu adalah hak masing-masing. Pegawai KPK dipersilakan untuk tetap bertahan sebagai ASN atau keluar.

Baca Juga :  Presentasi di UNICEF, Tembus Harvard

Mengenai hak kesejahteraan atau gaji, Tjahjo berharap tetap berlaku seperti semula. Jadi meskipun nanti pegawai KPK menjadi ASN, hak atau besaran penghasilannya sama seperti saat ini. Tidak ada yang berkurang.

 Abadikan Nama Mahasiswa  

Sementara itu, KPK menunjukkan apresiasi yang tinggi atas perjuangan mahasiswa. Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal saat aksi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu diberikan tempat istimewa. Nama keduanya diabadikan menjadi nama ruangan di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center) KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menilai Randy dan Yusuf adalah pahlawan. Perjuangan kedua mahasiswa dalam aksi membela pelemahan KPK pada 26 September itu pun harus terus diingat dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi. ”Kami ingin ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randy dan Yusuf,” ujar Agus, kemarin (12/12).

Penghargaan itu disampaikan langsung kepada keluarga Randy-Yusuf. Keluarga korban datang dari Sulawesi Tenggara ke Jakarta untuk menuntut keadilan. Sebelum menyambangi KPK, rombongan keluarga lebih dulu mengadu ke Komisi III DPR, Ombudsman dan Komnas HAM selama dua hari berturut-turut. Yakni Selasa (10/12) dan Rabu (11/12).

Baca Juga :  Anggar Kalbar Kembali Tambah Perunggu di Nomor Sabel Beregu

Selama di Jakarta, para keluarga korban didampingi pegiat HAM dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan koalisi masyarakat sipil yang meliputi Amnesty International, Kontras serta LBH Jakarta. Di KPK, kedatangan para keluarga korban tidak hanya disambut pimpinan, tapi juga para pegawai senior KPK dan pejabat struktural.

Ayah Randy, La Sali berharap penanganan kasus penembakan anaknya terus diperjuangkan. ”Semoga masalah ini tetap diperjuangkan agar generasi ke depan tidak takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujarnya. Senada dengan keluarga Randy, ibu Yusuf, Endang Yulida berharap pembunuh anaknya cepat terungkap. ”Kenapa pelakunya (pembunuh Yusuf) belum terungkap,” kata Endang.

Endang pun berpesan kepada aparat dan pihak yang bertanggung jawab menuntaskan kasus penembakan Yusuf untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan kemanusiaan. ”Karena mungkin hanya dengan hati, mereka (pihak terkait) akan lebih terketuk untuk mengungkap secara transparan,” tuturnya dengan suara terisak.

Sejauh ini, kepolisian baru menetapkan seorang polisi berpangkat brigadir sebagai tersangka tunggal dalam peristiwa penembakan itu. Pelaku disangka melakukan penembakan terhadap Randy. Sementara pelaku pembunuhan Yusuf masih suram sampai detik ini. (wan/tyo)

KPK Abadikan Nama Dua Mahasiswa

Buntut Revisi UU KPK

JAKARTA – Sejak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi berlaku 17 Oktober lalu, sudah ada 12 pegawai KPK yang mengundurkan diri. Berkas pengunduran diri itu sudah sampai ke tangan pimpinan. ”Mudah-mudahan jangan tambah (pegawai) yang mau keluar,” ungkap Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, kemarin.

Saut mengaku tidak bisa menghalangi pegawai yang mengundurkan diri dari KPK. Menurutnya, itu adalah pilihan setiap pegawai. ”Mungkin dia (pegawai) nyaman di tempat lain,” terangnya. Saut juga tidak bisa menyebut siapa saja pegawai yang mengundurkan diri itu.

Apakah alasan pengunduran diri itu terkait dengan peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN), Saut enggan membeberkan. ”Saya nggak bisa sebut, ya,” ujarnya. Menurutnya, sampai saat ini proses peralihan pegawai menjadi ASN masih terus berjalan.

Sejak UU No. 19/2019 berlaku, peralihan itu ditangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Hardianto Harefa. ”Kalau by definition (UU KPK No. 19/2019) itu kan bertahap sampai dua tahun, tapi ini proses sudah jalan,” katanya.

Terpisah, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengatakan alih status itu berlangsung sekaligus. “Semua lah. Langsung. Masa nyicil,” katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (12/12).

Dia mengatakan pengalihan status kepegawaian itu diharapkan selesai ketika pimpinan baru KPK dilantik. Terkait adanya gelombang pengunduran diri para pegawai KPK, Tjahjo mengatakan itu adalah hak masing-masing. Pegawai KPK dipersilakan untuk tetap bertahan sebagai ASN atau keluar.

Baca Juga :  LAKI: KPK Harus Jelaskan ke Masyarakat Giat di Kalbar, Terkait Penggeledahan Kantor PT Simba

Mengenai hak kesejahteraan atau gaji, Tjahjo berharap tetap berlaku seperti semula. Jadi meskipun nanti pegawai KPK menjadi ASN, hak atau besaran penghasilannya sama seperti saat ini. Tidak ada yang berkurang.

 Abadikan Nama Mahasiswa  

Sementara itu, KPK menunjukkan apresiasi yang tinggi atas perjuangan mahasiswa. Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal saat aksi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu diberikan tempat istimewa. Nama keduanya diabadikan menjadi nama ruangan di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center) KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menilai Randy dan Yusuf adalah pahlawan. Perjuangan kedua mahasiswa dalam aksi membela pelemahan KPK pada 26 September itu pun harus terus diingat dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi. ”Kami ingin ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randy dan Yusuf,” ujar Agus, kemarin (12/12).

Penghargaan itu disampaikan langsung kepada keluarga Randy-Yusuf. Keluarga korban datang dari Sulawesi Tenggara ke Jakarta untuk menuntut keadilan. Sebelum menyambangi KPK, rombongan keluarga lebih dulu mengadu ke Komisi III DPR, Ombudsman dan Komnas HAM selama dua hari berturut-turut. Yakni Selasa (10/12) dan Rabu (11/12).

Baca Juga :  PPKM Darurat, Rumah Ibadah di Zona Merah dan Oranye Tutup Sementara

Selama di Jakarta, para keluarga korban didampingi pegiat HAM dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan koalisi masyarakat sipil yang meliputi Amnesty International, Kontras serta LBH Jakarta. Di KPK, kedatangan para keluarga korban tidak hanya disambut pimpinan, tapi juga para pegawai senior KPK dan pejabat struktural.

Ayah Randy, La Sali berharap penanganan kasus penembakan anaknya terus diperjuangkan. ”Semoga masalah ini tetap diperjuangkan agar generasi ke depan tidak takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujarnya. Senada dengan keluarga Randy, ibu Yusuf, Endang Yulida berharap pembunuh anaknya cepat terungkap. ”Kenapa pelakunya (pembunuh Yusuf) belum terungkap,” kata Endang.

Endang pun berpesan kepada aparat dan pihak yang bertanggung jawab menuntaskan kasus penembakan Yusuf untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan kemanusiaan. ”Karena mungkin hanya dengan hati, mereka (pihak terkait) akan lebih terketuk untuk mengungkap secara transparan,” tuturnya dengan suara terisak.

Sejauh ini, kepolisian baru menetapkan seorang polisi berpangkat brigadir sebagai tersangka tunggal dalam peristiwa penembakan itu. Pelaku disangka melakukan penembakan terhadap Randy. Sementara pelaku pembunuhan Yusuf masih suram sampai detik ini. (wan/tyo)

Most Read

Artikel Terbaru

/