alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Presiden Akui Data Bansos Belum Tuntas

Janji Tahap Kedua Lebih Baik

JAKARTA – Problem pendataan penerima bansos pandemi Covid-19 yang tak kunjung tuntas diakui oleh Presiden Joko Widodo. Meskipun demikian, dia menjanjikan pemerintah akan memperkuat data pada penyaluran tahap kedua. Sehingga penyaluran bansos bisa lebih merata kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Presiden usai meninjau penyaluran bansos tunai di Kantor Pos Kota bogor kemarin (13/4). Kantor pos tersebut terletak di sisi barat kompleks Kebun Raya Bogor. Hanya sepelemparan batu dari paviliun Presiden di kompleks Istana kepresidenan Bogor.

Menurut presiden, pendataan penerima bantguan di tahap pertama memang belum selesai 100 persen. Di Kota Bogor kemarin adalah hari terakhir penyaluran bantuan tahap pertama. ’’Di tempat lain yang saya cek memang misalnya BLT desa itu yang diterima masyarakat kurang lebih baru 10 persen,’’ terangnya.

Karena itu, dia mendorong masyarakat untuk menunggu dan menanyakan kepada aparat di desa masing-masing. baik RT, RW, maupun kantor desa. Sehingga data mereka bisa disusulkan sebagai penerima bansos. Karena masih ada cadangan untuk menyelesaikan (data) yang belum mendapatkan,’’ lanjut mantan wali kota Solo itu.

Presiden mengatakan, kerjasama pemerintah pusat dan daerah sampai ke desa sudah sangat baik. meskipun demikian, karena dampak pandemi merupakan hal yang mendadak, maka memang masih ada beberapa hal terkait data yang masih belum bisa diperbaiki. ’’Tapi saya kira nanti pada tahapan kedua bulan depan Insya Allah sudah akan lebih baik lagi,’’ tuturnya.

Cukup banyak jenis bantuan yang diberikan. Mulai PKH, kartu sembako, BPNT, BLT desa, bansos tunai, dan jenis bantuan lainnya. tidak hanya yang berasal dari APBN, ndamun juga dari APBD. Harapannya, bansos tersebut mampu menjangkau 55 persen penduduk Indonesia atau sekitar 145 juta orang yang merasakan manfaatnya. Dengan bansos tersebut, diharapkan tingkat konsumsi masyarakat tetap bisa dijaga sampai perekonomian bisa pulih kembali

Baca Juga :  Hadiri Pertemuan KTT COP26 di Roma, Pemimpin Negara Bahas Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

Sementara itu, Mensos Juliari Batubara menjelaskan, penyaluran tahap pertama yang sudah selesai akan langsung disambung dengan tahap kedua. Nilainya sama, Rp 600 ribu. ’’Kami berharap sebelum lebaran Idul Fitri sebagian besar penerima sudah 2 kali menerima bansos tunai, yaitu 2 kali Rp 600 ribu,’’ ujarnya. Sehingga, setelah Idul Fitri tinggal penyaluran sekali lagi.

Meskipun demikian, dia mengakui tidak bsia merata karena bergantung pada kesulitan penyaluran di masing-masing daerah. pihaknya sudah berkomunikasi dnegan pemda agar warga yang perlu bantuan namun belum terdata segera dimasukkan ke tahap kedua. ’’Kami juga pasti akan mengakomodasi,’’ lanjutnya.

Sebagaimana presiden, Juliari mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam pendataan di tahap pertama. Tidak sedikit pula yang tupang tindih. Meskipun demikian, dia meyakinkan bahwa  pada penyaluran tahap kedua pendataan sudah lebih baik.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Pepen Nazaruddin menambahkan, hanya tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor yang akan mendapat bansos sembako senilai Rp 600 ribu ini. Sementara warga di luar tujuh kecamatan tersebut akan mendapat bantuan sosial tunai dengan nilai yang sama.

Baca Juga :  GeNose, setelah Perjalanan Panjang lewat Ribuan Sampel Napas

Pepen menjelaskan, untuk penerima bansos sembako di Kabupaten Bogor datanya berasal dari pendataan pemerintah kabupaten. Sehingga memudahkan kemensos untuk dapat langsung manyalurkan bantuan. Menurutnya, dengan data yang terus diperbarui maka distribusi sembako bisa lebih tepat sasaran.

”Kebetulan pemerintah daerah di Kabupaten Bogor ini cukup bagus datanya jadi update,” ujar Pepen di kantor Kelurahan Pakansari, kemarin (13/5).

Adapun penyaluran sembako ditempuh melalui perantara pengurus RT/RW setempat, dengan tetap mengikuti aturan pemerintah guna menghindari warga berkumpul. Setelahnya, sembako diantarkan langsung ke masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). Bansos sembako Presiden melalui Kementerian Sosial untuk Kelurahan Pakansari disalurkan sebanyak 1.631 paket. Bansos sembako ini merupakan tahap pertama untuk wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Dia melanjutkan, penyaluran ini juga linier dengan penyaluan bantuan sosial tunai (BST) untuk warga di luar tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor yang berdekatan dengan Jakarta. Di mana, indeks bansosnya dengan penerima bantuan sembako. Yakni, Rp 600 ribu per bulan untuk April-Juni 2020.

Sebagai informasi, untuk bansos sembako tahap pertama untuk DKI Jakarta sudah mencapai 100 persen. bansos telah disalurkan pada 955.312 KPM. Kemensos masih menunggu 300 ribu data tambahan dari Gubernur DKI JAkarta. Sedangkan untuk Bodatabek, dari 516.407 KPM sasaran, baru 124.151 KPM yang mendapat bansos sembako tersebut.

Sementara, untuk BST baru mencapai 15, 67 persen dari sekitar 7 juta KPM di seluruh Indonesia. Pemerintah telah bekerja sama dengan Himbara dan PT Pos untuk penyalurannya. (byu/mia)

Janji Tahap Kedua Lebih Baik

JAKARTA – Problem pendataan penerima bansos pandemi Covid-19 yang tak kunjung tuntas diakui oleh Presiden Joko Widodo. Meskipun demikian, dia menjanjikan pemerintah akan memperkuat data pada penyaluran tahap kedua. Sehingga penyaluran bansos bisa lebih merata kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Presiden usai meninjau penyaluran bansos tunai di Kantor Pos Kota bogor kemarin (13/4). Kantor pos tersebut terletak di sisi barat kompleks Kebun Raya Bogor. Hanya sepelemparan batu dari paviliun Presiden di kompleks Istana kepresidenan Bogor.

Menurut presiden, pendataan penerima bantguan di tahap pertama memang belum selesai 100 persen. Di Kota Bogor kemarin adalah hari terakhir penyaluran bantuan tahap pertama. ’’Di tempat lain yang saya cek memang misalnya BLT desa itu yang diterima masyarakat kurang lebih baru 10 persen,’’ terangnya.

Karena itu, dia mendorong masyarakat untuk menunggu dan menanyakan kepada aparat di desa masing-masing. baik RT, RW, maupun kantor desa. Sehingga data mereka bisa disusulkan sebagai penerima bansos. Karena masih ada cadangan untuk menyelesaikan (data) yang belum mendapatkan,’’ lanjut mantan wali kota Solo itu.

Presiden mengatakan, kerjasama pemerintah pusat dan daerah sampai ke desa sudah sangat baik. meskipun demikian, karena dampak pandemi merupakan hal yang mendadak, maka memang masih ada beberapa hal terkait data yang masih belum bisa diperbaiki. ’’Tapi saya kira nanti pada tahapan kedua bulan depan Insya Allah sudah akan lebih baik lagi,’’ tuturnya.

Cukup banyak jenis bantuan yang diberikan. Mulai PKH, kartu sembako, BPNT, BLT desa, bansos tunai, dan jenis bantuan lainnya. tidak hanya yang berasal dari APBN, ndamun juga dari APBD. Harapannya, bansos tersebut mampu menjangkau 55 persen penduduk Indonesia atau sekitar 145 juta orang yang merasakan manfaatnya. Dengan bansos tersebut, diharapkan tingkat konsumsi masyarakat tetap bisa dijaga sampai perekonomian bisa pulih kembali

Baca Juga :  Seriusi Kluster Nakes dan ASN

Sementara itu, Mensos Juliari Batubara menjelaskan, penyaluran tahap pertama yang sudah selesai akan langsung disambung dengan tahap kedua. Nilainya sama, Rp 600 ribu. ’’Kami berharap sebelum lebaran Idul Fitri sebagian besar penerima sudah 2 kali menerima bansos tunai, yaitu 2 kali Rp 600 ribu,’’ ujarnya. Sehingga, setelah Idul Fitri tinggal penyaluran sekali lagi.

Meskipun demikian, dia mengakui tidak bsia merata karena bergantung pada kesulitan penyaluran di masing-masing daerah. pihaknya sudah berkomunikasi dnegan pemda agar warga yang perlu bantuan namun belum terdata segera dimasukkan ke tahap kedua. ’’Kami juga pasti akan mengakomodasi,’’ lanjutnya.

Sebagaimana presiden, Juliari mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam pendataan di tahap pertama. Tidak sedikit pula yang tupang tindih. Meskipun demikian, dia meyakinkan bahwa  pada penyaluran tahap kedua pendataan sudah lebih baik.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Pepen Nazaruddin menambahkan, hanya tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor yang akan mendapat bansos sembako senilai Rp 600 ribu ini. Sementara warga di luar tujuh kecamatan tersebut akan mendapat bantuan sosial tunai dengan nilai yang sama.

Baca Juga :  Kisah Ahmad Ramdhani, Warga Kubu Raya Sukarelawan RSD Covid-19 Wisma Atlet

Pepen menjelaskan, untuk penerima bansos sembako di Kabupaten Bogor datanya berasal dari pendataan pemerintah kabupaten. Sehingga memudahkan kemensos untuk dapat langsung manyalurkan bantuan. Menurutnya, dengan data yang terus diperbarui maka distribusi sembako bisa lebih tepat sasaran.

”Kebetulan pemerintah daerah di Kabupaten Bogor ini cukup bagus datanya jadi update,” ujar Pepen di kantor Kelurahan Pakansari, kemarin (13/5).

Adapun penyaluran sembako ditempuh melalui perantara pengurus RT/RW setempat, dengan tetap mengikuti aturan pemerintah guna menghindari warga berkumpul. Setelahnya, sembako diantarkan langsung ke masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). Bansos sembako Presiden melalui Kementerian Sosial untuk Kelurahan Pakansari disalurkan sebanyak 1.631 paket. Bansos sembako ini merupakan tahap pertama untuk wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Dia melanjutkan, penyaluran ini juga linier dengan penyaluan bantuan sosial tunai (BST) untuk warga di luar tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor yang berdekatan dengan Jakarta. Di mana, indeks bansosnya dengan penerima bantuan sembako. Yakni, Rp 600 ribu per bulan untuk April-Juni 2020.

Sebagai informasi, untuk bansos sembako tahap pertama untuk DKI Jakarta sudah mencapai 100 persen. bansos telah disalurkan pada 955.312 KPM. Kemensos masih menunggu 300 ribu data tambahan dari Gubernur DKI JAkarta. Sedangkan untuk Bodatabek, dari 516.407 KPM sasaran, baru 124.151 KPM yang mendapat bansos sembako tersebut.

Sementara, untuk BST baru mencapai 15, 67 persen dari sekitar 7 juta KPM di seluruh Indonesia. Pemerintah telah bekerja sama dengan Himbara dan PT Pos untuk penyalurannya. (byu/mia)

Most Read

Artikel Terbaru

/