alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

LPSK Tak Bisa Lindungi Istri Sambo

Buntut Penghentian Kasus, Sambo dan Istri Bakal Dilaporkan

JAKARTA – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo menyebut pihaknya memutuskan tidak memberi perlindungan keamanan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. “Tentu LPSK tidak bisa memberikan perlindungan,” ujar Hasto saat dihubungi JPNN, Sabtu (13/8).

Hasto menyebut kasus dugaan pelecehan seksual yang menjadi dasar Putri Candrawathi meminta perlindungan keamanan, sudah dihentikan penyidikannya oleh kepolisian. Dengan begitu, LPSK tidak bisa memberikan perlindungan keamanan bagi Putri.

“Sekarang setelah jelas, ya, tentu saja LPSK tidak bisa memberikan perlindungan,” tuturnya.

Hasto sebelumnya sudah menduga istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hanya ingin mengesankan dirinya sebagai korban dalam kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Kesan itu berdasar sikap Putri Candrawathi yang melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J. “Barangkali, ya, untuk lebih memberi kesan bahwa yang bersangkutan ialah korban,” kata Hasto. Ia mengatakan, kecurigaan itu makin terasa saat Bareskrim Polri menyetop penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Artinya, kalau Ibu PC (Putri Candrawathi, red) yang mengajukan perlindungan, maksudnya bukan benar-benar (untuk) mendapat perlindungan dari LPSK,” kata Hasto. Kecurigaan ini, kata Hasto, juga terlihat dari sikap Putri Candrawathi yang seakan menutup diri ketika LPSK ingin melakukan asesmen sebagai tahapan untuk mendapat perlindungan keamanan.
“(Ketika) Digali keterangannya, kan tidak pernah bisa,” ujar Hasto.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri menghentikan penyidikan perkara dugaan pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan dengan terlapor Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Baca Juga :  KPK Usut Suap Ferdy Sambo kepada Petugas LPSK

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan keputusan menghentikan penyidikan dua laporan perkara itu setelah dilakukan gelar perkara Jumat (12/8). Brigjen Andi menyebut gelar perkara dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Jenderal bintang satu itu menyebutkan penghentian penyidikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam dua laporan perkara tersebut. “Tidak ditemukan peristiwa pidana,” katanya.

Sementara itu, LPSK mengabulkan permohonan Bharada E atau Richard Eliezer menjadi justice collaborator dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. LPSK memutuskan akan memberikan perlindungan sebagai justice collaborator secara darurat.

“Iya, kemarin kami sudah putuskan perlindungan sebagai justice collaborator secara darurat untuk Bharada E,” ujar Susilaningtias, Wakil Ketua LPSK kepada awak media. Karena itu, LPSK menyatakan akan memberikan pendampingan kepada Bharada E dalam setiap proses pemeriksaan.

Laporkan Sambo dan Istri

Menyikapi adanya penghentian penyidikan tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak berencana melaporkan Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi ke polisi. Kamaruddin menyebut pasangan suami istri tersebut bakal dilaporkan dengan sangkaan melanggar sejumlah pasal tindak kejahatan.

Seperti Pasal 88 KUHPidana tentang Pemufakatan Jahat, lalu Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyebaran Informasi Bohong atau Berita Palsu. “Juga akan saya laporkan mereka Pasal 27 UU ITE tentang menyebar hoaks melalui media elektronik. Yang dilaporkan Ferdy Sambo kemudian istrinya dan pelaku-pelaku lainnya yang terlibat,” kata Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J kepada JPNN, Sabtu (13/8).

Baca Juga :  Asap Karhutla Picu Hipoksia, Bahaya Bagi Jantung dan Pembuluh Darah

Saat ini, lanjut Kamaruddin, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J tengah menyiapkan laporan tersebut. “(Laporan) lagi saya siapkan,” ujar Kamaruddin.

Anggota kuasa hukum Brigadir J lainnya, Ramos Hutabarat mengatakan keputusan Timsus Polri menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J adalah langkah yang sangat tepat.
Pihaknya juga mengapresiasi Polri dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

“Selama ini apa yang dinarasikan Karopenmas Mabes Polri sampai saat ini sudah jelas terbantahkan, karena awalnya kejadiannya dikatakan lokasi pelecehan di Duren Tiga dan itu tidak ada saksi dan bukti,” kata Ramos didampingi Ferdi Kesek di Jambi, Sabtu.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri dalam gelar jumpa pers seusai pemeriksaan tersangka Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob menyatakan bahwa kejadian pelecehan terjadi di Magelang. Pernyataan tersebut jelas bertolak belakang dengan kronologi pelecehan seksual yang dinarasikan di awal.

“Kebohongan yang membuat hal ini makin terang kasusnya dan langkah yang diambil penyidik Mabes Polri sudah sangat tepat, dengan menghentikan kasus laporan pelecehan yang tidak terbukti,” kata Ramos.

Apalagi, tambah Ramos, ada keterangan dari Bharada E yang menyatakan tidak ada pelecehan di Duren Tiga, dan yang ada hanya pembunuhan. Ayah almarhum Brigadir J, Samuel Hutabarat di tempat terpisah juga mengatakan semua apa yang dituduhkan kepada anaknya sudah terbantahkan.

Semuanya terbukti tidak ada unsur pidana dalam kasus yang dituduhkan kepada anak saya dan tidak ada bukti lainnya, sehingga sudah sah diumumkan oleh Dittipidum (penyidikan kasus) semuanya ditutup,” kata Samuel.(ast/antara/jpnn)

Buntut Penghentian Kasus, Sambo dan Istri Bakal Dilaporkan

JAKARTA – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo menyebut pihaknya memutuskan tidak memberi perlindungan keamanan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. “Tentu LPSK tidak bisa memberikan perlindungan,” ujar Hasto saat dihubungi JPNN, Sabtu (13/8).

Hasto menyebut kasus dugaan pelecehan seksual yang menjadi dasar Putri Candrawathi meminta perlindungan keamanan, sudah dihentikan penyidikannya oleh kepolisian. Dengan begitu, LPSK tidak bisa memberikan perlindungan keamanan bagi Putri.

“Sekarang setelah jelas, ya, tentu saja LPSK tidak bisa memberikan perlindungan,” tuturnya.

Hasto sebelumnya sudah menduga istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hanya ingin mengesankan dirinya sebagai korban dalam kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Kesan itu berdasar sikap Putri Candrawathi yang melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J. “Barangkali, ya, untuk lebih memberi kesan bahwa yang bersangkutan ialah korban,” kata Hasto. Ia mengatakan, kecurigaan itu makin terasa saat Bareskrim Polri menyetop penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Artinya, kalau Ibu PC (Putri Candrawathi, red) yang mengajukan perlindungan, maksudnya bukan benar-benar (untuk) mendapat perlindungan dari LPSK,” kata Hasto. Kecurigaan ini, kata Hasto, juga terlihat dari sikap Putri Candrawathi yang seakan menutup diri ketika LPSK ingin melakukan asesmen sebagai tahapan untuk mendapat perlindungan keamanan.
“(Ketika) Digali keterangannya, kan tidak pernah bisa,” ujar Hasto.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri menghentikan penyidikan perkara dugaan pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan dengan terlapor Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Baca Juga :  5 Smartphone Flagship Sepanjang 2019 Tak Kalah Menarik

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan keputusan menghentikan penyidikan dua laporan perkara itu setelah dilakukan gelar perkara Jumat (12/8). Brigjen Andi menyebut gelar perkara dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Jenderal bintang satu itu menyebutkan penghentian penyidikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam dua laporan perkara tersebut. “Tidak ditemukan peristiwa pidana,” katanya.

Sementara itu, LPSK mengabulkan permohonan Bharada E atau Richard Eliezer menjadi justice collaborator dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. LPSK memutuskan akan memberikan perlindungan sebagai justice collaborator secara darurat.

“Iya, kemarin kami sudah putuskan perlindungan sebagai justice collaborator secara darurat untuk Bharada E,” ujar Susilaningtias, Wakil Ketua LPSK kepada awak media. Karena itu, LPSK menyatakan akan memberikan pendampingan kepada Bharada E dalam setiap proses pemeriksaan.

Laporkan Sambo dan Istri

Menyikapi adanya penghentian penyidikan tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak berencana melaporkan Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi ke polisi. Kamaruddin menyebut pasangan suami istri tersebut bakal dilaporkan dengan sangkaan melanggar sejumlah pasal tindak kejahatan.

Seperti Pasal 88 KUHPidana tentang Pemufakatan Jahat, lalu Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyebaran Informasi Bohong atau Berita Palsu. “Juga akan saya laporkan mereka Pasal 27 UU ITE tentang menyebar hoaks melalui media elektronik. Yang dilaporkan Ferdy Sambo kemudian istrinya dan pelaku-pelaku lainnya yang terlibat,” kata Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J kepada JPNN, Sabtu (13/8).

Baca Juga :  Rumah Milik Lansia Terbakar, Kerugian Ditaksir Senilai 150 Juta

Saat ini, lanjut Kamaruddin, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J tengah menyiapkan laporan tersebut. “(Laporan) lagi saya siapkan,” ujar Kamaruddin.

Anggota kuasa hukum Brigadir J lainnya, Ramos Hutabarat mengatakan keputusan Timsus Polri menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J adalah langkah yang sangat tepat.
Pihaknya juga mengapresiasi Polri dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

“Selama ini apa yang dinarasikan Karopenmas Mabes Polri sampai saat ini sudah jelas terbantahkan, karena awalnya kejadiannya dikatakan lokasi pelecehan di Duren Tiga dan itu tidak ada saksi dan bukti,” kata Ramos didampingi Ferdi Kesek di Jambi, Sabtu.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri dalam gelar jumpa pers seusai pemeriksaan tersangka Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob menyatakan bahwa kejadian pelecehan terjadi di Magelang. Pernyataan tersebut jelas bertolak belakang dengan kronologi pelecehan seksual yang dinarasikan di awal.

“Kebohongan yang membuat hal ini makin terang kasusnya dan langkah yang diambil penyidik Mabes Polri sudah sangat tepat, dengan menghentikan kasus laporan pelecehan yang tidak terbukti,” kata Ramos.

Apalagi, tambah Ramos, ada keterangan dari Bharada E yang menyatakan tidak ada pelecehan di Duren Tiga, dan yang ada hanya pembunuhan. Ayah almarhum Brigadir J, Samuel Hutabarat di tempat terpisah juga mengatakan semua apa yang dituduhkan kepada anaknya sudah terbantahkan.

Semuanya terbukti tidak ada unsur pidana dalam kasus yang dituduhkan kepada anak saya dan tidak ada bukti lainnya, sehingga sudah sah diumumkan oleh Dittipidum (penyidikan kasus) semuanya ditutup,” kata Samuel.(ast/antara/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/