alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Lebih Cepat dari Mobil Listrik

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa perseroan bersama BUMN yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH) serius dan fokus dalam pengembangan ekosistem Electrical Vehicle (EV) di Indonesia dengan mempercepat pembangunan EV Battery. Dalam rangka pengembangan ekosistem dan pembangunan EV battery di Indonesia, BUMN akan menjalankan 7 tahapan penting, meliputi mining, refining, precursor plant, cathode plant, battery cell, battery pack, dan recycling.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan, pihaknya akan bergerak pada empat lini tengah yakni, precursor, cathode, battery cell, dan battery pack. Sementara pada tahap recycling, Pertamina akan bersinergi dengan PLN. Adapun di hulu, akan menjadi lingkup kerja PT Antam bersama Inalum. “Pertamina akan memastikan tahapan dan langkah dalam pengembangan EV Battery berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (13/2).

Baca Juga :  Periode Ramadan-Idulfitri, Konsumsi BBM Turun Hampir 20 Persen

Pada tahun 2021, Pertamina beserta 3 perusahaan pelat merah lainnya akan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) Indonesia Battery Corporation/IBC. Pertamina juga sudah bekerja sama dengan dua perusahaan global dan sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan lainnya.  “Pengembangan industri baterai yang potensi besar di Indonesia itu ada dua yakni untuk mobility, khususnya two wheels atau motor yang potensinya lebih cepat dibandingkan four wheels,” katanya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah Energy Storage System (ESS). Menurutnya, peluang pengembangan ESS ini cukup besar di Indonesia, karena terdapat potensi untuk menjaga kehandalan suplai dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). “ESS ini pasar yang besar. Sehingga di masa depan, Pertamina pun akan masuk ke sana,” tandas Nicke.

Baca Juga :  Dukung Program Vaksinasi Nasional, BRI Turut Percepat Herd Immunity di Momentum Sumpah Pemuda

Terkait PLTS, sebagai pionir, Pertamina telah membangun PLTS di Kilang Badak dengan kapasitas 4 MW. Kemudian dilanjutkan konstruksi PLTS beberapa area kilang lainnya seperti di Dumai dan Cilacap serta Sei Mangkei. Akhir tahun lalu, Pertamina pun berhasil memasang Solar Rooftop di 63 SPBU. Upaya ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya dengan target seluruh SPBU dan fasilitas operasional Pertamina lainnya di seluruh Indonesia. (romysbinekasri/jp)

PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa perseroan bersama BUMN yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH) serius dan fokus dalam pengembangan ekosistem Electrical Vehicle (EV) di Indonesia dengan mempercepat pembangunan EV Battery. Dalam rangka pengembangan ekosistem dan pembangunan EV battery di Indonesia, BUMN akan menjalankan 7 tahapan penting, meliputi mining, refining, precursor plant, cathode plant, battery cell, battery pack, dan recycling.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan, pihaknya akan bergerak pada empat lini tengah yakni, precursor, cathode, battery cell, dan battery pack. Sementara pada tahap recycling, Pertamina akan bersinergi dengan PLN. Adapun di hulu, akan menjadi lingkup kerja PT Antam bersama Inalum. “Pertamina akan memastikan tahapan dan langkah dalam pengembangan EV Battery berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (13/2).

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Penurunan Harga Minyak Mentah

Pada tahun 2021, Pertamina beserta 3 perusahaan pelat merah lainnya akan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) Indonesia Battery Corporation/IBC. Pertamina juga sudah bekerja sama dengan dua perusahaan global dan sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan lainnya.  “Pengembangan industri baterai yang potensi besar di Indonesia itu ada dua yakni untuk mobility, khususnya two wheels atau motor yang potensinya lebih cepat dibandingkan four wheels,” katanya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah Energy Storage System (ESS). Menurutnya, peluang pengembangan ESS ini cukup besar di Indonesia, karena terdapat potensi untuk menjaga kehandalan suplai dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). “ESS ini pasar yang besar. Sehingga di masa depan, Pertamina pun akan masuk ke sana,” tandas Nicke.

Baca Juga :  Pertamina Dukung Listrik Desa dengan Penyediaan Stok Solar

Terkait PLTS, sebagai pionir, Pertamina telah membangun PLTS di Kilang Badak dengan kapasitas 4 MW. Kemudian dilanjutkan konstruksi PLTS beberapa area kilang lainnya seperti di Dumai dan Cilacap serta Sei Mangkei. Akhir tahun lalu, Pertamina pun berhasil memasang Solar Rooftop di 63 SPBU. Upaya ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya dengan target seluruh SPBU dan fasilitas operasional Pertamina lainnya di seluruh Indonesia. (romysbinekasri/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/