alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Hujan, Produksi Garam Tak Capai Target

DRINGU– Produksi garam yang ditargetkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun 2020 tak tercapai. Tak tanggung-tanggung produksi garam kurang 9.929 ton. Faktor cuaca yang kurang mendukung ditengarai menjadi penyebab.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono mengatakan bahwa produksi garam tahun lalu sangat minim. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas garam para petambak yang tersebar di jalur pantura.

“Kami sadari produktivitas garam sangat minim. Beberapa upaya sudah kami lakukan tapi tidak mampu menggenjot produksi garam,” katanya.

Menurutnya produksi garam di Kabupaten Probolinggo sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas. Sedangkan wilayah Kabupaten Probolinggo terjadi dua kali periode hujan yakni pada bulan Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga masa produksi garam menjadi lebih singkat.

Baca Juga :  Hari ke dua, Korban Hilang di Muara Rantau Panjang Belum Ditemukan

“Produksi garam hanya bisa digenjot dalam jangka waktu empat bulan. Sebab sekali hujan proses kristalisasi garam tak dapat dilanjutkan dan harus mengulang dari awal,” ujarnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam yang cukup tinggi pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih baik.

“Prediksi meleset, jadi mau bagaimana lagi. Capaiannya produksi hanya 12.071 ton dari target 22.000 ton. Tentu nantinya akan jadi bahan evaluasi penetapan target berikutnya,” ujar Hari. (ar/fun)

DRINGU– Produksi garam yang ditargetkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun 2020 tak tercapai. Tak tanggung-tanggung produksi garam kurang 9.929 ton. Faktor cuaca yang kurang mendukung ditengarai menjadi penyebab.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono mengatakan bahwa produksi garam tahun lalu sangat minim. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas garam para petambak yang tersebar di jalur pantura.

“Kami sadari produktivitas garam sangat minim. Beberapa upaya sudah kami lakukan tapi tidak mampu menggenjot produksi garam,” katanya.

Menurutnya produksi garam di Kabupaten Probolinggo sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas. Sedangkan wilayah Kabupaten Probolinggo terjadi dua kali periode hujan yakni pada bulan Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga masa produksi garam menjadi lebih singkat.

Baca Juga :  Kembangkan Kampung Sayur Cempoko Lebih Berdaya Bersama BRI, Rudi Jadi Pahlawan Desa

“Produksi garam hanya bisa digenjot dalam jangka waktu empat bulan. Sebab sekali hujan proses kristalisasi garam tak dapat dilanjutkan dan harus mengulang dari awal,” ujarnya.

Hari menjelaskan, sebelumnya Diskan sempat memprediksikan akan terjadi kenaikan produksi garam yang cukup tinggi pada bulan Oktober dan November. Sebab musim kemarau yang melanda Kabupaten Probolinggo begitu terik. Cuaca yang cukup terik membuat produksi garam lebih baik.

“Prediksi meleset, jadi mau bagaimana lagi. Capaiannya produksi hanya 12.071 ton dari target 22.000 ton. Tentu nantinya akan jadi bahan evaluasi penetapan target berikutnya,” ujar Hari. (ar/fun)

Most Read

Artikel Terbaru

/