alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Sehari Tembus 14.224 Positif

JUMLAH kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah dan cukup signifikan. Rekor harian pun kembali terjadi pada Sabtu (16/1). Tercatat per Sabtu (16/1) sebanyak 14.224 orang dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, Indonesia sudah tiga kali berturut-turut mencatat rekor kasus harian Covid-19 terbanyak. Dengan mencetak rekor lagi pada Sabtu (16/1), berarti sudah empat kali berturut-turut rekor penambahan harian pecah.

Dengan penambahan per Sabtu (16/1), total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 896.642 orang. Sementara itu, ada penambahan pasien yang sembuh yakni 8.662 orang. Kini, total pasien yang pulih dari Covid-19 di Indonesia mencapai 727.358 orang.

Angka kematian juga masih mengalami penambahan. Dalam 24 jam terakhir, ada 283 pasien Covid-19 yang tutup usia. Jadi, total angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 25.767 jiwa.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan bahwa sampai saat ini ada 69.414 orang yang berstatus suspek terkait penularan Covid-19. Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di 34 provinsi dengan total 510 kabupatan dan kota di seluruh Indonesia.

Kasus positif diketahui lantaran adanya pengetesan massal menggunakan PCR atau tes cepat molekuler berjumlah 63.300 spesimen, sehingga total keseluruhan adalah 8.269.701 spesimen.

Baca Juga :  Bongkar Muat Bauksit Lewati Prosedur Ketat

Menanggapi hal tersebut, Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Windhu Purnomo mengatakan angka yang memecahkan rekor tersebut adalah akumulasi dari libur panjang akhir tahun 2020 lalu.

“Jelas ya bahwa kenaikan kasus itu karena terjadinya penularan masih seminggu atau 14 hari yang lalu. Nah 14 hari yang lalu ada liburan akhir tahun jadi terus meningkat,” ujar Windhu, Sabtu (16/1).

Merujuk pada data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pemakaian masker per 10 Januari 2021 menurun. Angkanya kurang dari 60 persen.

Karena itu, menurut Windhu, hal ini menjadi pekerjaaan rumah bagi pemerintah dan pemerintah daerah agar masyarakat jangan abai terhadap protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kepatuhan warga menurun disiplin protokol kesehatan. Itu yang terdeteksi, bagaimana yang tidak terdeteksi,” katanya.

Windhu berujar, adanya vaksin tapi tidak bisa serta merta Covid-19 langsung hilang. Masyarakat yang setelah disuntik vaksin juga tidak langsung bisa membentuk herd immunity.

Baca Juga :  Pemerintah Terus Monitor Perkembangan di Dalam dan Luar Negeri untuk Cegah Kenaikan Kasus dan Jaga Momentum Pemulihan

“Jadi kalau cuma mengandalkan vaksin kita jadi tidak terkendali. Karena apa? Masih panjang (proses) vaksinasi ini. Karenanya yang paling penting adalah protokol kesehatan. Itu mutlak,” tegasnya.

Wishnu menduga angka penularan Covid-19 di Indonesia sebenarnya lebih dari 14 ribu kasus. Ini karena pemerintah masih lemah melakukan tracing atau pelacakan kontak. Karena angka testing harian di Indonesia tidak selalu 40 ribu per hari. Bahkan kadang Indonesia hanya mampu melakukan testing 20 ribu sampai 30 ribu.

“Jadi ini kita sudah kaget melihat kasus yang diumumkan tapi sebetulnya ini jauh lebih tinggi lagi realitasnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, selain protokol kesehatan ketat direrapkan di masyarakat. Windhu juga mendesak pemerintah untuk orang-orag yang tertular Covid-19 untuk diisolasi. Karena dengan cara tersebut angka penularan Covid-19 bisa terkendali.

“Pemerintah juga harus melakukan isolasi sebanyak mungkin kasus yang positif. Tapi kalau kita enggak mampu menditeksi maka sama saja akan terus terjadi penularan terus,” pungkasnya.

JUMLAH kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah dan cukup signifikan. Rekor harian pun kembali terjadi pada Sabtu (16/1). Tercatat per Sabtu (16/1) sebanyak 14.224 orang dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, Indonesia sudah tiga kali berturut-turut mencatat rekor kasus harian Covid-19 terbanyak. Dengan mencetak rekor lagi pada Sabtu (16/1), berarti sudah empat kali berturut-turut rekor penambahan harian pecah.

Dengan penambahan per Sabtu (16/1), total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 896.642 orang. Sementara itu, ada penambahan pasien yang sembuh yakni 8.662 orang. Kini, total pasien yang pulih dari Covid-19 di Indonesia mencapai 727.358 orang.

Angka kematian juga masih mengalami penambahan. Dalam 24 jam terakhir, ada 283 pasien Covid-19 yang tutup usia. Jadi, total angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 25.767 jiwa.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan bahwa sampai saat ini ada 69.414 orang yang berstatus suspek terkait penularan Covid-19. Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di 34 provinsi dengan total 510 kabupatan dan kota di seluruh Indonesia.

Kasus positif diketahui lantaran adanya pengetesan massal menggunakan PCR atau tes cepat molekuler berjumlah 63.300 spesimen, sehingga total keseluruhan adalah 8.269.701 spesimen.

Baca Juga :  DPR Gulirkan Pansus Hak Angket Migor

Menanggapi hal tersebut, Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Windhu Purnomo mengatakan angka yang memecahkan rekor tersebut adalah akumulasi dari libur panjang akhir tahun 2020 lalu.

“Jelas ya bahwa kenaikan kasus itu karena terjadinya penularan masih seminggu atau 14 hari yang lalu. Nah 14 hari yang lalu ada liburan akhir tahun jadi terus meningkat,” ujar Windhu, Sabtu (16/1).

Merujuk pada data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pemakaian masker per 10 Januari 2021 menurun. Angkanya kurang dari 60 persen.

Karena itu, menurut Windhu, hal ini menjadi pekerjaaan rumah bagi pemerintah dan pemerintah daerah agar masyarakat jangan abai terhadap protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kepatuhan warga menurun disiplin protokol kesehatan. Itu yang terdeteksi, bagaimana yang tidak terdeteksi,” katanya.

Windhu berujar, adanya vaksin tapi tidak bisa serta merta Covid-19 langsung hilang. Masyarakat yang setelah disuntik vaksin juga tidak langsung bisa membentuk herd immunity.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19 Jelang Nataru

“Jadi kalau cuma mengandalkan vaksin kita jadi tidak terkendali. Karena apa? Masih panjang (proses) vaksinasi ini. Karenanya yang paling penting adalah protokol kesehatan. Itu mutlak,” tegasnya.

Wishnu menduga angka penularan Covid-19 di Indonesia sebenarnya lebih dari 14 ribu kasus. Ini karena pemerintah masih lemah melakukan tracing atau pelacakan kontak. Karena angka testing harian di Indonesia tidak selalu 40 ribu per hari. Bahkan kadang Indonesia hanya mampu melakukan testing 20 ribu sampai 30 ribu.

“Jadi ini kita sudah kaget melihat kasus yang diumumkan tapi sebetulnya ini jauh lebih tinggi lagi realitasnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, selain protokol kesehatan ketat direrapkan di masyarakat. Windhu juga mendesak pemerintah untuk orang-orag yang tertular Covid-19 untuk diisolasi. Karena dengan cara tersebut angka penularan Covid-19 bisa terkendali.

“Pemerintah juga harus melakukan isolasi sebanyak mungkin kasus yang positif. Tapi kalau kita enggak mampu menditeksi maka sama saja akan terus terjadi penularan terus,” pungkasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/