alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Manulife Jamin Perlindungan Menyeluruh

Sikapi Ancaman Merebaknya Virus Korona

JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah, terkait ancaman penyebaran virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara.

“Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/2).

Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan mereka kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu, sebut dia, juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. “Ini merupakan komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah,” ujar Ryan.

Mereka mengimbau kepada para nasabah dan keluarga Indonesia, untuk menjaga kesehatan di manapun dan kapan pun. Hal itu dimaksudkan dia, untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona. Tak dipungkiri dia, ancaman virus korona yang awalnya merebak di Kota Wuhan, Tiongkok, kini telah menyebar ke sejumlah negara masih sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Guru dan Murid Ikut Tes Usap dan Rapid Antigen

Berdasarkan data terkini worldometers.info hingga Minggu (16/2) sore, dari total 69.286 orang yang terserang virus Korona, sebanyak 1.671 orang tewas. Dari jumlah itu, sebanyak 1.666 tewas di Tiongkok, sisanya lima korban tewas terjadi di luar Tiongkok yakni masing-masing satu penderita di Prancis, Jepang, Hong Kong, Filipina, serta Taiwan.

Virus Korona sudah menyebar di 29 negara. Hingga saat ini, belum ada kasus virus Korona ditemukan di Indonesia. Namun, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan, salah satunya menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai 5 Februari lalu. Sejumlah bandara internasional yang menjadi gerbang masuk penumpang dari luar negeri ke Indonesia diperketat.  Terutama beberapa bandara yang memiliki penerbangan langsung dan singgah dari negara-negara di kawasan Asia seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Tanjung Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Solo. Termasuk juga bandara-bandara yang menerima penerbangan carter dari sejumlah negara.

 

Ketenangan Pikiran

Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan bahwa pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik. “Memang ini mengkhawatirkan, namun sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan, melalui jaminan perlindungan menyeluruh ke nasabah Manulife Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan, bisa terus hidup sehat,” papar dia.

Baca Juga :  NBA Cegah Sebaran Virus Korona

Di sisi lain, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi. Apalagi, saat ini, diakui dia, banyak masyarakat cemas, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekelilingnya.

“Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengcover untuk perlindungan terhadap virus korona, kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan,” ujar dia.

Manulife, ditegaskan dia, memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah, menurut dia, tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar perhari atau Rp608 juta perjam. Sepanjang tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya.Saat ini, Manulife Indonesia memiliki sekitar 7 ribu agen di seluruh Indonesia.

Tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp6,6 triliun atau sekitar Rp18 miliar perhari atau berkisar Rp753 juta perjam. Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar Manulife Indonesia sebesar Rp6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp5,6 triliun. (ote/r)

Sikapi Ancaman Merebaknya Virus Korona

JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah, terkait ancaman penyebaran virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga ke sejumlah negara.

“Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/2).

Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan mereka kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu, sebut dia, juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. “Ini merupakan komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah,” ujar Ryan.

Mereka mengimbau kepada para nasabah dan keluarga Indonesia, untuk menjaga kesehatan di manapun dan kapan pun. Hal itu dimaksudkan dia, untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona. Tak dipungkiri dia, ancaman virus korona yang awalnya merebak di Kota Wuhan, Tiongkok, kini telah menyebar ke sejumlah negara masih sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Xing Fu Beri Bantuan Biaya Berobat

Berdasarkan data terkini worldometers.info hingga Minggu (16/2) sore, dari total 69.286 orang yang terserang virus Korona, sebanyak 1.671 orang tewas. Dari jumlah itu, sebanyak 1.666 tewas di Tiongkok, sisanya lima korban tewas terjadi di luar Tiongkok yakni masing-masing satu penderita di Prancis, Jepang, Hong Kong, Filipina, serta Taiwan.

Virus Korona sudah menyebar di 29 negara. Hingga saat ini, belum ada kasus virus Korona ditemukan di Indonesia. Namun, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan, salah satunya menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai 5 Februari lalu. Sejumlah bandara internasional yang menjadi gerbang masuk penumpang dari luar negeri ke Indonesia diperketat.  Terutama beberapa bandara yang memiliki penerbangan langsung dan singgah dari negara-negara di kawasan Asia seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Tanjung Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Solo. Termasuk juga bandara-bandara yang menerima penerbangan carter dari sejumlah negara.

 

Ketenangan Pikiran

Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan bahwa pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik. “Memang ini mengkhawatirkan, namun sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan, melalui jaminan perlindungan menyeluruh ke nasabah Manulife Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan, bisa terus hidup sehat,” papar dia.

Baca Juga :  BRI Dorong Petani Jeruk Naik Kelas dengan Pendampingan Usaha dan Suntikan Modal

Di sisi lain, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi. Apalagi, saat ini, diakui dia, banyak masyarakat cemas, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekelilingnya.

“Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengcover untuk perlindungan terhadap virus korona, kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan,” ujar dia.

Manulife, ditegaskan dia, memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah, menurut dia, tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar perhari atau Rp608 juta perjam. Sepanjang tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya.Saat ini, Manulife Indonesia memiliki sekitar 7 ribu agen di seluruh Indonesia.

Tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp6,6 triliun atau sekitar Rp18 miliar perhari atau berkisar Rp753 juta perjam. Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar Manulife Indonesia sebesar Rp6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp5,6 triliun. (ote/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/