alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Stiker Warga Miskin Lepas, Penerima Bantuan Sosial Dicoret

KUDUS, Radar Kudus – Sebanyak 45 ribu rumah keluarga penerima manfaat (KPM) dari progam keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) ditempel stiker kemarin (15/5).

Penempelan stiker ini dilakukan untuk memudahkan pemberian dan pendataan. Jika stiker lepas, warga langsung dicoret dari daftar penerima bantuan.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus Sunardi mengatakan, ada 45 ribu stiker yang akan dipasang di sembilan kecamatan. Striker ini akan dipasang secara bertahap.

”Pada stiker itu bertuliskan keluarga prasejahtera penerima bantuan sosial Kabupaten Kudus. Selain bantuan sosial PKH dan BPNT, juga kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan rumah tidak layak huni (RLTH),” ungkapnya. Penempelan stiker ini ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.

Baca Juga :  Cari Tersangka, Polri Periksa 12 Saksi Kebakaran Kejagung

Sunardi tak main-main memberikan sanksi kepada penerima bantuan yang mencopot stiker tersebut. Bagi warga yang nekat mencopot stiker akan langsung dicabut dari daftar penerima bantuan.

”Yang mencopot stiker dianggap sudah mundur dari program ini. Otomatis tidak akan mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Sementara, Dwi Winarto, salah seorang penerima bantuan PKH asal Kelurahan Wergu Kulon mengaku dia dan suami memang tidak memiliki penghasilan tetap. Sebab suaminya hanya kuli bangunan yang pemasukannya tergantung panggilan jasa.

”Saya juga buruh serabutan. Jadi penghasilannya juga tidak menentu,” ujarnya.

Bahkan, dia mengaku hanya tinggal di bedeng yang disekat-sekat dan diberi atap agar terhindar dari panas dan hujan.

”Dengan kondisi seperti ini, kami tentu saja menunggu bantuan dari pemerintah,”ungkapnya. (jp)

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, Bank Mantap Ubah Jam Layanan

KUDUS, Radar Kudus – Sebanyak 45 ribu rumah keluarga penerima manfaat (KPM) dari progam keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) ditempel stiker kemarin (15/5).

Penempelan stiker ini dilakukan untuk memudahkan pemberian dan pendataan. Jika stiker lepas, warga langsung dicoret dari daftar penerima bantuan.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus Sunardi mengatakan, ada 45 ribu stiker yang akan dipasang di sembilan kecamatan. Striker ini akan dipasang secara bertahap.

”Pada stiker itu bertuliskan keluarga prasejahtera penerima bantuan sosial Kabupaten Kudus. Selain bantuan sosial PKH dan BPNT, juga kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan rumah tidak layak huni (RLTH),” ungkapnya. Penempelan stiker ini ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.

Baca Juga :  BRI Lanjutkan Promosi UMKM Go Global Melalui ITPC di Kanada

Sunardi tak main-main memberikan sanksi kepada penerima bantuan yang mencopot stiker tersebut. Bagi warga yang nekat mencopot stiker akan langsung dicabut dari daftar penerima bantuan.

”Yang mencopot stiker dianggap sudah mundur dari program ini. Otomatis tidak akan mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Sementara, Dwi Winarto, salah seorang penerima bantuan PKH asal Kelurahan Wergu Kulon mengaku dia dan suami memang tidak memiliki penghasilan tetap. Sebab suaminya hanya kuli bangunan yang pemasukannya tergantung panggilan jasa.

”Saya juga buruh serabutan. Jadi penghasilannya juga tidak menentu,” ujarnya.

Bahkan, dia mengaku hanya tinggal di bedeng yang disekat-sekat dan diberi atap agar terhindar dari panas dan hujan.

”Dengan kondisi seperti ini, kami tentu saja menunggu bantuan dari pemerintah,”ungkapnya. (jp)

Baca Juga :  Penyelenggara Pilkada Harus Terus Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Most Read

Artikel Terbaru

/