alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

BDI Latih Calon Naker Bidang Olahan Berbasis Ikan

Potensi Ikan Melimpah, Harus Ditangani Serius

Pelatihan Pembuatan aneka olahan berbasis ikan, teori dan praktik penerapan sanitasi dan higiene Industri Perikanan, Teori dan Praktek Good Manufacturing Practices (GMP), Teori dan Praktek membuat diversifikasi olahan hasil perikanan digulirkan oleh BDI. Selain motivasi berwirausaha di bidang perikanan.

HARI KURNIATHAMA, SINGKAWANG

BALAI Diklat Industri (BDI) Makassar, menggelar pendidikan dan latihan Three In One Aneka Olahan Berbasis Ikan untuk angkatan ke-V tahun 2020, Senin (17/2) di aula TPI Kota Singkawang, Jalan Pelangi, Kelurahan Kuala, Singkawang.

Sebanyak 50 orang dilatih yang dimulai mulai 17 sampai 22 Februari 2020 mendatang. Kegiatan dibuka Walikota Singkawang melalui staf ahli Wali Kota, Dwi Putra Sumarna, serta dihadiri pihak BDI, Irwan Syakari, serta Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi.

Dwi Putra Sumarna mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini akan meningkatkan daya saing pelaku perikanan di kota Singkawang. Sehingga diharapkan mereka yang mendapat Diklat ini mampu meningkatkan produksi kualitas produk olahan berbasis ikan.

“Harapan kita mereka usai mengikuti Diklat ini mampu menjadi motivator, contoh bagaimana membuat produk olahan berbasis ikan di kota Singkawang,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkot dengan pihak Balai Diklat Industri (BDI) Makassar.

Baca Juga :  Ke Gili Iyang, Sumenep, Menikmati Kadar Oksigen Tertinggi Kedua di Dunia

“Ikuti Diklat ini secara serius. Nantinya bisa ditularkan ilmunya kepada warga lainya. Sudah seharusnya kualitas produk olahan berbasis ikan kita meningkat,” katanya.
Jika kualitas meningkat, kata Yusnita, akan laku di pasaran dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Tujuan kegiatan ini agar peserta ampu mempraktekkan sanitasi dan higiene dalam pengolahan ikan, mampu memahami dan mempraktekkan GMP, mampu membuat diversifikasi pengolahan ikan berbasis surimi serta men-sertifikasi kompetensi peserta diklat.
“Harapan sesuai sasaran yang ingin dicapai usai Diklat ini mereka akan menjadi calon tenaga kerja aneka olahan berbasis ikan yang siap pakai,” ujar Irwan Syakari, dari Balai Diklat Industri Makassar Kementerian Perindustrian RI.

Jika peserta dinyatakan lulus Diklat, kata dia, peserta akan mengantongi sertifikat kompeten oleh Badan Sertifikasi Nasional di Jakarta dimana pihaknya menjadi lembaga sertifikasi profesi P1, khusus pelatihan yang dilakukannya, dimana sertifikat ini ditandatangani Kapusdiklat Perindustrian Kementerian Perindustrian RI.
“Jika sudah mendapat sertifikatsi ini maka akan menjadi modal untuk menuntaskan atau mengurus administrasi selanjutnya seperti ingin mengajukan atau melaksanakan sertifikasi halal dan sertifikasi SNI untuk produk olahan berbasis ikan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketersediaan Masker dan Antiseptik Aman

Diharapkan mereka yang ikut Diklat akan mampu menjadi bekerja sebagai wiraswasta atau tumbuh menjadi pengusaha baru dalam hal produk aneka olahan berbasis Ikan. Atau minimal mampu meningkatkan kompetensi diri dalam bekerja di usaha aneka olahan berbasis ikan baik mandiri maupun kelompoknya. Bahkan tak hanya itu, kata dia, mereka yang ikut Diklat dan dinyatakan kompeten bisa mengakses dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengembangan usahanya.

Nantinya usai latihan ini, pihaknya bersama Pemkot melalui instansi terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap alumni Diklat ini. “Dan perlu didingat mereka yang ikut Diklat akan menjadi tenaga siap pakai oleh industri perikanan maupun pihak manapun terutama produksi aneka olahan berbasis ikan,” katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara, Mochammat Husin mengatak

an Diklat ini akan dilakukan selama tujuh hari kedepan. Ia berharap Diklat ini mampu mendongkrak daya saing sumber daya manusia di bidang perindustrian khususnya pembuatan aneka olahan berbasi ikan di kota Singkawang.
“Karena potensi ikan di kota Singkawang juga banyak,

makanya perlu dimantapkan lagi para penggiat pengolahan ikan sehingga dapat membuat produk yang berkualitas tinggi dikenal masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan nilai lebih dari Ikan itu sendiri,” jelasnya. (*)

Potensi Ikan Melimpah, Harus Ditangani Serius

Pelatihan Pembuatan aneka olahan berbasis ikan, teori dan praktik penerapan sanitasi dan higiene Industri Perikanan, Teori dan Praktek Good Manufacturing Practices (GMP), Teori dan Praktek membuat diversifikasi olahan hasil perikanan digulirkan oleh BDI. Selain motivasi berwirausaha di bidang perikanan.

HARI KURNIATHAMA, SINGKAWANG

BALAI Diklat Industri (BDI) Makassar, menggelar pendidikan dan latihan Three In One Aneka Olahan Berbasis Ikan untuk angkatan ke-V tahun 2020, Senin (17/2) di aula TPI Kota Singkawang, Jalan Pelangi, Kelurahan Kuala, Singkawang.

Sebanyak 50 orang dilatih yang dimulai mulai 17 sampai 22 Februari 2020 mendatang. Kegiatan dibuka Walikota Singkawang melalui staf ahli Wali Kota, Dwi Putra Sumarna, serta dihadiri pihak BDI, Irwan Syakari, serta Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi.

Dwi Putra Sumarna mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini akan meningkatkan daya saing pelaku perikanan di kota Singkawang. Sehingga diharapkan mereka yang mendapat Diklat ini mampu meningkatkan produksi kualitas produk olahan berbasis ikan.

“Harapan kita mereka usai mengikuti Diklat ini mampu menjadi motivator, contoh bagaimana membuat produk olahan berbasis ikan di kota Singkawang,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkot dengan pihak Balai Diklat Industri (BDI) Makassar.

Baca Juga :  Dukung Pemerintah Wujudkan Herd Imunity

“Ikuti Diklat ini secara serius. Nantinya bisa ditularkan ilmunya kepada warga lainya. Sudah seharusnya kualitas produk olahan berbasis ikan kita meningkat,” katanya.
Jika kualitas meningkat, kata Yusnita, akan laku di pasaran dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Tujuan kegiatan ini agar peserta ampu mempraktekkan sanitasi dan higiene dalam pengolahan ikan, mampu memahami dan mempraktekkan GMP, mampu membuat diversifikasi pengolahan ikan berbasis surimi serta men-sertifikasi kompetensi peserta diklat.
“Harapan sesuai sasaran yang ingin dicapai usai Diklat ini mereka akan menjadi calon tenaga kerja aneka olahan berbasis ikan yang siap pakai,” ujar Irwan Syakari, dari Balai Diklat Industri Makassar Kementerian Perindustrian RI.

Jika peserta dinyatakan lulus Diklat, kata dia, peserta akan mengantongi sertifikat kompeten oleh Badan Sertifikasi Nasional di Jakarta dimana pihaknya menjadi lembaga sertifikasi profesi P1, khusus pelatihan yang dilakukannya, dimana sertifikat ini ditandatangani Kapusdiklat Perindustrian Kementerian Perindustrian RI.
“Jika sudah mendapat sertifikatsi ini maka akan menjadi modal untuk menuntaskan atau mengurus administrasi selanjutnya seperti ingin mengajukan atau melaksanakan sertifikasi halal dan sertifikasi SNI untuk produk olahan berbasis ikan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Syarif Machmud Sabet Juara I Kelas Sport 250CC di Dilan Racing Singkawang

Diharapkan mereka yang ikut Diklat akan mampu menjadi bekerja sebagai wiraswasta atau tumbuh menjadi pengusaha baru dalam hal produk aneka olahan berbasis Ikan. Atau minimal mampu meningkatkan kompetensi diri dalam bekerja di usaha aneka olahan berbasis ikan baik mandiri maupun kelompoknya. Bahkan tak hanya itu, kata dia, mereka yang ikut Diklat dan dinyatakan kompeten bisa mengakses dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengembangan usahanya.

Nantinya usai latihan ini, pihaknya bersama Pemkot melalui instansi terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap alumni Diklat ini. “Dan perlu didingat mereka yang ikut Diklat akan menjadi tenaga siap pakai oleh industri perikanan maupun pihak manapun terutama produksi aneka olahan berbasis ikan,” katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara, Mochammat Husin mengatak

an Diklat ini akan dilakukan selama tujuh hari kedepan. Ia berharap Diklat ini mampu mendongkrak daya saing sumber daya manusia di bidang perindustrian khususnya pembuatan aneka olahan berbasi ikan di kota Singkawang.
“Karena potensi ikan di kota Singkawang juga banyak,

makanya perlu dimantapkan lagi para penggiat pengolahan ikan sehingga dapat membuat produk yang berkualitas tinggi dikenal masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan nilai lebih dari Ikan itu sendiri,” jelasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/