alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Layanan BKKBN Bagi PMI di Malaysia Sukses

Hasto Janji Buat Program Berkelanjutan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan pelayanan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan sawit di daerah Simunjan Sarawak Malaysia, Minggu (16/2). Layanan yang diberikan itu sebagai bukti kehadiran negara bagi PMI di luar negeri. Pada pelayanan kali pertama ini, langsung dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo menjelaskan program yang diberikan ini kali pertama dilakukan di negara Malaysia. Lokasinya di Simunjan milik Perusahaan Sawit Tradewinds Plantation Benhard.  Kegiatan kali pertama ini bisa terlaksana berkat koordinasi teman-teman di jajaran BKKBN RI, BKKBN Kalimantan Barat dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching Malaysia.

Layanan yang menyasar Tenaga Kerja Indonesia, selain pemasangan alat kontrasepsi bagi pasangan suami istri, juga sosialisasi, konseling sekaligus bersilaturahmi dengan warga Indonesia yang bekerja di sana.

Penyampaian konseling kata dia diberikan bagi keluarga Indonesia di perkebunan sawit. Tujuannya agar mereka bisa membentuk keluarga bahagia dan sejahtera di sana. Apalagi kata dia, mereka (PMI) tidak selamanya bekerja di sini. Suatu saat pastinya akan kembali ke Indonesia. Harapan dia, sekembali dari sana (Malaysia), para keluarga PMI ini bisa menjadi keluarga bahagia sejahtera.

Baca Juga :  Ai Xin: Pontianak Post Sudah Seperti Keluarga Kami

Usai melihat langsung saudara Indonesia di negara tetangga yang bekerja di perkebunan sawit, dia pun berkomitmen untuk menjadikan agenda ini sebagai kegiatan berkelanjutan. Hasto memperkirakan program layanan KKBPK di perusahaan sawit Malaysia bisa dilaksanakan empat kali dalam setahun.

“Untuk yang berikutnya kami akan kembali melakukan pendataan. Tentunya dibantu dengan Konjen KJRI Kuching. Sekembalinya ke Indonesia, evaluasi akan dilakukan buat menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Sebelumnya Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Kuching Malaysia, Yonny Triprayitno menyampaikan saat ini jumlah PMI yang bekerja di Sarawak Malaysia sebanyak 130 ribu pekerja bekerja di 52 perusahaan. Namun data tersebut masih belum bisa dipastikan. Maka KJRI akan melakukan pendataan ulang pada tahun ini.

Sementara itu Senior Manager Tradewinds Plantation Kawasan Sri Aman dan Kuching, Burhan Bin Mad Nor mengapresiasi langkah yang dilakukan BKKBN dalam memberikan layanan kepada PMI yang bekerja di ladang. Hampir 90 persen pekerja di ladang tersebut berasal dari negara Indonesia.

Dia menambahkan bagi pihak perusahaan kegiatan memberikan pelayanan bagi para pekerja yang sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) sangat baik. Program dua anak dari pemerintah Indonesia juga bisa dipahami oleh pekerja yang jauh dari negara asal.

Baca Juga :  Usung 3 Program, Duta GenRe Putra Kalimantan Barat Tahun 2020 Bahas Kesehatan Mental Remaja

“Bagi pihak pekerja program ini merupakan hal yang baik,” ucapnya.

Dikatakannya program layanan kontrasepsi yang diberikan juga sangat berdampak besar bagi para pekerja sehingga bisa merencanakan keluarga yang lebih baik ketika kembali ke Indonesia. Dirinya juga berharap ada dukungan dari berbagai pihak demi menyukseskan program ini.

Burhan mengatakan pihak perusahaan berharap BKKBN bisa mengulangi pelaksanaan kegiatan layanan KB tersebut. Sehingga program layanan yang diberikan BKKBN bisa berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, kegiatan program KKBPK ini, dilepas oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji pada Sabtu (15/2) di halaman rumah pendopo gubernur. Perjalanan pertama menuju ke Puskemas Balai Karangan Sanggau, untuk memberikan pelayanan MKJP.

Kemudian dilanjutkan ke Simunjan Sarawak Malaysia dengan program yang sama dengan sasaran Tenaga Kerja Malaysia di perusahaan sawit dilanjutkan menuju ke wilayah perbatasan Aruk kabupaten Sambas, Balai penyuluh Kecamatan Sajingan dan bertemu Bupati Sambas di kediamannya.

Di hari terakhir, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo memberikan kuliah umum pada ratusan mahasiswa Poltekkes Singkawang dan diakhiri dengan pelayan MKJP di Puskemas Kecamatan Singkawang Barat. (iza)

 

Hasto Janji Buat Program Berkelanjutan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan pelayanan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan sawit di daerah Simunjan Sarawak Malaysia, Minggu (16/2). Layanan yang diberikan itu sebagai bukti kehadiran negara bagi PMI di luar negeri. Pada pelayanan kali pertama ini, langsung dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo menjelaskan program yang diberikan ini kali pertama dilakukan di negara Malaysia. Lokasinya di Simunjan milik Perusahaan Sawit Tradewinds Plantation Benhard.  Kegiatan kali pertama ini bisa terlaksana berkat koordinasi teman-teman di jajaran BKKBN RI, BKKBN Kalimantan Barat dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching Malaysia.

Layanan yang menyasar Tenaga Kerja Indonesia, selain pemasangan alat kontrasepsi bagi pasangan suami istri, juga sosialisasi, konseling sekaligus bersilaturahmi dengan warga Indonesia yang bekerja di sana.

Penyampaian konseling kata dia diberikan bagi keluarga Indonesia di perkebunan sawit. Tujuannya agar mereka bisa membentuk keluarga bahagia dan sejahtera di sana. Apalagi kata dia, mereka (PMI) tidak selamanya bekerja di sini. Suatu saat pastinya akan kembali ke Indonesia. Harapan dia, sekembali dari sana (Malaysia), para keluarga PMI ini bisa menjadi keluarga bahagia sejahtera.

Baca Juga :  Menko Airlangga Apresiasi Percepatan Pembangunan dan Penyediaan Infrastruktur

Usai melihat langsung saudara Indonesia di negara tetangga yang bekerja di perkebunan sawit, dia pun berkomitmen untuk menjadikan agenda ini sebagai kegiatan berkelanjutan. Hasto memperkirakan program layanan KKBPK di perusahaan sawit Malaysia bisa dilaksanakan empat kali dalam setahun.

“Untuk yang berikutnya kami akan kembali melakukan pendataan. Tentunya dibantu dengan Konjen KJRI Kuching. Sekembalinya ke Indonesia, evaluasi akan dilakukan buat menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Sebelumnya Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Kuching Malaysia, Yonny Triprayitno menyampaikan saat ini jumlah PMI yang bekerja di Sarawak Malaysia sebanyak 130 ribu pekerja bekerja di 52 perusahaan. Namun data tersebut masih belum bisa dipastikan. Maka KJRI akan melakukan pendataan ulang pada tahun ini.

Sementara itu Senior Manager Tradewinds Plantation Kawasan Sri Aman dan Kuching, Burhan Bin Mad Nor mengapresiasi langkah yang dilakukan BKKBN dalam memberikan layanan kepada PMI yang bekerja di ladang. Hampir 90 persen pekerja di ladang tersebut berasal dari negara Indonesia.

Dia menambahkan bagi pihak perusahaan kegiatan memberikan pelayanan bagi para pekerja yang sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia (WNI) sangat baik. Program dua anak dari pemerintah Indonesia juga bisa dipahami oleh pekerja yang jauh dari negara asal.

Baca Juga :  Covid-19 Bisa Tertangani, Ekonomi Diprediksi Rebound Akhir 2020

“Bagi pihak pekerja program ini merupakan hal yang baik,” ucapnya.

Dikatakannya program layanan kontrasepsi yang diberikan juga sangat berdampak besar bagi para pekerja sehingga bisa merencanakan keluarga yang lebih baik ketika kembali ke Indonesia. Dirinya juga berharap ada dukungan dari berbagai pihak demi menyukseskan program ini.

Burhan mengatakan pihak perusahaan berharap BKKBN bisa mengulangi pelaksanaan kegiatan layanan KB tersebut. Sehingga program layanan yang diberikan BKKBN bisa berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, kegiatan program KKBPK ini, dilepas oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji pada Sabtu (15/2) di halaman rumah pendopo gubernur. Perjalanan pertama menuju ke Puskemas Balai Karangan Sanggau, untuk memberikan pelayanan MKJP.

Kemudian dilanjutkan ke Simunjan Sarawak Malaysia dengan program yang sama dengan sasaran Tenaga Kerja Malaysia di perusahaan sawit dilanjutkan menuju ke wilayah perbatasan Aruk kabupaten Sambas, Balai penyuluh Kecamatan Sajingan dan bertemu Bupati Sambas di kediamannya.

Di hari terakhir, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo memberikan kuliah umum pada ratusan mahasiswa Poltekkes Singkawang dan diakhiri dengan pelayan MKJP di Puskemas Kecamatan Singkawang Barat. (iza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/