alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Gara-gara Covid-19, Guru Bagi Rapor Keliling Rumah Siswa

BANYUWANGI – Pandemi virus korona yang tidak kunjung berakhir membuat pengumuman kenaikan dan kelulusan siswa tingkat SD di berbagai daerah di Jatim dilakukan tanpa keramaian.

Beragam cara pun dilakukan demi menghindari kerumunan massa. Mulai pembagian rapor maupun surat keterangan lulus (SKL) secara bergiliran, menggunakan jasa kurir, hingga diantar sendiri oleh guru.

Misalnya, di SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi. Pengambilan dokumen siswa diwakilkan orang tuanya. Itu pun dibatasi. Hanya boleh sepuluh wali murid untuk setiap kelas tiap sesi. ’’Sudah kita jadwal sehingga wali murid tidak perlu menunggu. Datang langsung dilayani,’’ kata Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih.

Lain lagi di SDN Kebalenan. Pembagian rapor/SKL kepada wali murid tidak hanya dilakukan secara sift (bergiliran). Sejumlah guru di sekolah tersebut mengantarkan rapor dan SKL ke rumah-rumah siswa.

Baca Juga :  Semua Wajib Pakai Masker

’’Yang mengirim guru kelas sendiri, berkas tetap aman. Kami mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan,’’ ujar Kepala SDN Kebalenan Emmy Tri Astutik.

Metode serupa diterapkan pengurus SD di Kota Pasuruan. Pengambilan rapor juga dibagi dalam dua gelombang tiap hari. ’’Melalui paguyuban kelas kami sampaikan kepada wali murid soal jadwal pengambilan SKL sesuai dengan protokol kesehatan,’’ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mualif Arif. (jpc)

BANYUWANGI – Pandemi virus korona yang tidak kunjung berakhir membuat pengumuman kenaikan dan kelulusan siswa tingkat SD di berbagai daerah di Jatim dilakukan tanpa keramaian.

Beragam cara pun dilakukan demi menghindari kerumunan massa. Mulai pembagian rapor maupun surat keterangan lulus (SKL) secara bergiliran, menggunakan jasa kurir, hingga diantar sendiri oleh guru.

Misalnya, di SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi. Pengambilan dokumen siswa diwakilkan orang tuanya. Itu pun dibatasi. Hanya boleh sepuluh wali murid untuk setiap kelas tiap sesi. ’’Sudah kita jadwal sehingga wali murid tidak perlu menunggu. Datang langsung dilayani,’’ kata Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih.

Lain lagi di SDN Kebalenan. Pembagian rapor/SKL kepada wali murid tidak hanya dilakukan secara sift (bergiliran). Sejumlah guru di sekolah tersebut mengantarkan rapor dan SKL ke rumah-rumah siswa.

Baca Juga :  Dinilai Bukan Lagi WNI

’’Yang mengirim guru kelas sendiri, berkas tetap aman. Kami mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan,’’ ujar Kepala SDN Kebalenan Emmy Tri Astutik.

Metode serupa diterapkan pengurus SD di Kota Pasuruan. Pengambilan rapor juga dibagi dalam dua gelombang tiap hari. ’’Melalui paguyuban kelas kami sampaikan kepada wali murid soal jadwal pengambilan SKL sesuai dengan protokol kesehatan,’’ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mualif Arif. (jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/