alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Novel Laporkan Firli ke Dewas KPK

JAKARTA – Sebanyak 75 pegawai yang tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan semua pimpinan KPK ke Dewan Pengawas KPK lantaran dugaan melanggar kode etik. Adapun kelima pimpinan yang dilaporkan, adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan salah seorang pegawai yang menjadi pelapor mengaku mesti menempuh cara tersebut lantaran adanya masalah serius dari TWK tersebut. “Hari ini kami sebenarnya kembali bersedih. Bersedihnya karena kami harus melaporkan pimpinan KPK. Seharusnya pimpinan KPK itu kan dalam integritas tentunya baik, harusnya begitu. Tapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” ujar Novel kepada Selasa (18/5).

Baca Juga :  Presidensi G20 Merupakan Kesempatan Indonesia Berkontribusi Lebih Besar Bagi Pemulihan Ekonomi Global

Novel mengatakan, pelaporan ini juga untuk menghentikan kesewenang-wenangan para pimpinan KPK dengan TWK tersebut. “Kemudian membuat seolah-olah ada proses yang, orang-orang yang harusnya adalah pegawai-pegawai berlaku baik, yang berprestasi, justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” katanya.

“Sekali lagi tadi kami katakan bahwa, kenapa kami bersedih, karena perilaku atau suatu pelanggaran kode etik berat atau kode etik yang serius ini terjadi bukan baru pertama kali,” tambahnya.

Novel berujar, para pegawai KPK berharap pelaporan ini bisa menjadikan pimpinan KPK lebih baik ke depannya. Termasuk bisa menjaga etika profesi dan integritasnya.

“Ini suatu keprihatinan dan kami berharap Dewas bisa berlaku profesional mungkin demi kebaikan dan demi kepentingan pemberantasan korupsi yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Jerat Anja Runtuwene Sebagai Tersangka

Seperti diketahui, pegawai KPK telah menjalani tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat untuk beralih ASN dari Badan Kepegawaian Negara atau BKN.

75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam menjalani serangkaian tes tersebut. Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto.

Kemudian, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (jp)

JAKARTA – Sebanyak 75 pegawai yang tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan semua pimpinan KPK ke Dewan Pengawas KPK lantaran dugaan melanggar kode etik. Adapun kelima pimpinan yang dilaporkan, adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan salah seorang pegawai yang menjadi pelapor mengaku mesti menempuh cara tersebut lantaran adanya masalah serius dari TWK tersebut. “Hari ini kami sebenarnya kembali bersedih. Bersedihnya karena kami harus melaporkan pimpinan KPK. Seharusnya pimpinan KPK itu kan dalam integritas tentunya baik, harusnya begitu. Tapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” ujar Novel kepada Selasa (18/5).

Baca Juga :  Setnov Dikabarkan Menghilang dari Lapas

Novel mengatakan, pelaporan ini juga untuk menghentikan kesewenang-wenangan para pimpinan KPK dengan TWK tersebut. “Kemudian membuat seolah-olah ada proses yang, orang-orang yang harusnya adalah pegawai-pegawai berlaku baik, yang berprestasi, justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” katanya.

“Sekali lagi tadi kami katakan bahwa, kenapa kami bersedih, karena perilaku atau suatu pelanggaran kode etik berat atau kode etik yang serius ini terjadi bukan baru pertama kali,” tambahnya.

Novel berujar, para pegawai KPK berharap pelaporan ini bisa menjadikan pimpinan KPK lebih baik ke depannya. Termasuk bisa menjaga etika profesi dan integritasnya.

“Ini suatu keprihatinan dan kami berharap Dewas bisa berlaku profesional mungkin demi kebaikan dan demi kepentingan pemberantasan korupsi yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dukungan Berbagai Negara untuk Presidensi G20 Indonesia Tahun Depan

Seperti diketahui, pegawai KPK telah menjalani tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat untuk beralih ASN dari Badan Kepegawaian Negara atau BKN.

75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam menjalani serangkaian tes tersebut. Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto.

Kemudian, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/