alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Senang Sekolah Dibuka Lagi

Untuk Zona Hijau

JAKARTA– – Sejumlah orang tua murid yang berada di kawasan zona hijau mengaku senang sekolah kembali dibuka pada tahun ajaran baru.

“Memang lebih baik anak belajar di sekolah dari pada harus di rumah, karena mereka tidak fokus belajarnya kalau di rumah,” seorang orang tua murid yang menetap di Manggar, Belitung Timur, Widya, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan anak akan dikorbankan jika pembelajaran dari rumah terus dilakukan. Pasalnya, ia yang juga bekerja kesulitan mendampingi anaknya belajar sepanjang hari. Selain itu kemampuan mengajar orang tua juga terbatas.

“Anak lebih patuh kalau disuruh belajar gurunya, dari pada ibunya,” kata Widya yang saat ini anaknya duduk di kelas dua SD itu.

Baca Juga :  Menjaga Zona Hijau Covid-19 dan Antisipasi Karhutla

Orang tua murid lainnya, Suherman, juga mengaku tidak masalah jika anaknya yang saat ini kelas tiga SD kembali ke sekolah.

“Tidak masalah, karena sudah zona hijau. Di sekolah juga menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak masalah di sekolah dibandingkan belajar di rumah, tapi anak lebih banyak bermain,” kata Suherman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan pembukaan sekolah di zona hijau harus mengedepankan protokol kesehatan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Dukung Jakarta Content Week: Road to Sarinah, BRI Turut Dorong Minat Industri Kreatif

Untuk pembelajaran tatap muka, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu. Tiga bulan berikutnya untuk jenjang SD.

“Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik,” kata Nadiem.

Kebijakan membuka sekolah kembali untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka berada di tangan kepala daerah.

Selain kepala daerah, kepala sekolah dan orang tua juga punya hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kembali. (indriani/antara)

Untuk Zona Hijau

JAKARTA– – Sejumlah orang tua murid yang berada di kawasan zona hijau mengaku senang sekolah kembali dibuka pada tahun ajaran baru.

“Memang lebih baik anak belajar di sekolah dari pada harus di rumah, karena mereka tidak fokus belajarnya kalau di rumah,” seorang orang tua murid yang menetap di Manggar, Belitung Timur, Widya, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan anak akan dikorbankan jika pembelajaran dari rumah terus dilakukan. Pasalnya, ia yang juga bekerja kesulitan mendampingi anaknya belajar sepanjang hari. Selain itu kemampuan mengajar orang tua juga terbatas.

“Anak lebih patuh kalau disuruh belajar gurunya, dari pada ibunya,” kata Widya yang saat ini anaknya duduk di kelas dua SD itu.

Baca Juga :  Tantangan Guru Hadapi Revolusi Industri 4.0

Orang tua murid lainnya, Suherman, juga mengaku tidak masalah jika anaknya yang saat ini kelas tiga SD kembali ke sekolah.

“Tidak masalah, karena sudah zona hijau. Di sekolah juga menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak masalah di sekolah dibandingkan belajar di rumah, tapi anak lebih banyak bermain,” kata Suherman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan pembukaan sekolah di zona hijau harus mengedepankan protokol kesehatan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin Bangun Kesadaran

Untuk pembelajaran tatap muka, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu. Tiga bulan berikutnya untuk jenjang SD.

“Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik,” kata Nadiem.

Kebijakan membuka sekolah kembali untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka berada di tangan kepala daerah.

Selain kepala daerah, kepala sekolah dan orang tua juga punya hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kembali. (indriani/antara)

Most Read

Timsar Tampubolon Pimpin Gapensi Kubu Raya

DBD Renggut 21 Jiwa

Pemerintah Habiskan Rp1 M Lebih

Artikel Terbaru

/