alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Luncukan Tujuh Pecahan Uang Rupiah Emisi tahun 2022

PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) meluncurkan tujuh pecahan uang rupiah emisi tahun 2022. Tujuh pecahan itu Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2000, dan Rp1000.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini mengatakan pihaknya melakukan evaluasi bersama sejarahwan, budayawan, tokoh agama, Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal).

Ada tiga aspek yang dinilai dari evaluasi yang dilakukan. Pertama penguatan desain agar semakin mudah dikenali. Kedua keamanan agar lebih sulit dipalsukan. Ketiga ketahanan bahan uang agar edarnya semakin panjang.
“Dari evaluasi maka dilakukan penyempurnaan uang kertas. Meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kebanggaan masyarakat menggunakan rupiah,” kata Agus di Ruang Perpustakaan Gedung BI Jalan A Yani, Jumat (19/8).

Baca Juga :  Moderna Manjur 4-6 Bulan Usai Dosis Kedua

Agus menyebutkan tujuh pecahan uang rupiah emisi tahun 2022 yang dikeluarkan itu merupakan alat pembayaran yang sah. Bukan merupakan edisi khusus seperti uang Rp75.000 yang dikeluarkan sebelumnya.
“Jadi akan dicetak terus untuk penggunaan transaksi. Uang yang sudah sebelumnya masih tetap berlaku sampai ada pencabutan dari Bank Indonesia,” jelas Agus.

Ia menjelaskan konsep desain pada tujuh uang pecahan itu masih menggunakan yang ada. Masih tetap berlatar belakang pejuang atau pahlawan nasional. Kemudian keterwakilan daerah atau wilayah.

Namun kata Agus tetap memiliki perbedaan. Antara lain lebih tajam dan lebih berwarna dari pecahan uang yang dikeluarkan sebelumnya. Lalu watermark juga berbeda sehingga orang lebih mudah mengenali. Tata letak unsur pengamanan sehingga mempersulit pemalsuan.Lalu berat setiap pecahan uang juga sama yakni 90 GSM. A

Baca Juga :  Gunakan Listrik PLN, Peternak Ayam Milenial di Sulsel Bisa Hemat Puluhan Juta

Lanjut Agus, perbedaan ukuran pada tujuh uang pecahan. Semakin kecil nilai pecahan maka ukuran uang lebih kecil. Ukuran itu untuk lebih mudah pengenalan uang pecahan.
“Misalnya pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Dulu dia milimeter. Sekarang lebih jauh, 5 milimeter setiap pecahan,” jelas Agus.

Agus menambahkan uang baru ini jika terkena cahaya ultraviolet maka lebih banyak area yang berpendar. “Dulu tidak banyak sekarang lebih banyak,” sambung Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan masyarakat bisa menukar uang pecahan baru melalui website https://pintar.bi.go.id. (mse)

PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) meluncurkan tujuh pecahan uang rupiah emisi tahun 2022. Tujuh pecahan itu Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2000, dan Rp1000.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini mengatakan pihaknya melakukan evaluasi bersama sejarahwan, budayawan, tokoh agama, Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal).

Ada tiga aspek yang dinilai dari evaluasi yang dilakukan. Pertama penguatan desain agar semakin mudah dikenali. Kedua keamanan agar lebih sulit dipalsukan. Ketiga ketahanan bahan uang agar edarnya semakin panjang.
“Dari evaluasi maka dilakukan penyempurnaan uang kertas. Meningkatkan keamanan, kenyamanan dan kebanggaan masyarakat menggunakan rupiah,” kata Agus di Ruang Perpustakaan Gedung BI Jalan A Yani, Jumat (19/8).

Baca Juga :  Gunakan Listrik PLN, Peternak Ayam Milenial di Sulsel Bisa Hemat Puluhan Juta

Agus menyebutkan tujuh pecahan uang rupiah emisi tahun 2022 yang dikeluarkan itu merupakan alat pembayaran yang sah. Bukan merupakan edisi khusus seperti uang Rp75.000 yang dikeluarkan sebelumnya.
“Jadi akan dicetak terus untuk penggunaan transaksi. Uang yang sudah sebelumnya masih tetap berlaku sampai ada pencabutan dari Bank Indonesia,” jelas Agus.

Ia menjelaskan konsep desain pada tujuh uang pecahan itu masih menggunakan yang ada. Masih tetap berlatar belakang pejuang atau pahlawan nasional. Kemudian keterwakilan daerah atau wilayah.

Namun kata Agus tetap memiliki perbedaan. Antara lain lebih tajam dan lebih berwarna dari pecahan uang yang dikeluarkan sebelumnya. Lalu watermark juga berbeda sehingga orang lebih mudah mengenali. Tata letak unsur pengamanan sehingga mempersulit pemalsuan.Lalu berat setiap pecahan uang juga sama yakni 90 GSM. A

Baca Juga :  Satu KTP Dijatah Sebotol atau Sesuai Resep Dokter

Lanjut Agus, perbedaan ukuran pada tujuh uang pecahan. Semakin kecil nilai pecahan maka ukuran uang lebih kecil. Ukuran itu untuk lebih mudah pengenalan uang pecahan.
“Misalnya pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Dulu dia milimeter. Sekarang lebih jauh, 5 milimeter setiap pecahan,” jelas Agus.

Agus menambahkan uang baru ini jika terkena cahaya ultraviolet maka lebih banyak area yang berpendar. “Dulu tidak banyak sekarang lebih banyak,” sambung Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan masyarakat bisa menukar uang pecahan baru melalui website https://pintar.bi.go.id. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/