alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Pemerintah Tak Cari Untung

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menampik persepsi bahwa pemerintah memperdagangkan vaksin dalam program Vaksinasi Gotong Royong. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan pemerintah tidak berniat mencari keuntungan dari vaksin Gotong Royong yang bertujuan untuk mempercepat proses vaksinasi masyarakat ini.

Program vaksinasi Gotong Royong sendiri diinisiasi oleh pengusaha swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Vaksin ini akan dibeli oleh para pengusaha untuk diberikan kepada karyawannya secara gratis.

Menurut Erick, pemerintah pun telah menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk pemenuhan kebutuhan vaksinasi masyarakat secara gratis yang telah dilakukan pada 13 Januari 2021 lalu.

“Tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp 77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis,” ujarnya, Rabu (19/5).

Vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah menyasar 70 persen populasi Indonesia atau paling tidak sebanyak 181,5 juta jiwa yang akan disuntik vaksin Covid-19. Sementara vaksin Gotong Royong sendiri bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.

Hal itu, kata Erick, juga sebagai kontribusi pengusaha untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional agar roda ekonomi kembali berjalan secara normal.

Baca Juga :  PLN Raih Platinum di Ajang BISRA Award 2021

“Para pengusaha nasional yang peduli akan bangsanya, mereka ingin berpartisipasi memberikan kontribusi lebih kepada negara dengan memberikan sebagian kepada karyawannya secara gratis,” jelasnya.

Adapun terkait biaya penyuntikan vaksin Covid-19 telah dirundingkan oleh para pengusaha secara transparan sehingga muncul angka kesepakatan Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

“Harga vaksin ini, kita bersama Kadin membuka secara transparan, dan harga vaksin ini ditentukan oleh pihak independen yaitu audit daripada pemerintah yaitu BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), di situ jelas ada harga jual yang terdiri dari harga pembelian dan harga distribusi. Jadi sangat transparan,” ungkapnya

“Kita tidak berpikir untuk komersialisasi vaksin ini sendiri, tapi realita yang harus kita hadapi bahwa vaksin ini memang harus dibeli, bukan vaksin yang didapatkan secara gratis,” pungkas.

Pemerintah telah menetapkan harga vaksin Gotong Royong untuk para karyawan perusaahan sebesar Rp 321.660 per dosis. Untuk tarif maksimal pelayanannya sendiri sebesar Rp 117.910 per dosis.

Baca Juga :  Airlangga Ingatkan Camat Perhatikan Syarat Vaksinasi Booster Pemudik

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani merespons hal ini. Menurutnya, besaran harga tersebut sudah berdasarkan hasil survei para pengusaha dan sebanyak 78 persen pengusaha menyanggupi biaya vaksinasi bawah Rp 500 ribu per dosisnya.

“Harga ini memang sesuai dengan harga survey dan kemampuan dari dunia usaha yang mendaftar kepada kami,” ujarnya secara virtual, Rabu (19/5).

Rosan mengungkapkan, harga tersebut pun telah melalui kesepakatan dunia usaha saat duduk bersama dengan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir dan masukan dari Bio Farma dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Supaya jangan sampai harganya dimasukkan ternyata pengusahanya mundur,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) banyak yang berminat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti program vaksinasi Gotong Royong. Dari total 22.736 perusahaan yang mendaftar, 7 ribu di antaranya adalah UMKM. (jp)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menampik persepsi bahwa pemerintah memperdagangkan vaksin dalam program Vaksinasi Gotong Royong. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan pemerintah tidak berniat mencari keuntungan dari vaksin Gotong Royong yang bertujuan untuk mempercepat proses vaksinasi masyarakat ini.

Program vaksinasi Gotong Royong sendiri diinisiasi oleh pengusaha swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Vaksin ini akan dibeli oleh para pengusaha untuk diberikan kepada karyawannya secara gratis.

Menurut Erick, pemerintah pun telah menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk pemenuhan kebutuhan vaksinasi masyarakat secara gratis yang telah dilakukan pada 13 Januari 2021 lalu.

“Tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp 77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis,” ujarnya, Rabu (19/5).

Vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah menyasar 70 persen populasi Indonesia atau paling tidak sebanyak 181,5 juta jiwa yang akan disuntik vaksin Covid-19. Sementara vaksin Gotong Royong sendiri bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.

Hal itu, kata Erick, juga sebagai kontribusi pengusaha untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional agar roda ekonomi kembali berjalan secara normal.

Baca Juga :  Kembangkan Sports Automotive Tourism

“Para pengusaha nasional yang peduli akan bangsanya, mereka ingin berpartisipasi memberikan kontribusi lebih kepada negara dengan memberikan sebagian kepada karyawannya secara gratis,” jelasnya.

Adapun terkait biaya penyuntikan vaksin Covid-19 telah dirundingkan oleh para pengusaha secara transparan sehingga muncul angka kesepakatan Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

“Harga vaksin ini, kita bersama Kadin membuka secara transparan, dan harga vaksin ini ditentukan oleh pihak independen yaitu audit daripada pemerintah yaitu BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), di situ jelas ada harga jual yang terdiri dari harga pembelian dan harga distribusi. Jadi sangat transparan,” ungkapnya

“Kita tidak berpikir untuk komersialisasi vaksin ini sendiri, tapi realita yang harus kita hadapi bahwa vaksin ini memang harus dibeli, bukan vaksin yang didapatkan secara gratis,” pungkas.

Pemerintah telah menetapkan harga vaksin Gotong Royong untuk para karyawan perusaahan sebesar Rp 321.660 per dosis. Untuk tarif maksimal pelayanannya sendiri sebesar Rp 117.910 per dosis.

Baca Juga :  Vaksin Gotong Royong Untuk Seluruh Masyarakat

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani merespons hal ini. Menurutnya, besaran harga tersebut sudah berdasarkan hasil survei para pengusaha dan sebanyak 78 persen pengusaha menyanggupi biaya vaksinasi bawah Rp 500 ribu per dosisnya.

“Harga ini memang sesuai dengan harga survey dan kemampuan dari dunia usaha yang mendaftar kepada kami,” ujarnya secara virtual, Rabu (19/5).

Rosan mengungkapkan, harga tersebut pun telah melalui kesepakatan dunia usaha saat duduk bersama dengan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir dan masukan dari Bio Farma dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Supaya jangan sampai harganya dimasukkan ternyata pengusahanya mundur,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) banyak yang berminat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti program vaksinasi Gotong Royong. Dari total 22.736 perusahaan yang mendaftar, 7 ribu di antaranya adalah UMKM. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/