alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Presiden Bermotor di Perbatasan Trans-Kalimantan

Presiden Joko Widodo menjajal jalan perbatasan trans-Kalimantan yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12).

Dia menggunakan motor custom kesayangannya, Kawasaki W175 yang dimodifikasi bergaya tracker. Perjalanan dimulai dari Bandara Yuvai Semaring.

Mantan wali kota Solo itu ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kawasan yang dipersiapkan sebagai lokasi ibu kota negara baru, di Kalimantan Timur, Selasa (17/12). Lokasi yang ditinjau adalah kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ITCI di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Selama hampir satu jam, Jokowi yang ditemani sejumlah menteri tampak mondar-mandir melihat situasi di lokasi. Di antaranya Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Baca Juga :  Penerapan 3M Harus Kontinyu dan Konsisten

Jokowi mengaku cukup puas dengan lahan yang ada. Meskipun lahannya berbukit-bukit, dia optimistis dapat mendukung terciptanya kota yang smart city.

“Kalau arsitek diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang. Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali,” ujarnya.

Jokowi menuturkan, total lahan yang tersedia 256 ribu hektare (Ha). Dari jumlah tersebut, yang dijadikan kawasan ibu kota itu sekitar 56 ribu Ha.

“Yang akan dikerjakan terlebih dahulu yaitu kawasan pemerintahan. Yang nanti kita berharap juga pararel dengan pembangunan kluster kesehatan, kluster pendidikan, riset dan inovasi, financial center,” ujarnya.

Dia memastikan, pembangunan tidak akan menyasar hutan lindung. Namun, hutan konsesi.

Baca Juga :  RESMI! Ini Nama 34 Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf

“Itu memang konsesi-konsesi HTI (hutan tanaman industri) yang sudah diberikan kepada perusahaan dan kita minta kembali karena itu adalah hak milik negara,” jelasnya.

Editor : Estu Suryowati/Jawa Pos Group

Reporter : Folly Akbar

Presiden Joko Widodo menjajal jalan perbatasan trans-Kalimantan yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12).

Dia menggunakan motor custom kesayangannya, Kawasaki W175 yang dimodifikasi bergaya tracker. Perjalanan dimulai dari Bandara Yuvai Semaring.

Mantan wali kota Solo itu ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kawasan yang dipersiapkan sebagai lokasi ibu kota negara baru, di Kalimantan Timur, Selasa (17/12). Lokasi yang ditinjau adalah kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ITCI di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Selama hampir satu jam, Jokowi yang ditemani sejumlah menteri tampak mondar-mandir melihat situasi di lokasi. Di antaranya Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Baca Juga :  Seribu Co-Location SenyuM Hadir di Tahun 2022 untuk Akselerasi Pengembangan Ekosistem Ultra Mikro

Jokowi mengaku cukup puas dengan lahan yang ada. Meskipun lahannya berbukit-bukit, dia optimistis dapat mendukung terciptanya kota yang smart city.

“Kalau arsitek diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang. Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali,” ujarnya.

Jokowi menuturkan, total lahan yang tersedia 256 ribu hektare (Ha). Dari jumlah tersebut, yang dijadikan kawasan ibu kota itu sekitar 56 ribu Ha.

“Yang akan dikerjakan terlebih dahulu yaitu kawasan pemerintahan. Yang nanti kita berharap juga pararel dengan pembangunan kluster kesehatan, kluster pendidikan, riset dan inovasi, financial center,” ujarnya.

Dia memastikan, pembangunan tidak akan menyasar hutan lindung. Namun, hutan konsesi.

Baca Juga :  Anies Baswedan Layani Tenaga Medis Covid-19 dengan Hotel Standar VIP

“Itu memang konsesi-konsesi HTI (hutan tanaman industri) yang sudah diberikan kepada perusahaan dan kita minta kembali karena itu adalah hak milik negara,” jelasnya.

Editor : Estu Suryowati/Jawa Pos Group

Reporter : Folly Akbar

Most Read

Artikel Terbaru

/