alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Menkes Budi Minta Warga Waspada Omicron

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron. Varian itu sudah masuk Tanah Air karena penyebarannya yang cepat.

”Omicron itu sudah masuk Indonesia dan sudah juga terjadi transmisi lokal, jadi bukan hanya impor, dan di seluruh dunia memang Omicron itu ciri-cirinya naiknya cepet, naiknya tinggi,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Jumat (21/1).

Ia mengatakan, karena Covid-19 varian baru tersebut sudah masuk Indonesia, seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah maupun stakeholder terkait harus bersiap agar tidak terjadi penularan kasus yang begitu cepat.

”Kita mesti siap-siap, karena naiknya cepat, naik tinggi, tetapi teman-teman enggak usah panik, enggak usah khawatir ya, kita tetap waspada dan hati-hati, karena meski naiknya cepat dan naiknya tinggi, turunnya juga cepat,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga :  Singkawang Keluar Zona Merah

Menkes menjelaskan, berdasar pengamatan di negara-negara lain, puncak penularan Covid-19 varian Omicron sampai hari ke-40. Sehingga, ada kemungkinan di Indonesia pada akhir Februari sampai awal Maret sudah sampai puncak.

”Kita harus berperang saja sampai akhir Februari sampai awal Maret,” ujarnya.

Menurut Budi, yang harus dilakukan adalah dengan disiplin protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak. Kemudian pemeriksaan tes kesehatan terus dilakukan, agar yang terpapar bisa segara diisolasi dan disembuhkan.

”Jadi nggak usah takut kalau dites, hasilnya naik nggak apa-apa, isolasi saja, karena kan cepat sembuh. Jadi asal kita cepat tahu, kemudian isolasi supaya nggak nular, kalau rumahnya gede bisa isolasi di rumah, kalau enggak ya di isolasi terpusat atau di shelter. Insya Allah banyak yang sembuh,” tuturnya.

Baca Juga :  Kings Sulap Bekas Markas Jadi Rumah Sakit

Menkes menambahkan, upaya selanjutnya adalah vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan percepatan. Sebab, kalau masyarakat sudah vaksin akan mempunyai daya tahan tubuh untuk melawan serangan Covid-19.

”Jadi yang pertama, prokes selalu cuci tangan pakai masker, jangan kerumunan, yang nomor dua surveilans jangan takut-takut kalau kena diisolasi sembuh sendiri, yang nomor tiga vaksinasi. Kalau nanti kasus naik tinggi harus dikurangi pergerakannya,” ucap Budi Gunadi Sadikin.(jp)

 

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron. Varian itu sudah masuk Tanah Air karena penyebarannya yang cepat.

”Omicron itu sudah masuk Indonesia dan sudah juga terjadi transmisi lokal, jadi bukan hanya impor, dan di seluruh dunia memang Omicron itu ciri-cirinya naiknya cepet, naiknya tinggi,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Jumat (21/1).

Ia mengatakan, karena Covid-19 varian baru tersebut sudah masuk Indonesia, seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah maupun stakeholder terkait harus bersiap agar tidak terjadi penularan kasus yang begitu cepat.

”Kita mesti siap-siap, karena naiknya cepat, naik tinggi, tetapi teman-teman enggak usah panik, enggak usah khawatir ya, kita tetap waspada dan hati-hati, karena meski naiknya cepat dan naiknya tinggi, turunnya juga cepat,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga :  Jokowi: Pemerintah Tidak Pernah Larang Masyarakat Beribadah

Menkes menjelaskan, berdasar pengamatan di negara-negara lain, puncak penularan Covid-19 varian Omicron sampai hari ke-40. Sehingga, ada kemungkinan di Indonesia pada akhir Februari sampai awal Maret sudah sampai puncak.

”Kita harus berperang saja sampai akhir Februari sampai awal Maret,” ujarnya.

Menurut Budi, yang harus dilakukan adalah dengan disiplin protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak. Kemudian pemeriksaan tes kesehatan terus dilakukan, agar yang terpapar bisa segara diisolasi dan disembuhkan.

”Jadi nggak usah takut kalau dites, hasilnya naik nggak apa-apa, isolasi saja, karena kan cepat sembuh. Jadi asal kita cepat tahu, kemudian isolasi supaya nggak nular, kalau rumahnya gede bisa isolasi di rumah, kalau enggak ya di isolasi terpusat atau di shelter. Insya Allah banyak yang sembuh,” tuturnya.

Baca Juga :  Empat Tersangka Masih Buron pada Kasus Pengeroyokan Dosen UI Ade Armando

Menkes menambahkan, upaya selanjutnya adalah vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan percepatan. Sebab, kalau masyarakat sudah vaksin akan mempunyai daya tahan tubuh untuk melawan serangan Covid-19.

”Jadi yang pertama, prokes selalu cuci tangan pakai masker, jangan kerumunan, yang nomor dua surveilans jangan takut-takut kalau kena diisolasi sembuh sendiri, yang nomor tiga vaksinasi. Kalau nanti kasus naik tinggi harus dikurangi pergerakannya,” ucap Budi Gunadi Sadikin.(jp)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/