alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Kalbar Terbaik Tangani Karhutla

JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., mengikuti Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun  2021 di Istana Negara Jakarta, Senin (22/2). Usai Rakornas, H. Ria Norsan menyampaikan bahwa kegiatan pengarahan presiden ini dilaksanakan setiap tahunnya sejak 2015.

Provinsi yang masih dianggap rawan karhutla adalah di Provinsi Riau, Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Jambi. “Ini diingatkan oleh Pak Presiden bahwa kita berupaya bagaimana bisa mencegah. Jangan sampai kita menindaklanjuti artinya memadamkan. Jadi, api yang belum hidup atau belum terbakar kita cegah dengan cara memberikan peringatan dan lain sebagainya kepada masyarakat, terutama masyarakat pedesaan, kecamatan, dan kabupaten,” ungkapnya.

Baca Juga :  Titik Panas Bertambah, Potensi Karhutla di Kalbar Semakin Besar

Orang nomor dua di Kalbar ini juga mengatakan semua unsur bisa terlibat dalam penanganan karhutla. Kerja sama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah hendaknya terkoordinasi dengan baik.

“Aturan mainnya masih tetap, kata Bapak Presiden tadi, ya. Tadi yang diingatkan berkali-kali oleh Bapak Presiden, ingat katanya, kepada Pangdam, kepada Kapolda,  aturan mainnya masih tetap. Artinya, seandainya di daerah itu ada kebakaran, kemudian tidak bisa dipadamkan dan apinya membesar, mereka siap-siap untuk dicopot. Yang dicopot itu misalnya dari tingkat Polda sampai tingkat Polsek,” jelas H. Ria Norsan.

Dikatakannya, Alhamdulillah Kalbar satu-satunya Provinsi yang mendapat predikat terbaik dalam rangka menangani karhutla. “Tadi disampaikan oleh Pak Menkopolhukam, Mahfud MD, bahwa Kalbar mendapat predikat terbaik di dalam hal menangani karhutla. Jadi hanya satu provinsi, Kalimantan Barat. Harapan saya kepada masyarakat, predikat yang sudah baik ini mari kita pertahankan dan kita jaga supaya ke depannya menjadi lebih baik. Bersama-sama kita menjaga daerah ini, supaya tidak ada lagi kabut asap yang dari Kalimantan Barat,” tutupnya.(*)

JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., mengikuti Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun  2021 di Istana Negara Jakarta, Senin (22/2). Usai Rakornas, H. Ria Norsan menyampaikan bahwa kegiatan pengarahan presiden ini dilaksanakan setiap tahunnya sejak 2015.

Provinsi yang masih dianggap rawan karhutla adalah di Provinsi Riau, Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Jambi. “Ini diingatkan oleh Pak Presiden bahwa kita berupaya bagaimana bisa mencegah. Jangan sampai kita menindaklanjuti artinya memadamkan. Jadi, api yang belum hidup atau belum terbakar kita cegah dengan cara memberikan peringatan dan lain sebagainya kepada masyarakat, terutama masyarakat pedesaan, kecamatan, dan kabupaten,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hotspot Sasar Wilayah Kalbar, Hujan Diprakirakan Terjadi 4-7 Maret Mendatang

Orang nomor dua di Kalbar ini juga mengatakan semua unsur bisa terlibat dalam penanganan karhutla. Kerja sama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah hendaknya terkoordinasi dengan baik.

“Aturan mainnya masih tetap, kata Bapak Presiden tadi, ya. Tadi yang diingatkan berkali-kali oleh Bapak Presiden, ingat katanya, kepada Pangdam, kepada Kapolda,  aturan mainnya masih tetap. Artinya, seandainya di daerah itu ada kebakaran, kemudian tidak bisa dipadamkan dan apinya membesar, mereka siap-siap untuk dicopot. Yang dicopot itu misalnya dari tingkat Polda sampai tingkat Polsek,” jelas H. Ria Norsan.

Dikatakannya, Alhamdulillah Kalbar satu-satunya Provinsi yang mendapat predikat terbaik dalam rangka menangani karhutla. “Tadi disampaikan oleh Pak Menkopolhukam, Mahfud MD, bahwa Kalbar mendapat predikat terbaik di dalam hal menangani karhutla. Jadi hanya satu provinsi, Kalimantan Barat. Harapan saya kepada masyarakat, predikat yang sudah baik ini mari kita pertahankan dan kita jaga supaya ke depannya menjadi lebih baik. Bersama-sama kita menjaga daerah ini, supaya tidak ada lagi kabut asap yang dari Kalimantan Barat,” tutupnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/