alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Penjelasan Presiden Jokowi soal Indonesia Tidak Lakukan Lockdown

Jumlah kasus positif dan meninggal karena terinfeksi covi-19 terus bertambah. Hingga kini karantina wilayah (lockdown) belum menjadi opsi pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara soal alasan belum diberlakukannya lockdown di wilayah terjangkit korona. Menurut eks gubernur DKI Jakarta itu, setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan satu negara lain dengan Indonesia.

“Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan? Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan tersebut,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3).

Eks wali Kota Solo itu mengklaim, tidak dilakukannya lockdown karena sudah memiliki analisis yang panjang. Maka dari itu, Indonesia tidak perlu melakukan karantina wilayah dalam menangani virus Korona. “Itu sudah saya pelajari saya memiliki analisa-analisa seperti itu dari semua negara,” katanya.

Baca Juga :  Vaksin Merah Putih Simbol Kemandirian Bangsa

Daripada lockdown, pemerintah lebih memprioritaskan social distancing atau pembatasan interaksi sosial. Opsi itu diyakini dapat memutus mata rantai virus Korona.

“Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman. Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu, dalam memutus mata rantai virus korona diperlukan kedisiplinan yang kuat di level masyarakat. Jangan sampai orang yang sudah diisolasi malah tetap keluar rumah. Hal itu membuat orang lain ikut tertular.

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar,” katanya.

Baca Juga :  Sosialisasi Covid-19; Perintahkan Kades Ubah Nomenklatur APBDes

Sebagaimana diketahui jumlah kasus positif terkena virus korona sampai saat ini mencapai 579, Kasus meninggal 49 orang. Sementara yang sembuh berjumlah 30 orang‎.

Editor : Ilham Safutra/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Jumlah kasus positif dan meninggal karena terinfeksi covi-19 terus bertambah. Hingga kini karantina wilayah (lockdown) belum menjadi opsi pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara soal alasan belum diberlakukannya lockdown di wilayah terjangkit korona. Menurut eks gubernur DKI Jakarta itu, setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan satu negara lain dengan Indonesia.

“Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan? Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan tersebut,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3).

Eks wali Kota Solo itu mengklaim, tidak dilakukannya lockdown karena sudah memiliki analisis yang panjang. Maka dari itu, Indonesia tidak perlu melakukan karantina wilayah dalam menangani virus Korona. “Itu sudah saya pelajari saya memiliki analisa-analisa seperti itu dari semua negara,” katanya.

Baca Juga :  Dukung UMKM Tembus Pasar Global, BRI Gelar Pameran Virtual BRILIANPRENEUR 2021

Daripada lockdown, pemerintah lebih memprioritaskan social distancing atau pembatasan interaksi sosial. Opsi itu diyakini dapat memutus mata rantai virus Korona.

“Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman. Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu, dalam memutus mata rantai virus korona diperlukan kedisiplinan yang kuat di level masyarakat. Jangan sampai orang yang sudah diisolasi malah tetap keluar rumah. Hal itu membuat orang lain ikut tertular.

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar,” katanya.

Baca Juga :  Bongkar Habis Kasus Jiwasraya, Kejagung Tahan Lima Tersangka

Sebagaimana diketahui jumlah kasus positif terkena virus korona sampai saat ini mencapai 579, Kasus meninggal 49 orang. Sementara yang sembuh berjumlah 30 orang‎.

Editor : Ilham Safutra/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Most Read

Artikel Terbaru

/