alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Prediksi Pilpres 2024, Antara Prabowo, Airlangga dan Anies

JAKARTA – Calon presiden (capres) dari koalisi Partai Golkar diprediksi akan berhadapan dengan calon dari koalisi Gerindra-PDIP serta Partai Demokrat. Partai Golkar yang akan mengusung Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 besar kemungkinan akan berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ada tiga calon, Airlangga dengan pasanganya, Prabowo besar kemungkinan dengan Puan Maharani, satu lagi pasangan Anies Baswedan,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Sabtu (23/10).

Jamiluddin mengatakan sangat kuat peluang tiga partai besar yakni Partai PDIP, Golkar, dan Gerindra bertarung dalam Pilpres 2024. Ketiga partai itu tampaknya akan mengusung kadernya menjadi capres.

Perkiraan itu memang terlihat dari wacana belakangan ini. PDIP sebagai pemenang pileg 2019 terlihat mempersiapkan Puan Maharani sebagai capres. Kemudian Partai Golkar mulai ngotot mengusung Airlangga Hartarto. Sementara Gerindra sudah sepakat akan mengusung Prabowo Subianto.

PDIP bahkan dapat mengusung sendiri pasangan capres dan cawapres. Sementara Golkar dan Gerindra cukup berkoalisi dengan satu partai menengah untuk mengusung kadernya manjadi capres.

“Ada kemungkinan Puan akan dijadikan cawapres berpasangan dengan Prabowo sebagai capres. Kemungkinan ini semakin besar karena ada kedekatan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo,” katanya.

Menurut Jamaluddin, ada rumor bahwa Megawati Soekarnoputri dan Prabowo akan berkoalisi pada 2024 bila Prabowo mau masuk kabinet Joko Widodo (Jokowi). Kesepakatan itu akan mengusung Prabowo dan Puan dalam pilpres 2024.

Kalau rumor itu benar, maka upaya memasangkan Prabowo dan Puan bukanlah spekulasi. Pasangan ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

“Sementara Airlangga akan terbuka maju bila dapat berpasangan dengan kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi. Kandidat tersebut bisa Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil,” lanjutnya.

Jamaluddin menuturkan, partai lain yang mungkin bisa berkoalisi adalah Demokrat dan PKS. Dua partai ini masih perlu satu partai lagi agar dapat mengusung kandidatnya. Untuk itu, Demokrat dan PKS bisa berkoalisi dengan PPP atau PAN atau Nasdem.

Jadi, kata dia, jika Demokrat dan PKS dapat menarik satu partai saja untuk berkoalisi, maka ada kemungkinan kandidat yang mereka usung Anies Baswedan dan AHY.

Baca Juga :  Resesi Kalbar Berlanjut, Minus 2,22 Persen Sepanjang Tahun 2020

Jamaluddin mengatakan, pasangan ini akan bersaing ketat dengan pasangan Prabowo dan Puan. Dua pasangan itu juga akan bersaing ketat bila Airlangga berpasangan dengan Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil

“Kalau tiga pasangan itu dapat maju dalam pilpres 2024, tentu masyarkat akan memilih pasangan yang sepadan. Siapa yang menang tentu tergantung dari soliditas partai pengusung dan relawan masing-masing kandidat,” pungkasnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan saat ini sudah ada 12 provinsi atau DPC yang meminta ketua umumnya Prabowo Subianto untuk maju lagi menjadi capres di Pilpres 2024.

Namun Dasco tidak menjelaskan mana saja provinsi tersebut. Dia hanya mengatakan yang terbaru hanyalah Jawa Timur dan juga Jawa Barat. “Sudah ada sekitar 12 provinsi yang menyatakan meminta Pak Prabowo maju sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. Nah Jawa Barat ini ke-12,” ujar Dasco kepada wartawan, Sabtu (23/10).

Dasco mengatakan, sampai saat ini Prabowo Subianto masih belum mengungkapkan apakah akan maju lagi menjadi capres di 2024. Namun dengan Jawa Barat sudah meminta Prabowo maju, maka bisa mempengaruhi sikap mantan Danjen Kopassus ini. “Tentunya sebagai daerah lumbung suara akan sedikit banyaknya mempengaruhi sikap Pak Prabowo untuk menyatakan sikap,” katanya.

Wakil Ketua DPR ini menuturkan, dirinya juga akan membawa aspirasi kader dari 12 provinsi tersebut untuk disampaikan kepada ketua umumnya Prabowo Subianto. Besar kemungkinan dalam waktu dekat Partai Gerindra akan membuat sebuah forum besar untuk menyikapi desakan kader ini.

“Di Gerindra untuk memutuskan calon presiden ada forumnya. Nah forumnya itu belum kita buat, tetapi karena desakan-desakan dari daerah kemungkinan akan segera dibuat,” ungkapnya.

Dasco berujar, pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya untuk bisa membangun koalisi dengan partai politik lain. Namun penjajakan ke partai belum dilakukan lantaran situasi politik masih dinamis. “Pada akhirnya nanti Gerindra akan memutuskan dengan siapa berkoalosi dengan partai mana. Sebelum diputuskan saya pikir semua kemungkinan terbuka,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pentingnya Dialog untuk Pecahkan Masalah Bangsa

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan optimismenya menyusul kenaikan elektabilitas Partai Golkar dan dirinya sebagai Capres 2024. Airlangga mengatakan, elektabilitas dirinya dan Partai Golkar yang terus naik ini menjadi sebuah kabar yang menggembirakan.

“Demikian pula dengan calon presiden dari Partai Golkar, tingkat popularitas dan elektabilitasnya sudah menujukan tren kenaikan,” ujar Airlangga dalam pidato politik di peringatan HUT Partai Golkar ke-57 di Jakarta, Sabtu (23/10).

Airlangga berujar, kenaikan elektabilitas dirinya sebagai capres lantaran para kader Partai Golkar telah bekerja keras untuk terus melakukan sosialisasi terhadap dirinya. Karena itu, dia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para kader Partai Golkar.

“Hal ini tentu berkat kerja keras seluruh kader Partai Golkar yang telah bekerja mensosialisasikan gambar Ketua Umum Partai Golkar melalui pemasangan billboard dan media luar lainnya serta melalui media sosial,” katanya. Selain ittu, Airlangga juga mengajak kader-kadernya untuk berjuang sekuat tenaga untuk membuat partai berlogo beringin ini menjadi pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

Sebelumnya, relawan dari sejumlah komunitas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) telah mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu Presiden 2024.

Deklarasi tersebut disampaikan oleh relawan dan komunitas ANIES pada kegiatan konferensi pers bertajuk “Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024” di Gedung Joang 45, di Jakarta, Rabu (20/10).

Koordinator Deklarator ANIES, La Ode Basir, mengatakan, pernyataan deklarasi yang disampaikan oleh relawan ANIES adalah inisiatif dari para relawan ANIES.
Deklarasi ini dilakukan karena pihaknya menganggap Anies Baswedan memiliki prestasi berdasarkan sejumlah capaian Anies memimpin DKI Jakarta.

Dukungan dari relawan ANIES itu juga disebut lahir secara spontan. “Sebelum deklarasi, relawan melakukan serangkaian diskusi terkait refleksi empat tahun kepemimpinan Anies,” katanya.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendorong Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon memimpin Indonesia melalui pemilu presiden  2024. Para relawan juga menilai, sikap Anies yang memilih bungkam terkait dirinya dideklarasikan sebagai calon presiden, adalah sikap yang tepat. (jp/ant)

JAKARTA – Calon presiden (capres) dari koalisi Partai Golkar diprediksi akan berhadapan dengan calon dari koalisi Gerindra-PDIP serta Partai Demokrat. Partai Golkar yang akan mengusung Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 besar kemungkinan akan berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ada tiga calon, Airlangga dengan pasanganya, Prabowo besar kemungkinan dengan Puan Maharani, satu lagi pasangan Anies Baswedan,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Sabtu (23/10).

Jamiluddin mengatakan sangat kuat peluang tiga partai besar yakni Partai PDIP, Golkar, dan Gerindra bertarung dalam Pilpres 2024. Ketiga partai itu tampaknya akan mengusung kadernya menjadi capres.

Perkiraan itu memang terlihat dari wacana belakangan ini. PDIP sebagai pemenang pileg 2019 terlihat mempersiapkan Puan Maharani sebagai capres. Kemudian Partai Golkar mulai ngotot mengusung Airlangga Hartarto. Sementara Gerindra sudah sepakat akan mengusung Prabowo Subianto.

PDIP bahkan dapat mengusung sendiri pasangan capres dan cawapres. Sementara Golkar dan Gerindra cukup berkoalisi dengan satu partai menengah untuk mengusung kadernya manjadi capres.

“Ada kemungkinan Puan akan dijadikan cawapres berpasangan dengan Prabowo sebagai capres. Kemungkinan ini semakin besar karena ada kedekatan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo,” katanya.

Menurut Jamaluddin, ada rumor bahwa Megawati Soekarnoputri dan Prabowo akan berkoalisi pada 2024 bila Prabowo mau masuk kabinet Joko Widodo (Jokowi). Kesepakatan itu akan mengusung Prabowo dan Puan dalam pilpres 2024.

Kalau rumor itu benar, maka upaya memasangkan Prabowo dan Puan bukanlah spekulasi. Pasangan ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

“Sementara Airlangga akan terbuka maju bila dapat berpasangan dengan kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi. Kandidat tersebut bisa Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil,” lanjutnya.

Jamaluddin menuturkan, partai lain yang mungkin bisa berkoalisi adalah Demokrat dan PKS. Dua partai ini masih perlu satu partai lagi agar dapat mengusung kandidatnya. Untuk itu, Demokrat dan PKS bisa berkoalisi dengan PPP atau PAN atau Nasdem.

Jadi, kata dia, jika Demokrat dan PKS dapat menarik satu partai saja untuk berkoalisi, maka ada kemungkinan kandidat yang mereka usung Anies Baswedan dan AHY.

Baca Juga :  Satu Pasien Covid-19 Landak Meninggal, Dinkes Perluas Tracing Kontak Erat

Jamaluddin mengatakan, pasangan ini akan bersaing ketat dengan pasangan Prabowo dan Puan. Dua pasangan itu juga akan bersaing ketat bila Airlangga berpasangan dengan Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil

“Kalau tiga pasangan itu dapat maju dalam pilpres 2024, tentu masyarkat akan memilih pasangan yang sepadan. Siapa yang menang tentu tergantung dari soliditas partai pengusung dan relawan masing-masing kandidat,” pungkasnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan saat ini sudah ada 12 provinsi atau DPC yang meminta ketua umumnya Prabowo Subianto untuk maju lagi menjadi capres di Pilpres 2024.

Namun Dasco tidak menjelaskan mana saja provinsi tersebut. Dia hanya mengatakan yang terbaru hanyalah Jawa Timur dan juga Jawa Barat. “Sudah ada sekitar 12 provinsi yang menyatakan meminta Pak Prabowo maju sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. Nah Jawa Barat ini ke-12,” ujar Dasco kepada wartawan, Sabtu (23/10).

Dasco mengatakan, sampai saat ini Prabowo Subianto masih belum mengungkapkan apakah akan maju lagi menjadi capres di 2024. Namun dengan Jawa Barat sudah meminta Prabowo maju, maka bisa mempengaruhi sikap mantan Danjen Kopassus ini. “Tentunya sebagai daerah lumbung suara akan sedikit banyaknya mempengaruhi sikap Pak Prabowo untuk menyatakan sikap,” katanya.

Wakil Ketua DPR ini menuturkan, dirinya juga akan membawa aspirasi kader dari 12 provinsi tersebut untuk disampaikan kepada ketua umumnya Prabowo Subianto. Besar kemungkinan dalam waktu dekat Partai Gerindra akan membuat sebuah forum besar untuk menyikapi desakan kader ini.

“Di Gerindra untuk memutuskan calon presiden ada forumnya. Nah forumnya itu belum kita buat, tetapi karena desakan-desakan dari daerah kemungkinan akan segera dibuat,” ungkapnya.

Dasco berujar, pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya untuk bisa membangun koalisi dengan partai politik lain. Namun penjajakan ke partai belum dilakukan lantaran situasi politik masih dinamis. “Pada akhirnya nanti Gerindra akan memutuskan dengan siapa berkoalosi dengan partai mana. Sebelum diputuskan saya pikir semua kemungkinan terbuka,” pungkasnya.

Baca Juga :  Resesi Kalbar Berlanjut, Minus 2,22 Persen Sepanjang Tahun 2020

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan optimismenya menyusul kenaikan elektabilitas Partai Golkar dan dirinya sebagai Capres 2024. Airlangga mengatakan, elektabilitas dirinya dan Partai Golkar yang terus naik ini menjadi sebuah kabar yang menggembirakan.

“Demikian pula dengan calon presiden dari Partai Golkar, tingkat popularitas dan elektabilitasnya sudah menujukan tren kenaikan,” ujar Airlangga dalam pidato politik di peringatan HUT Partai Golkar ke-57 di Jakarta, Sabtu (23/10).

Airlangga berujar, kenaikan elektabilitas dirinya sebagai capres lantaran para kader Partai Golkar telah bekerja keras untuk terus melakukan sosialisasi terhadap dirinya. Karena itu, dia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para kader Partai Golkar.

“Hal ini tentu berkat kerja keras seluruh kader Partai Golkar yang telah bekerja mensosialisasikan gambar Ketua Umum Partai Golkar melalui pemasangan billboard dan media luar lainnya serta melalui media sosial,” katanya. Selain ittu, Airlangga juga mengajak kader-kadernya untuk berjuang sekuat tenaga untuk membuat partai berlogo beringin ini menjadi pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

Sebelumnya, relawan dari sejumlah komunitas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) telah mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu Presiden 2024.

Deklarasi tersebut disampaikan oleh relawan dan komunitas ANIES pada kegiatan konferensi pers bertajuk “Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024” di Gedung Joang 45, di Jakarta, Rabu (20/10).

Koordinator Deklarator ANIES, La Ode Basir, mengatakan, pernyataan deklarasi yang disampaikan oleh relawan ANIES adalah inisiatif dari para relawan ANIES.
Deklarasi ini dilakukan karena pihaknya menganggap Anies Baswedan memiliki prestasi berdasarkan sejumlah capaian Anies memimpin DKI Jakarta.

Dukungan dari relawan ANIES itu juga disebut lahir secara spontan. “Sebelum deklarasi, relawan melakukan serangkaian diskusi terkait refleksi empat tahun kepemimpinan Anies,” katanya.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendorong Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon memimpin Indonesia melalui pemilu presiden  2024. Para relawan juga menilai, sikap Anies yang memilih bungkam terkait dirinya dideklarasikan sebagai calon presiden, adalah sikap yang tepat. (jp/ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/