alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Kesal Masih Ada Orang Tak Percaya Corona

Mustain Baladan merupakan peserta vaksinasi ’’istimewa’’. Sebelum menerima suntikan vaksin, dia terpapar virus corona. Dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

MAYA A, Sidoarjo

’’AKU ini mantan lho. Mantan penderita Covid,’’ ujar Mustain Baladan saat menjalani vaksinasi pertama di RSUD Sidoarjo pada 3 Maret lalu. Pada 17 Maret lalu, staf ahli Pemkab Sidoarjo bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan itu melakoni vaksinasi dosis kedua. Di tempat yang sama, tepatnya di lantai 4 gedung hemodialisis di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Seperti vaksinasi pertama, Mustain merasa tenang. Tidak deg-degan dan mengikuti prosedur sebelum penyuntikan. Mulai registrasi hingga skrining. Saat vaksinasi, dia juga menjalani observasi. Hasilnya, tidak ada keluhan berarti yang dirasakan setelah penyuntikan.

’’Hanya terasa sedikit lebih sakit. Bukan hanya saya yang merasa, teman-teman lain juga begitu,’’ ujar dia.

Meski telah menjalani vaksinasi, Mustain tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Harapannya tidak terpapar virus Covid lagi.

Menurut dia, terpapar virus corona membuat seseorang menderita. Mustain tidak sepaham dengan orang yang menyatakan terpapar corona seperti sakit biasa. Sebab, tidak semua pasien Covid tanpa gejala atau bergejala ringan.

Baca Juga :  Tinggalkan Rumdin Wapres, Mufidah Kalla Bagikan Merpati

’’Mereka itu belum merasakan. Durung tau ngrasakke keno Covid terus dirawat nang rumah sakit (belum pernah merasakan terkena Covid, terus dirawat di rumah sakit),’’ kata laki-laki 55 tahun itu.

Mustain bercerita awal mula dirinya terpapar Covid. Bermula pada awal Agustus 2020. Kala itu, dia merasakan sakit. Suhu tubuhnya tinggi. Dia pun menjalani rapid test. Hasilnya nonreaktif.

’’Badan sudah demam dan terasa sakit semua. Seperti orang yang sedang sakit flu berat,’’ ujarnya.

Oleh dokter, dia diberi obat dan diminta istirahat. Mustain juga meminta agar dokter melakukan pengecekan apakah dirinya terkena sakit tifus atau tidak. Ternyata, hasil pemeriksaan tifus pun dinyatakan negatif.

Setelah minum obat dan istirahat, kondisinya tak kunjung membaik. Selama tiga hari dia masih merasakan demam. Hingga akhirnya Mustain memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah ada kabar salah seorang rekan meninggal karena terpapar Covid.

’’Selama sakit, berat badan saya turun 9 kilogram. Dalam waktu dua minggu, mulai awal sampai keluar dari rumah sakit,’’ ujar Mustain.

Keluar dari rumah sakit tidak membuat Mustain sembuh sempurna. Dia belum merasa prima. Ada jadwal kontrol ke poli jantung dan paru yang harus dilakukan.

Baca Juga :  Santri Berjuang Lawan Korona

Saat kontrol, sudah tidak ada pengentalan darah. Pemeriksaan paru-paru sebanyak empat kali dinyatakan bersih.

Namun, dia masih sesak. Hingga dia dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Dari hasil pemeriksaan Mustain dinyatakan menderita sakit lambung.

’’Dulu saya tidak punya sakit lambung. Sekarang sakit itu katanya akibat efek dari Covid,’’ ujar dia.

Selama enam bulan dia tidak minum kopi agar asam lambung tidak tinggi. Sampai saat ini efek itu masih dia rasakan. Sesekali masih merasa sesak karena asam lambung naik. Dia sampai 11 kali konsultasi ke dokter penyakit dalam.

’’Selama tiga bulan masih sesak. Akibat asam lambung itu tadi,’’ katanya.

Pengalaman itulah yang membuat Mustain sekarang ekstrahati-hati. Dia selalu menerapkan prokes dalam kehidupan sehari-hari. Meski telah menjalani vaksinasi, dia tidak ingin lalai.

Dia juga mengimbau agar masyarakat peduli dengan diri sendiri dan orang lain. ’’Mangkel kalau dengar orang sudah positif harus isolasi mandiri tapi tidak dijalani.” (jp)

Mustain Baladan merupakan peserta vaksinasi ’’istimewa’’. Sebelum menerima suntikan vaksin, dia terpapar virus corona. Dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

MAYA A, Sidoarjo

’’AKU ini mantan lho. Mantan penderita Covid,’’ ujar Mustain Baladan saat menjalani vaksinasi pertama di RSUD Sidoarjo pada 3 Maret lalu. Pada 17 Maret lalu, staf ahli Pemkab Sidoarjo bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan itu melakoni vaksinasi dosis kedua. Di tempat yang sama, tepatnya di lantai 4 gedung hemodialisis di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Seperti vaksinasi pertama, Mustain merasa tenang. Tidak deg-degan dan mengikuti prosedur sebelum penyuntikan. Mulai registrasi hingga skrining. Saat vaksinasi, dia juga menjalani observasi. Hasilnya, tidak ada keluhan berarti yang dirasakan setelah penyuntikan.

’’Hanya terasa sedikit lebih sakit. Bukan hanya saya yang merasa, teman-teman lain juga begitu,’’ ujar dia.

Meski telah menjalani vaksinasi, Mustain tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Harapannya tidak terpapar virus Covid lagi.

Menurut dia, terpapar virus corona membuat seseorang menderita. Mustain tidak sepaham dengan orang yang menyatakan terpapar corona seperti sakit biasa. Sebab, tidak semua pasien Covid tanpa gejala atau bergejala ringan.

Baca Juga :  Bupati Landak Berikan Ide Update Covid-19

’’Mereka itu belum merasakan. Durung tau ngrasakke keno Covid terus dirawat nang rumah sakit (belum pernah merasakan terkena Covid, terus dirawat di rumah sakit),’’ kata laki-laki 55 tahun itu.

Mustain bercerita awal mula dirinya terpapar Covid. Bermula pada awal Agustus 2020. Kala itu, dia merasakan sakit. Suhu tubuhnya tinggi. Dia pun menjalani rapid test. Hasilnya nonreaktif.

’’Badan sudah demam dan terasa sakit semua. Seperti orang yang sedang sakit flu berat,’’ ujarnya.

Oleh dokter, dia diberi obat dan diminta istirahat. Mustain juga meminta agar dokter melakukan pengecekan apakah dirinya terkena sakit tifus atau tidak. Ternyata, hasil pemeriksaan tifus pun dinyatakan negatif.

Setelah minum obat dan istirahat, kondisinya tak kunjung membaik. Selama tiga hari dia masih merasakan demam. Hingga akhirnya Mustain memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah ada kabar salah seorang rekan meninggal karena terpapar Covid.

’’Selama sakit, berat badan saya turun 9 kilogram. Dalam waktu dua minggu, mulai awal sampai keluar dari rumah sakit,’’ ujar Mustain.

Keluar dari rumah sakit tidak membuat Mustain sembuh sempurna. Dia belum merasa prima. Ada jadwal kontrol ke poli jantung dan paru yang harus dilakukan.

Baca Juga :  Pulang Kampung Lebih Awal

Saat kontrol, sudah tidak ada pengentalan darah. Pemeriksaan paru-paru sebanyak empat kali dinyatakan bersih.

Namun, dia masih sesak. Hingga dia dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Dari hasil pemeriksaan Mustain dinyatakan menderita sakit lambung.

’’Dulu saya tidak punya sakit lambung. Sekarang sakit itu katanya akibat efek dari Covid,’’ ujar dia.

Selama enam bulan dia tidak minum kopi agar asam lambung tidak tinggi. Sampai saat ini efek itu masih dia rasakan. Sesekali masih merasa sesak karena asam lambung naik. Dia sampai 11 kali konsultasi ke dokter penyakit dalam.

’’Selama tiga bulan masih sesak. Akibat asam lambung itu tadi,’’ katanya.

Pengalaman itulah yang membuat Mustain sekarang ekstrahati-hati. Dia selalu menerapkan prokes dalam kehidupan sehari-hari. Meski telah menjalani vaksinasi, dia tidak ingin lalai.

Dia juga mengimbau agar masyarakat peduli dengan diri sendiri dan orang lain. ’’Mangkel kalau dengar orang sudah positif harus isolasi mandiri tapi tidak dijalani.” (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/