alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Istri Imam Nahrawi Kaget Ada ‘Uang Kopi’ untuk Anaknya

Istri mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, irit bicara usai menjalani pemeriksaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Shobibah diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018.

Selama kurang lebih 4,5 jam diperiksa di ruang penyidikan, Shobibah mengaku menjalani pemeriksaan untuk tersangka Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Imam Nahrawi, bukan untuk suaminya seperti dalam jadwal pemeriksaan KPK.

“Saya saksinya Pak Miftahul Ulum, bukan saksinya bapak (Imam Nahrawi),” kata Shobibah usai menjalani pemeriksaan.

Kendati demikian, Shobibah enggan menjelaskan secara rinci materi penyidikan apa yang ditelisik kepadanya. Namun, dia mengaku bahwa jumlah pertanyaan hanya sedikit. Akan tetapi, dia mendadak lupa isi materi pertanyaan tersebut.

Baca Juga :  AN Beda dengan UN, Nadiem Tegaskan Tak Perlu Bimbel

Dia juga enggan berkomentar lebih lanjut terkait ‘uang kopi’ dari Ulum untuk anaknya. Pada persidangan kasus dana hibah di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, Ulum mengaku menerima uang Rp 2 juta dari mantan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang kemudian dibagikan pada anak Imam.

“Mohon maaf, saya tidak tahu soal itu,” ujar Shobibah.

Dalam perkara ini, Imam diduga menerima total Rp 26,5 miliar dengan rincian Rp 14,7 miliar dari suap dana hibah Kemenpora ke KONI, dan penerimaan gratifikasi Rp 11,8 miliar dari sejumlah pihak dalam rentang 2016-2018.

Penerimaan Imam Nahrawi diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora.

Baca Juga :  Jokowi Bingung, Sudah PSBB Tapi yang Positif Korona Makin Nambah

Selain itu, penerimaan uang terkait dengan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam Nahrawi saat menjadi Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain. Saat ini, Imam dan Ulum telah ditahan KPK.

Keduanya disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan/Jawa Pos

Istri mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah, irit bicara usai menjalani pemeriksaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Shobibah diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018.

Selama kurang lebih 4,5 jam diperiksa di ruang penyidikan, Shobibah mengaku menjalani pemeriksaan untuk tersangka Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Imam Nahrawi, bukan untuk suaminya seperti dalam jadwal pemeriksaan KPK.

“Saya saksinya Pak Miftahul Ulum, bukan saksinya bapak (Imam Nahrawi),” kata Shobibah usai menjalani pemeriksaan.

Kendati demikian, Shobibah enggan menjelaskan secara rinci materi penyidikan apa yang ditelisik kepadanya. Namun, dia mengaku bahwa jumlah pertanyaan hanya sedikit. Akan tetapi, dia mendadak lupa isi materi pertanyaan tersebut.

Baca Juga :  Perkosa 195 Pria di Inggris, WNI Reynhard Sinaga Dibui Seumur Hidup

Dia juga enggan berkomentar lebih lanjut terkait ‘uang kopi’ dari Ulum untuk anaknya. Pada persidangan kasus dana hibah di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, Ulum mengaku menerima uang Rp 2 juta dari mantan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang kemudian dibagikan pada anak Imam.

“Mohon maaf, saya tidak tahu soal itu,” ujar Shobibah.

Dalam perkara ini, Imam diduga menerima total Rp 26,5 miliar dengan rincian Rp 14,7 miliar dari suap dana hibah Kemenpora ke KONI, dan penerimaan gratifikasi Rp 11,8 miliar dari sejumlah pihak dalam rentang 2016-2018.

Penerimaan Imam Nahrawi diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora.

Baca Juga :  Surpres Jokowi Khianati Rakyat

Selain itu, penerimaan uang terkait dengan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam Nahrawi saat menjadi Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain. Saat ini, Imam dan Ulum telah ditahan KPK.

Keduanya disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan/Jawa Pos

Most Read

Artikel Terbaru

/