
PONTIANAK POST - Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman, ST., MT., menilai pembangunan kereta api di Kalimantan hingga kini terkendala kepastian kebijakan pemerintah pusat, bukan persoalan teknis di lapangan.
Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik ULM itu menyebut kondisi lahan gambut tidak seharusnya dijadikan alasan utama penundaan proyek strategis tersebut.
Menurut Akbar Rahman, teknologi konstruksi modern untuk pembangunan rel di kawasan gambut sudah banyak diterapkan di berbagai negara.
“Rekayasa konstruksi di wilayah gambut sudah tersedia, mulai dari sistem pancangan hingga pendekatan teknis lainnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi kampus ULM.
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Kalimantan
Akbar menegaskan infrastruktur transportasi memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Ia menyebut pembangunan jalan, rel kereta api, pelabuhan, dan bandara menjadi fondasi utama pemerataan pembangunan di Kalimantan.
Tanpa dukungan infrastruktur memadai, Kalimantan dinilai akan terus tertinggal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Menurutnya, pembangunan rel kereta api di Kalimantan Selatan sebenarnya memungkinkan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi wilayah.
Baca Juga: Prabowo Prioritaskan Kereta Api Kalimantan, Menteri AHY Lapor Perkembangan Proyek ke Presiden
Daerah dengan tanah keras dan gambut dangkal dinilai dapat menjadi prioritas awal pembangunan jalur.
Sementara kawasan bergambut tebal seperti Banjarmasin tetap bisa dibangun menggunakan metode konstruksi khusus yang sudah teruji.



