Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teras Narang: Proyek Kereta Api Kalteng Tinggal Dilanjutkan

E
Penulis: Efprizan❯
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)

Advertisement

PONTIANAK POST - Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Teras Narang, kembali menyuarakan pentingnya pembangunan jalur kereta api dan revitalisasi transportasi sungai untuk memperkuat konektivitas serta mendukung distribusi komoditas unggulan di Kalimantan Tengah.

Menurut Teras Narang, pembangunan jalur kereta api dan optimalisasi sungai merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan infrastruktur dan logistik yang masih dihadapi daerah tersebut.

Studi Kelayakan Sudah Pernah Disusun

Advertisement

Mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015 itu mengatakan gagasan pembangunan kereta api sebenarnya telah dirintis sejak masa kepemimpinannya.

Dikutip dari Kalteng Pos, Selasa (28/4/2026), Teras menyebut studi kelayakan atau feasibility study untuk proyek kereta api maupun pengerukan dan optimalisasi jalur sungai telah disiapkan pada saat itu.

Advertisement

“Feasibility study-nya sudah ada semua, tinggal dilanjutkan. Kalau soal anggaran, itu bisa dicari. Jangan hanya berharap pada APBN,” kata Teras .

Namun, program tersebut tidak berlanjut pada periode pemerintahan berikutnya sehingga hingga kini belum terealisasi.

Kurangi Beban Jalan dan Dukung Distribusi Komoditas

Teras menilai keberadaan jaringan kereta api akan membantu mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan yang selama ini menjadi tulang punggung angkutan hasil tambang dan perkebunan.

Dominasi angkutan darat dengan kendaraan bermuatan berat, menurutnya, menjadi salah satu penyebab kerusakan sejumlah ruas jalan utama di Kalimantan Tengah.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi barang, moda transportasi rel juga dinilai dapat mendukung sistem logistik yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dari sisi masyarakat, infrastruktur transportasi yang lebih baik berpotensi memperlancar mobilitas, memperkuat konektivitas antardaerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Advertisement

Artikel Terkait

Rel Trans-Kalimantan Kembali Disiapkan, Menko AHY Matangkan Teknis dan Investasi

Rel Trans-Kalimantan Kembali Disiapkan, Menko AHY Matangkan Teknis dan Investasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero terus mematangkan kajian teknis serta perhitungan investasi pe

China Lirik Kereta 2.772 Km di Kalimantan, Proyek Raksasa Ini Bisa Ubah Peta Transportasi Borneo

China Lirik Kereta 2.772 Km di Kalimantan, Proyek Raksasa Ini Bisa Ubah Peta Transportasi Borneo

China disebut berminat membangun jalur kereta Trans-Kalimantan 2.772 km untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi Borneo.

Kereta 2.772 Km di Kalimantan Dibidik China, Warisan Utang Whoosh Jadi Perhatian

Kereta 2.772 Km di Kalimantan Dibidik China, Warisan Utang Whoosh Jadi Perhatian

Indonesia menjajaki investasi China untuk membangun rel Trans-Kalimantan 2.772 km, di tengah sorotan pembiayaan proyek Whoosh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer