
PONTIANAK POST – Sebuah rumah tipis di Surabaya menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Berdiri di atas lahan berbentuk segitiga dengan ujung hanya sekitar 60 sentimeter, rumah di Jalan Bulak Cumpat Srono IV itu setiap hari didatangi warga dan kreator konten yang penasaran melihat langsung keunikannya.
Di balik viralnya bangunan tersebut, tersimpan kisah seorang pemilik rumah yang memilih melihat peluang ketika banyak orang menganggap sebidang tanah itu mustahil dijadikan hunian. Kini, rumah tersebut belum hanya menjadi objek foto, tetapi juga simbol kreativitas memanfaatkan lahan sempit di tengah kota.
Rasa Penasaran Warga Tak Pernah Surut
Beberapa menit sekali, pengendara tampak memperlambat kendaraan saat melintasi rumah bercat kuning dan hijau itu. Sebagian berhenti untuk memotret, sementara lainnya merekam video sebelum melanjutkan perjalanan.
Agus Sanjaya, pemilik rumah, mengaku tidak pernah membayangkan bangunan yang awalnya hanya dipasarkan sebagai rumah kontrakan justru berubah menjadi perbincangan nasional.
"Awalnya cuma diposting tukang di Facebook buat cari penyewa. Saya juga tidak menyangka bakal seramai ini," ujar Agus.
Rumah yang selesai dibangun pada Mei 2026 itu ditawarkan dengan harga sewa Rp9 juta per tahun. Nomor telepon yang dicantumkan adalah milik istrinya, Yulia.
Tak lama setelah unggahan tersebut muncul di Facebook, foto rumah menyebar ke Instagram, Threads, hingga berbagai platform media sosial. Telepon pun berdatangan tanpa henti.
"Banyak yang ingin menyewa. Ada juga kreator konten yang meminta izin membuat video. Sampai tengah malam masih ada yang menelepon, akhirnya nomor istri saya diganti," kata Agus sambil tersenyum.
Meski viral, hingga awal Juli rumah tersebut masih belum mendapatkan penyewa.
