Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Bedah Rumah 2026 Baru Tercapai 124.376 Unit, Kemendagri Minta Pemda Percepat Pendataan

U
Penulis: Uray Ronald❯
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. (Antara/Kemendagri)
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. (Antara/Kemendagri)

Advertisement

 

PONTIANAK POST - Target penetapan 400.000 rumah tidak layak huni sebagai penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah pada 2026 masih jauh dari capaian. Hingga kini, pemerintah baru menetapkan 124.376 calon penerima bantuan (CPB) atau sekitar 31 persen dari target nasional.

Menyikapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat pendataan agar kuota bantuan dapat segera terpenuhi dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin.

Capaian Masih Jauh dari Target

Tomsi mengatakan proses penetapan calon penerima bantuan di sejumlah daerah masih perlu dipercepat. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi data penerima yang masih kurang agar target program dapat tercapai sesuai rencana pada 2026.

Advertisement

"Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada teman-teman daerah, minggu depan datanya diperlihatkan, yang mana yang kuotanya masih kurang, tolong segera betul-betul teman-teman di daerah bertanggung jawab untuk membela masyarakat miskin untuk bisa rumahnya mendapat (program) bedah rumah," kata Tomsi.

Ia menyampaikan hal itu saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/7).

Gunakan Data BPS sebagai Dasar Penetapan

Untuk mempercepat pencapaian target, Tomsi meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memanfaatkan data masyarakat miskin Desil 1 sebagai dasar penetapan penerima bantuan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat miskin ekstrem yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2 diprioritaskan menerima bantuan karena masih banyak yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Banyak Rumah Warga Masih Memprihatinkan

Tomsi mengaku masih menemukan rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan saat melakukan peninjauan lapangan.

"Beberapa hari yang lalu saya berkeliling dan saya melihat sangat memprihatinkan, ada yang toilet sama dapur jadi satu, kemudian ada yang mau roboh, bocor di kiri kanan, kemudian lantainya tanah," ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Kementerian PKP Siapkan Peningkatan Signifikan Program Bedah Rumah di Enam Provinsi, Prioritaskan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kementerian PKP Siapkan Peningkatan Signifikan Program Bedah Rumah di Enam Provinsi, Prioritaskan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kementerian PKP akan meningkatkan program BSPS di enam provinsi guna memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak

Baznas Singkawang Bedah Enam Rumah Tidak Layak Huni di Lima Kecamatan

Baznas Singkawang Bedah Enam Rumah Tidak Layak Huni di Lima Kecamatan

Baznas Singkawang bedah enam rumah dan rehab empat rumah tidak layak huni bagi warga di lima kecamatan.

Teddy Sebut Prabowo Setujui Ekspansi Besar Program Bedah Rumah 2027, Ratusan Ribu Hunian Layak Siap Hadir untuk Rakyat

Teddy Sebut Prabowo Setujui Ekspansi Besar Program Bedah Rumah 2027, Ratusan Ribu Hunian Layak Siap Hadir untuk Rakyat

Presiden Prabowo menyetujui rencana perluasan Program Bedah Rumah pada 2027 sebagai upaya mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer